Sering kali, saat membahas komunikasi nonverbal, kita memikirkan bahasa tubuh. Dan memang benar bahwa bahasa tubuh adalah bagian penting dari komunikasi nonverbal. Ini bisa dibilang bagian yang paling terlihat, dan merupakan salah satu bagian yang paling mudah dipelajari untuk dikelola.Β
Namun, bahasa tubuh hanyalah salah satu jenis komunikasi nonverbal. Sebenarnya ada 10 jenis isyarat nonverbal yang Anda komunikasikan setiap hariβdan hanya memperhatikan gerakan tubuh membatasi pemahaman Anda tentang pesan nonverbal. Dalam artikel ini, kita akan membahas ke-10 sinyal nonverbal dan melihat cara meningkatkan komunikasi nonverbal di tempat kerja.
Penelitian perintis antropolog Edward T. Hall tentang proksemik, studi tentang penggunaan ruang oleh manusia dalam komunikasi, meletakkan dasar bagi pemahaman modern kita tentang komunikasi nonverbal, yang sangat penting untuk cara kita menyampaikan dan menafsirkan pesan di luar kata-kata.
Komunikasi nonverbal mengacu pada transmisi pesan atau sinyal melalui berbagai perilaku nonverbal, tanpa menggunakan kata-kata. Ini termasuk ekspresi wajah, kontak mata, bahasa tubuh, gerakan, nada suara, dan bahkan penggunaan ruang pribadi. Aspek komunikasi nonverbal ini membentuk sistem isyarat nonverbal yang kompleks yang melengkapi dan terkadang menggantikan pesan verbal kita.
Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali menyampaikan lebih banyak makna daripada kata-kata yang diucapkan saja.
Memperkuat atau menyangkal pesan verbal
Mengekspresikan emosi dan sikap
Menentukan hubungan dan dinamika kekuasaan
Mengatur percakapan melalui isyarat nonverbal
Memungkinkan kesan pertama dan penilaian cepat
Dari anggukan kepala sederhana hingga gerakan tubuh yang kompleks, perilaku nonverbal ini merupakan bagian integral dari interaksi manusia.
Sinyal nonverbal sangat bervariasi di berbagai budaya, yang berperan penting dalam komunikasi antarpribadi. Karena tenaga kerja Amerika makin sering berinteraksi dengan mitra global, memahami perbedaan ini menjadi sangat penting untuk komunikasi yang efektif.Β
Aspek komunikasi nonverbal seperti gerakan, ekspresi wajah, dan kontak fisik dapat memiliki makna yang berbeda dalam berbagai budaya, yang berpotensi memengaruhi hubungan bisnis dan interaksi sosial.Β Β
Misalnya, dalam budaya Barat, Anda sering diharapkan untuk berjabat tangan saat bertemu mitra bisnis baru. Namun, tidak demikian halnya dengan setiap budaya. Tindakan yang sama mungkin memiliki makna yang berbeda tergantung pada budaya asal seseorang.Β
Memahami dan memperhatikan komunikasi nonverbal Anda menjadikan Anda komunikator dan anggota tim yang lebih baikβdan bagian besarnya adalah memahami dampak budaya dari berbagai isyarat nonverbal. Saat mengembangkan keterampilan komunikasi nonverbal, pastikan Anda juga meluangkan waktu yang sama untuk mengembangkan kecerdasan budaya.Β
Tingkatkan komunikasi tim dengan AsanaKomunikasi nonverbal membantu Anda berkomunikasi dan terhubung dengan orang lain secara efektif. Ketika Anda memahami berbagai jenis isyarat nonverbal, Anda dapat menyesuaikan pesan untuk menghindari miskomunikasi.Β
Memahami sinyal nonverbal yang dikirimkan anggota tim dapat membantu Anda mengidentifikasi apakah rekan kerja merasa tidak nyaman atau tidak tenang. Secara umum, meningkatkan keterampilan komunikasi nonverbal dapat membuat Anda lebih percaya diri, lebih sadar akan tubuh Anda, dan lebih efektif dalam menyampaikan apa yang ingin disampaikan.
Berikut 10 jenis komunikasi nonverbal.
Isyarat nonverbal ini mengacu pada posisi tubuh Anda. Ini dapat mencakup postur tubuh Andaβapakah Anda bungkuk atau duduk dengan penuh perhatian? Hal-hal seperti gelisah, bersedekap, menggigit kuku, dan menyilangkan kaki semuanya membentuk komunikasi nonverbal dalam bentuk bahasa tubuh.
Gerakan dan bahasa tubuh sedikit berbedaβgerakan cenderung lebih terarah, tetapi juga secara signifikan lebih berkode budaya. Ini termasuk gerakan tangan seperti tanda jempol atau tanda oke, serta sikap umum seperti mengangkat bahu.
Seperti gerakan, banyak ekspresi wajah yang disengajaβhal-hal seperti tersenyum, menganggukkan kepala, menggelengkan kepala, mengerutkan kening, dll. Namun, kita juga menunjukkan ekspresi wajah yang tidak disadari saat stres atau khawatir, misalnya, mata melebar saat terkejut atau sedikit tersentak saat mendengar suara keras.
Kontak mata merupakan bagian besar dari cara Anda berkomunikasi secara nonverbal. Meskipun demikian, makna kontak mata berbeda-beda antarbudaya. Dalam beberapa budaya, kurangnya kontak mata menandakan ketidaktertarikanβdi budaya lain, terlalu banyak kontak mata langsung mungkin membuat orang tidak nyaman.Β
Parabahasa Anda terdiri dari suara, nada, volume, kecepatan, dan irama bicara Anda. Misalnya, Anda mungkin memperhatikan bahwa Anda berbicara lebih cepat saat gugup (kebanyakan orang begitu). Atau, Anda mungkin tanpa sadar mulai berbisik jika membagikan rahasia.Β Β
Komunikasi nonverbal tidak hanya berpusat pada gerakan tubuh Anda, tetapi juga mencakup cara AndaΒ berinteraksi dengan ruang di sekitar Anda. Jarak fisik antara Anda dan orang lain, misalnya, dapat mengungkapkan sesuatu tentang hubungan itu. Isyarat nonverbal ini juga sangat sesuai dengan budayaβjadi cobalah untuk meniru apa yang dilakukan rekan kerja Anda untuk menghindari membuat seseorang tidak nyaman.Β
Anda mungkin tidak menganggap sentuhan sebagai bentuk komunikasi, tetapi itu pasti! Misalnya, banyak pebisnis mengklaim bahwa mereka dapat mengetahui banyak hal tentang seseorang berdasarkan cara mereka berjabat tangan. Dalam nada yang sama, Anda mungkin tidak akan menyambut CEO perusahaan Anda dengan tosβtetapi Anda mungkin akan menyambut sahabat SMA Anda dengan tos.Β
Pakaian adalah aspek besar dari cara kita tampil setiap hari. Setiap orang memiliki gaya uniknya sendiri, jadi jika salah satu rekan kerja Anda mulai mengenakan pakaian yang biasanya tidak ia kenakan, itu bisa menjadi indikasi bahwa ada sesuatu yang berubah dalam hidupnya.Β
Seperti pakaian, benda memberi Anda wawasan tentang seseorangβtanpa harus berbicara. Bayangkan seorang rekan kerja yang selalu membawa perencana pribadinya ke mana pun dia pergi. Anda otomatis merasa bahwa orang ini tertata, hanya berdasarkan benda yang dibawanya. Di dunia virtual, banyak hal dapat diketahui tentang latar belakang Zoom seseorang. Benda apa yang sengaja mereka tempatkan di belakang mereka untuk dilihat semua orang?
Kronemik mengacu pada cara waktu dirasakan dan digunakan dalam komunikasi. Misalnya, dalam beberapa budaya, tiba terlambat beberapa menit ke pertemuan sosial dapat diterima dan bahkan diharapkan, sementara dalam budaya lain, hal itu dianggap tidak sopan.
Ada dua elemen komunikasi yang tidak disadari yang memengaruhi pengalaman Anda di Tempat Kerja: pengodean dan penguraian kode. Pengodean mengacu pada cara Anda menampilkan isyarat nonverbal. Ini bisa berupa sinyal yang disengaja atau tidak disadariβseperti ekspresi emosional yang mungkin tidak ingin Anda tunjukkan atau postur tubuh yang tidak Anda sadari. Di sisi lain, pengartian adalah proses menafsirkan pesan nonverbal orang lain. Ini membantu Anda menjadi komunikator yang lebih baik dan memahami isyarat nonverbal yang dibatalkan rekan kerja Anda.Β
Penting juga untuk diingat bahwa komunikasi nonverbal di tempat kerjaβkhususnya mengartikan berbagai pesanβbervariasi dari satu budaya ke budaya lainnya. 10 kiat ini membantu Anda membangun kerangka kerja untuk perilaku pengodean dan penguraian kode, tetapi setiap situasi tim sedikit berbeda.
Tingkatkan komunikasi tim dengan AsanaSering kali, mengodekan isyarat nonverbal tampaknya merupakan rintangan besar yang harus diatasiβtetapi Anda sebenarnya melakukan ini setiap saat. Memang benar bahwa beberapa perilaku nonverbal yang dikodekan tidak disengaja, tetapi banyak gerakan dan gerakan yang sengaja dikodekan. Pikirkan tentang menganggukkan kepala, memutar bola mata, atau bahkan mengetuk-ngetukkan kaki saat Anda tidak sabar.Β
Untuk berlatih mengodekan perilaku nonverbal Anda dengan lebih terarah, coba lima kiat berikut:Β
1. Perhatikan gaya komunikasi Anda sendiri. Ada empat gaya komunikasi, yang menggambarkan cara orang yang berbeda berkomunikasi. Di Asana, kami sangat percaya pada pembelajaran cara menggunakan gaya komunikasi asertif, jadi Anda tidak akan dianggap agresif atau pasifβbahkan tanpa sadar.Β
2. Berlatih berada di saat ini. Meningkatkan kesadaran penuh adalah bagian dari mengodekan isyarat nonverbal Anda. Saat Anda lebih sadar diri dan lingkungan sekitar, Anda lebih memegang kendali atas sinyal yang Anda kirimβbaik secara verbal maupun nonverbal.Β
3. Kurangi stres. Seringkali, kita secara tidak sengaja mengirimkan isyarat nonverbal karena stres emosional. Saat Anda lelah, terlalu banyak bekerja, atau kelelahan, Anda memiliki lebih sedikit energi mental untuk menyadari cara Anda berkomunikasi. Pada dasarnya, Anda berada dalam mode bertarung atau kabur, yang mengurangi kemampuan Anda untuk berkomunikasi secara terarah.Β
4. Atasi kondisi mendasar apa pun. Anda mungkin menyampaikan isyarat nonverbal tanpa menyadarinya karena perasaan yang tersimpan atau tidak disadari. Misalnya, orang yang mengalami impostor syndrome di tempat kerja mungkin menjaga jarak dari rekan kerjanya tanpa menyadarinya. Sebelum dapat memperbaiki perilaku tersebut, Anda harus terlebih dahulu memahami akar masalahnya.Β
5. Utamakan interaksi tatap muka jika memungkinkan. Salah satu kelemahan komunikasi asinkron adalah Anda tidak dapat menyampaikan isyarat nonverbal. Ini meningkatkan kemungkinan terjadinya miskomunikasi atau kesalahpahaman. Jika memungkinkan, lakukan percakapan tatap mukaβterutama jika Anda memberikan kritik yang membangun atau membahas topik yang sulit.
Baca: Merasa kerja berlebihan? Strategi bagi perorangan dan tim untuk mengembalikan keseimbanganBagian kedua dari komunikasi nonverbal adalah memecahkan kode sinyal nonverbal orang lain. Mengartikan isyarat nonverbal anggota tim secara akurat dapat membantu mencegah miskomunikasi dan meningkatkan hubungan Anda.Β
Untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam memecahkan kode sinyal nonverbal orang lain, praktikkan hal berikut:Β
6. Bangun kecerdasan emosional Anda. Langkah pertama untuk memecahkan kode jenis pesan apa punβbaik verbal maupun nonverbalβadalah membangun keterampilan kecerdasan emosional Anda. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, mengatur, dan memahami emosiβbaik dalam diri sendiri maupun orang lain.Β
7. Mengembangkan keterampilan mendengarkan aktif. Mendengarkan secara aktif adalah praktik mendengarkan untuk memahami apa yang dikatakan seseorangβtanpa merencanakan tanggapan Anda. Saat Anda berlatih mendengarkan secara aktif, Anda lebih terlibat dan hadir di saat itu, yang dapat membantu Anda menangkap isyarat nonverbal kecil.Β Β
8. Cari perbedaan antara perasaan mereka yang sebenarnya dan percakapan. Salah satu hal terpenting tentang komunikasi nonverbal adalah kemampuan untuk menangkap sinyal yang tidak dikatakan orang lain. Misalnya, jika anggota tim menyatakan bahwa dia bersemangat untuk memulai proyek, tetapi dia memalingkan muka dan bersedekap, dia mungkin tidak seantusias yang dikatakannya. Mengidentifikasi sinyal ini dapat membantu Anda menggali lebih jauhβmisalnya, apakah mereka khawatir tentang proyek, dan adakah yang dapat Anda lakukan untuk membantu?Β
9. Perkuat kecerdasan budaya Anda. Mengembangkan kecerdasan budaya Anda akan meningkatkan kesadaran Anda akan berbagai sinyal yang dikirimkan anggota tim. Ini sangat penting jika Anda seorang manajer, karena Anda tidak ingin salah memahami dan menafsirkan isyarat nonverbal orang lain.Β
10. Jika ragu, tanyakan. Risiko terbesar dari mengartikan komunikasi nonverbal adalah membuat asumsi yang tidak benar. Conscious Leadership Group menyebutnya fakta vs. ceritaβfakta adalah kebenaran objektif yang dapat dipahami siapa saja, sedangkan cerita adalah asumsi yang Anda buat berdasarkan fakta tersebut. Kita semua menceritakan kisah kepada diri sendiri, tetapi mengidentifikasi dan mengklarifikasi apakah kisah tersebut benar atau tidak dapat membantu mencegah kesalahpahaman.
Baca: Strategi resolusi konflik terbaik yang tidak Anda gunakanMeningkatkan keterampilan komunikasi nonverbal Anda memerlukan upaya dan latihan yang disengaja. Dengan berfokus pada aspek-aspek utama, Anda dapat menjadi lebih mahir dalam mengodekan dan mengartikan isyarat nonverbal, yang mengarah pada komunikasi yang lebih efektif dalam berbagai interaksi sosial.
Stres sering muncul melalui sinyal nonverbal yang tidak disengaja. Belajar mengenali dan mengendalikan perilaku terkait stres seperti gelisah atau postur tubuh yang tegang. Pertahankan ketenangan dengan menggunakan teknik relaksasi, dan pastikan pesan nonverbal Anda mencerminkan hal yang ingin Anda komunikasikan.
Kembangkan kecerdasan emosional Anda untuk mengelola dan mengatur ekspresi emosi Anda sendiri secara lebih efektif. Kesadaran ini memungkinkan Anda untuk secara sadar memilih ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh yang sesuai yang secara akurat menyampaikan perasaan dan niat Anda selama komunikasi interpersonal.
Asah kemampuan Anda untuk memecahkan kode perilaku nonverbal orang lain. Perhatikan isyarat halus seperti kontak mata, gerakan tangan, dan gerakan tubuh. Pahami berbagai jenis gerakan, seperti lambang dan gerakan ilustrasi, untuk menafsirkan makna dengan lebih baik. Pertimbangkan konteks dan latar belakang budaya orang yang berinteraksi dengan Anda, karena budaya yang berbeda dapat menafsirkan isyarat nonverbal secara berbeda.
Hindari kesalahan yang sering terjadi ini untuk meningkatkan keterampilan komunikasi nonverbal Anda:
Pesan verbal dan nonverbal yang tidak sesuai: Pastikan bahasa tubuh Anda selaras dengan pesan verbal Anda untuk mencegah kebingungan. Ingat, komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam menyampaikan makna bersama dengan isyarat verbal.
Mengabaikan perbedaan budaya: Ketahuilah bahwa gerakan seperti mengacungkan jempol mungkin memiliki makna yang berbeda di seluruh budaya barat dan lainnya.
Menginvasi ruang pribadi: Hormati jarak interpersonal, termasuk ruang intim, dan pertahankan jarak yang sesuai selama percakapan untuk menghindari rasa tidak nyaman.
Mengabaikan paralanguage: Perhatikan nada, volume, dan ritme suara Anda, karena fitur paralinguistik ini secara signifikan memengaruhi pesan Anda.
Menampilkan sikap defensif yang tidak disengaja: Perhatikan lengan yang disilangkan, tubuh yang condong, atau postur tubuh lain yang dapat menandakan sikap defensif tanpa Anda sadari.
Mengabaikan kekuatan kesan pertama: Ingatlah bahwa sinyal nonverbal awal memainkan peran penting dalam cara orang lain memandang Anda sejak awal.
Gagal mengatur interaksi: Gunakan isyarat nonverbal yang sesuai untuk mengelola giliran dan alur dalam percakapan.
Dengan mengatasi jebakan ini dan terus mengasah keterampilan komunikasi nonverbal, Anda akan menjadi lebih mahir dalam menyampaikan dan menafsirkan pesan di luar kata-kata saja, yang mengarah pada komunikasi nonverbal yang lebih efektif. Peningkatan ini dapat berdampak positif pada interaksi sosial Anda dan bahkan berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik melalui komunikasi yang lebih jelas dan autentik.
Komunikasi nonverbal adalah keterampilan yang dapat Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, serta di tempat kerja. Setelah mengembangkan keterampilan ini, Anda akan melihat bahwa Anda makin sadar, tidak hanya akan isyarat nonverbal orang lain, tetapi juga sinyal Anda sendiri. Menyadari isyarat nonverbal Anda dapat membantu Anda berkomunikasi secara lebih efektif di Tempat Kerja. Untuk mempelajari selengkapnya, baca artikel kami tentang cara komunikasi yang efektif di tempat kerja meningkatkan kolaborasi dan meningkatkan kepemimpinan.
Tingkatkan komunikasi tim dengan Asana