Jika Anda bertanggung jawab untuk memandu sekelompok orang mencapai gol akhir, Anda adalah pemimpin tim. Meskipun peran ini mirip dengan manajer proyek, pemimpin tim juga menghadirkan elemen bimbingan dan pelatihan kepada timnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas tanggung jawab utama pemimpin tim, serta 10 hal yang dapat Anda lakukan untuk menjadi pemimpin tim yang ahli.
Mungkin tidak ada "saya" dalam tim, tetapi setiap tim hebat memiliki pemimpin tim. Pemimpin tim bertanggung jawab atas segala hal, mulai dari operasi sehari-hari hingga memastikan bahwa anggota tim mereka didukung sebaik mungkin untuk mencapai gol mereka.
Tergantung struktur perusahaan Anda, tanggung jawab pemimpin tim dan perbedaan peran ini dengan manajer proyek mungkin sedikit tidak jelas. Dalam artikel ini, kami membahas definisi pemimpin tim—dan bukan—serta membahas 10 kiat untuk membantu Anda menjadi pemimpin tim yang hebat.
Pemimpin tim bertanggung jawab untuk memandu sekelompok orang selama inisiatif tertentu atau menuju gol tertentu. Pemimpin tim belum tentu manajer tim—peran ini sering kali terpisah dari peran manajemen orang. Pemimpin tim secara khusus bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja kolaboratif dan menentukan arah proyek atau program tertentu.
Pemimpin tim memberikan panduan dan instruksi kepada kelompok kerja tentang proyek atau portofolio proyek. Mereka bertanggung jawab untuk mendelegasikan pekerjaan, mengawasi progres menuju gol, dan melatih anggota tim sesuai kebutuhan. Pemimpin tim sering kali berfungsi sebagai mentor de facto untuk tim, sekalipun mereka tidak memiliki jabatan manajer.
"Pemimpin tim" biasanya bukan deskripsi pekerjaan. Akibatnya, pemimpin tim dapat memiliki berbagai jenis peran, mulai jabatan manajemen hingga posisi kontributor individu. Pemimpin tim terkadang juga memiliki peran manajer proyek atau manajer program, yang dengan jelas menunjukkan bahwa mereka bertanggung jawab untuk mengatur pekerjaan meskipun mereka tidak secara langsung mengelola anggota tim mana pun.
Dalam ebook ini, pelajari cara membekali pegawai untuk mengambil keputusan yang lebih baik—sehingga bisnis Anda dapat menyesuaikan, beradaptasi, dan mengatasi tantangan dengan lebih efektif daripada pesaing Anda.
Seorang pemimpin tim bertanggung jawab atas bagian pekerjaan tertentu, seperti proyek, program, atau portofolio program.
Tanggung jawab utama pemimpin tim meliputi:
Mengatur pekerjaan
Menyampaikan gol
Menghubungkan pekerjaan dengan konteks
Mendelegasikan tugas
Pemecahan masalah
Mengelola progres proyek
Melaporkan progres kepada pemangku kepentingan
Melatih untuk meningkatkan keahlian anggota tim
Memotivasi anggota tim untuk mencapai gol mereka
Mengembangkan kekuatan anggota tim dan mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan
Mewakili dan mengadvokasi kebutuhan tim
Sering kali, keterampilan pemimpin tim tumpang tindih dengan keterampilan manajemen proyek. Hal ini normal—di banyak tim, pemimpin tim dan manajer proyek adalah orang yang sama.
Cara terbaik untuk memikirkan perbedaannya adalah dengan berfokus pada gol orang tersebut. Gol pemimpin tim adalah memotivasi dan mendorong anggota timnya agar mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Manajer proyek sering kali lebih berfokus pada hasil akhir dan tugas yang perlu diselesaikan.
Baca: Semua yang perlu Anda ketahui untuk menjadi manajer proyekTerlepas dari jenis proyek yang Anda pimpin, pemimpin tim yang baik dapat mengelola dan berkomunikasi dengan timnya dengan percaya diri. Berikut 10 keterampilan yang Anda butuhkan untuk memulai:
Salah satu hal paling berharga yang dapat Anda lakukan sebagai pemimpin tim adalah menjawab pertanyaan: Mengapa pekerjaan ini penting?
Setiap proyek mendukung gol tim atau perusahaan—tetapi sering kali, gol tidak selaras dengan pekerjaan sehari-hari. Saat anggota tim tidak memahami gol yang didukung pekerjaan mereka, mereka kurang termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Pemimpin tim yang baik memberikan konteks, sehingga anggota tim memahami alasan pekerjaan mereka penting dan kesesuaian pekerjaan mereka dengan visi perusahaan yang lebih besar. Dengan konteks itu, anggota tim dapat memprioritaskan tugas secara lebih efektif dan memastikan mereka menyelesaikan pekerjaan berdampak besar pada waktu yang tepat.
Setelah tim memahami gol yang mereka dukung, mereka juga memerlukan cara yang jelas untuk memvisualisasikan cara mereka akan mencapainya. Sebagai pemimpin tim, anggap diri Anda sebagai kapten kapal: Anda bertanggung jawab mengarahkan awak menuju tujuan dan mencari cara tepat untuk mencapainya.
Ada tiga elemen utama untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan cara yang efektif:
Perjelas metrik. Anggota tim tidak dapat mengetahui apakah mereka berada di jalur yang benar jika mereka tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang hal yang sedang mereka kerjakan. Jadi, sebelum memulai, tetapkan gol SMART untuk menentukan cara mengukur kesuksesan dan membuat gol yang terukur.
Lacak progres. Tidak cukup mengetahui arah yang dituju—Anda juga perlu mengetahui posisi Anda terkait gol yang ingin dicapai. Pastikan anggota tim memiliki cara yang jelas untuk memvisualisasikan linimasa proyek dan melihat siapa yang mengerjakan apa dan tenggatnya kapan.
Komunikasikan pembaruan. Sebagai pemimpin tim, Anda juga bertanggung jawab untuk memantau progres dan membagikan pembaruan kepada tim proyek dan pemangku kepentingan terkait. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan laporan status proyek, yang memberi tim gambaran jelas tentang apakah proyek sesuai rencana, berisiko, atau tidak sesuai rencana.
Seperti posisi kepemimpinan lainnya, pemimpin tim memerlukan keterampilan komunikasi yang sangat baik. Ini termasuk berkomunikasi dengan anggota tim tentang pekerjaan, memberi tahu pemangku kepentingan proyek tentang progres, dan berkoordinasi dengan mitra lintas fungsi sesuai kebutuhan tim proyek. Komunikasi mencakup komunikasi verbal dan nonverbal. Faktanya, banyak komunikasi dilakukan melalui bahasa tubuh dan ekspresi wajah.
Elemen penting komunikasi meliputi:
Komunikasi 1:1 atau tatap muka
Mendengarkan secara efektif, seperti mendengarkan secara aktif
Keterampilan interpersonal seperti komunikasi membutuhkan waktu untuk dikembangkan. Jangan khawatir jika Komunikasi bukan keahlian Anda saat ini. Jika Anda mulai belajar cara membangun hubungan baik, mulailah dengan rencana komunikasi. Rencana komunikasi adalah cetak biru tentang hal yang harus dikomunikasikan dan tempatnya, seperti hal yang terjadi secara asinkron di alat manajemen proyek dan hal yang dibagikan selama rapat tim mingguan.
Baca: Alasan saatnya memprioritaskan kecerdasan emosional AndaPemimpin tim sering kali merupakan manajer proyek, tetapi meskipun Anda bukan manajer proyek, Anda tetap bertanggung jawab untuk mengatur pekerjaan tim. Sebagai pemimpin tim, Anda memandu tim ke arah tujuan akhir—dan organisasi adalah elemen penting untuk mencapainya.
Anggap mengatur informasi seperti membuat sumber kebenaran tunggal. Tim Anda harus dapat mengandalkan Anda dan percaya bahwa Anda memiliki informasi yang mereka butuhkan.
Cara terbaik untuk menyiapkan sistem organisasi yang luar biasa bagi seluruh tim adalah dengan menggunakan alat manajemen kerja seperti Asana. Asana membantu Anda melacak pekerjaan, mengelola proyek, dan membagikan progres untuk mencapai gol. Ketika semua orang memahami persis siapa yang mengerjakan apa dan tenggatnya kapan, mereka diberdayakan untuk menyelesaikan pekerjaan terbaik mereka.
Pemimpin tim terbaik tahu bahwa mereka tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Keseluruhan lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya, dan itu juga merupakan aspek utama kepemimpinan tim. Memberikan tugas adalah bagian penting dari pembinaan dan pendampingan. Mendelegasikan tugas tidak hanya membuka blokir pekerjaan, tetapi juga memberi kesempatan kepada anggota tim untuk mencoba keahlian baru.
Untuk mendelegasikan secara efektif, Anda harus terlebih dahulu memahami kekuatan, kelemahan, dan minat setiap anggota tim. Dengan begitu, Anda tahu hal yang harus Anda kirimkan kepada mereka, dan keterampilan baru yang paling ingin mereka pelajari. Ingatlah bahwa anggota tim yang Anda delegasikan pekerjaan mungkin melakukan berbagai hal dengan cara yang berbeda dari yang Anda inginkan—bagian dari mendelegasikan adalah belajar untuk melepaskan dan memberikan kendali kepada anggota tim Anda.
Jika Anda kesulitan mendelegasikan pekerjaan, coba buat Matriks Eisenhower. Atau jika ragu, ikuti proses empat langkah mudah ini:
Identifikasi pekerjaan yang dapat didelegasikan.
Perjelas urgensi dan kepentingan agar anggota tim dapat memprioritaskan pekerjaan.
Berikan pelatihan yang diperlukan.
Percaya, tapi verifikasi.
Tidak ada proyek yang berjalan lancar. Itu sebabnya pemimpin tim harus menjadi pemecah masalah yang baik yang dapat berpikir cepat. Untuk melakukannya, berlatihlah menggunakan konteks untuk memprioritaskan pekerjaan terpenting dan mengidentifikasi masalah yang perlu dipecahkan terlebih dahulu untuk mengambil keputusan terbaik bagi tim.
Jika Anda baru mengenal pemecahan masalah, coba jawab pertanyaan berikut:
Bagaimana tim akan melakukan pekerjaan?
Apa yang paling penting?
Apa yang harus mereka fokuskan?
Bagaimana keputusan ini akan memengaruhi tim?
Dalam ebook ini, pelajari cara membekali pegawai untuk mengambil keputusan yang lebih baik—sehingga bisnis Anda dapat menyesuaikan, beradaptasi, dan mengatasi tantangan dengan lebih efektif daripada pesaing Anda.
Pemimpin tim adalah manajer waktu yang ahli; mereka memiliki pemahaman yang tajam tentang cara memprioritaskan pekerjaan mereka. Untuk mengembangkan keterampilan manajemen waktu, pertimbangkan untuk menerapkan strategi dan alat manajemen waktu yang efektif guna memaksimalkan produktivitas sepanjang hari.
Untuk siswa atau profesional yang menyeimbangkan belajar dan bekerja, templat jadwal belajar adalah cara sederhana untuk menyusun waktu dan tetap konsisten dengan gol pembelajaran. Anda juga dapat mendorong anggota tim untuk melakukan hal yang sama dan mencari tahu strategi manajemen waktu yang paling cocok untuk mereka.
Jika tidak yakin harus memulai dari mana, coba:
Metode GTD, yang berfokus pada pemetaan informasi dalam alat eksternal sehingga Anda dapat menggunakan daya pikir untuk pekerjaan berdampak besar.
Pemblokiran waktu, yang berfokus mengelompokkan tugas serupa untuk dikerjakan sekaligus dan menjadwalkan blok waktu tersebut di kalender Anda.
Teknik Pomodoro, yang menetapkan serangkaian sprint dan istirahat untuk membantu Anda memaksimalkan produktivitas dan fokus.
Prinsip Pareto, juga dikenal sebagai aturan 80/20, yang membantu Anda menyelesaikan 80% pekerjaan dengan 20% upaya.
Metode eat the frog, yang menyatakan bahwa untuk menyelesaikan pekerjaan terbaik, Anda harus menangani tugas terbesar (katak Anda) di awal hari.
Sebagai pemimpin tim, Anda bertanggung jawab untuk membantu tim mencapai gol mereka. Bagian dari ini adalah memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan tidak ada yang hampir mengalami burnout. Selama rapat tim dan 1:1, tanyakan kepada anggota tim bagaimana perasaan mereka tentang beban kerja dan apakah ada hal yang perlu mereka deprioritaskan, tunda, atau delegasikan.
Sebagai pemimpin tim, Anda harus tahu apa yang dikerjakan anggota tim. Namun, Anda tidak dapat selalu mengingatnya, terutama saat tim Anda berkembang. Sebagai gantinya, coba gunakan alat manajemen beban kerja untuk melacak pekerjaan yang sedang dikerjakan setiap anggota tim. Hal ini sangat penting jika anggota tim Anda mengerjakan berbagai proyek dan memiliki pekerjaan yang belum tentu Anda ketahui. Jika semuanya ada di satu tempat, Anda dapat dengan cepat melihat beban kerja mereka dan mencegah kerja berlebihan.
Pemimpin tim bukan hanya dalang organisasi di belakang sekelompok orang—Anda juga bertanggung jawab untuk mendorong dan memotivasi tim. Untuk menjadi pemimpin yang efektif, luangkan waktu untuk membangun tim dan pastikan semua orang merasa seperti bagian dari tim.
Membangun tim dimulai dengan memastikan semua orang memahami gol tim sehingga Anda dapat bergerak bersama menuju hasil akhir, tetapi tidak berakhir di situ. Untuk membangun tim yang efektif:
Lakukan check-in setiap minggu atau harian, tergantung berapa lama proyek berjalan.
Evaluasi kinerja tim dan beri semangat anggota tim Anda.
Luangkan waktu untuk permainan pembangunan tim.
Coba ajukan pertanyaan pencair suasana untuk mengenal tim dengan lebih baik.
Bagian besar dari peran pemimpin tim adalah memberikan bimbingan, pelatihan, dan pendampingan jika memungkinkan. Anggota tim Anda mungkin baru dalam inisiatif jenis ini, atau mereka mungkin memiliki pertanyaan tentang cara menyelesaikan tugas tertentu. Jika Anda tahu cara memecahkan masalah mereka, Anda dapat memberikan bimbingan sesuai kebutuhan—jika tidak, arahkan mereka ke orang yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan mereka.
Meskipun Anda adalah kontributor individu, bukan manajer SDM, sebagai pemimpin tim, Anda bertanggung jawab untuk mendukung dan mendorong anggota tim proyek. Investasikan dalam keterampilan kepemimpinan Anda dan bangun kecerdasan emosional Anda sehingga Anda dapat mendukung anggota tim saat mereka membutuhkannya.
Anda tidak dapat melakukan pekerjaan secara efektif jika tidak memiliki cara yang jelas untuk berkomunikasi dan membagikan informasi kepada anggota tim. Untuk meningkatkan visibilitas di seluruh tim, coba alat manajemen proyek. Berikan kejelasan yang dibutuhkan anggota tim untuk tetap selaras, berkolaborasi secara efektif, dan menyelesaikan pekerjaan terbaik mereka.
Dalam ebook ini, pelajari cara membekali pegawai untuk mengambil keputusan yang lebih baik—sehingga bisnis Anda dapat menyesuaikan, beradaptasi, dan mengatasi tantangan dengan lebih efektif daripada pesaing Anda.