Cara memberi dan menerima kritik yang membangun

Headshot kontributor Julia MartinsJulia Martins18 Juli 20228 menit baca
facebooktwitterlinkedin
Gambar banner artikel cara memberi dan menerima kritik yang membangun
Coba Asana

Bagaimana jika kami memberi tahu Anda bahwa Anda tidak sempurna?

Jelas, Anda sudah tahu itu — tetapi tetap saja menyakitkan. Kritik dalam bentuk apa pun mungkin sulit diterima, terutama ketika menyangkut sesuatu yang sudah Anda kerjakan dengan susah payah. Pada dasarnya, kita semua ingin melakukan pekerjaan dengan baik. Tetapi, kritik sama pentingnya dengan pujian, bahkan mungkin lebih penting. Umpan balik yang baik dan membangun dapat membantu Anda meningkatkan diri dan membimbing Anda menuju level baru yang mungkin tidak akan Anda capai jika kritik ini tidak diterima.

Namun, bukan berarti memberi dan menerima kritik yang membangun itu mudah. Tetapi, ketika mengetahui cara menerima kritik, Anda akan menjadi pegawai, teman, dan anggota tim yang lebih baik. Dalam artikel ini, kami akan membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang kritik yang membangun, termasuk cara mengidentifikasi, memberi, dan menerima kritik yang membangun.

Apa itu kritik yang membangun?

Sebelum menyelami cara memberi dan menerima kritik yang membangun, pertama-tama kita perlu memahami artinya. Kritik yang membangun fokus pada pemberian umpan balik yang membangun, yang didukung oleh contoh-contoh spesifik, untuk membantu Anda meningkatkan diri di beberapa area. Kritik yang membangun hendaknya disampaikan dengan cara yang bersahabat dengan niat yang baik. Idealnya, orang yang memberikan kritik membangun juga harus siap membantu bertukar pikiran guna mencari kemungkinan solusi dan langkah berikutnya untuk menjadi alat bernilai dalam proses pertumbuhan.

Tingkatkan kolaborasi tim dengan Asana

Harap dicatat bahwa kritik yang membangun bukanlah kritik yang negatif, juga jangan ditafsirkan demikian. Meskipun tidak selalu positif, kritik yang membangun harus ditujukan untuk membantu seseorang menjadi lebih baik—bukan menghancurkannya.

Kritik yang membangun vs. kritik yang merusak

Anda mungkin menemukan umpan balik yang digambarkan sebagai kritik membangun, tetapi sebenarnya hanya komentar negatif yang terselubung. Jenis umpan balik ini disebut sebagai kritik yang merusak . Tidak seperti kritik yang membangun, kritik yang merusak adalah umpan balik yang tidak dirancang untuk membantu meningkatkan diri dan berkembang menjadi orang, pegawai, atau teman yang lebih baik. Sebaliknya, kritik yang merusak:

  • Dimaksudkan sebagai serangan pribadi

  • Dibuat untuk melukai harga diri seseorang

  • Bersifat publik

  • Tidak spesifik atau tidak dapat ditindaklanjuti

  • Kritik yang berlebihan atau fokus pada hal yang tidak perlu

Jika menerima kritik yang merusak, jangan takut untuk menghentikannya atau meminta bantuan dari mentor. Tergantung situasinya, Anda, mentor Anda, atau departemen SDM perusahaan Anda dapat membantu mengatasi situasi tersebut.

Baca: Strategi resolusi konflik terbaik yang tidak Anda gunakan

Manfaat kritik yang membangun

Sekalipun Anda memberikan nasihat yang sempurna, kritik yang membangun tetap sulit diberikan dan diterima. Tapi, jangan menghindar dari jenis umpan balik ini hanya karena menyulitkan. Faktanya, kritik yang membangun dapat membantu Anda dan orang yang Anda beri umpan balik untuk berkembang, baik secara pribadi maupun profesional.

quotation mark
Umpan balik yang jujur ​​dan kritis sebenarnya dapat memperkuat ikatan alih-alih melemahkannya.”
Justin Rosenstein, co-Founder Asana

Dengan mempraktikkan kritik yang membangun, Anda menciptakan suasana keterbukaan dan kepercayaan. Tidak semua percakapan yang Anda lakukan dengan tim akan mudah, tetapi percakapan yang sulit adalah bagian penting dalam mengembangkan tim yang kolaboratif.

Di Asana, segala jenis umpan balik adalah bagian penting dari budaya kami. Setiap pegawai kami mengikuti pelatihan Conscious Leadership Group , jadi mereka siap untuk saling memberikan umpan balik dengan cara yang membangun. Kami juga memusatkan nilai-nilai perusahaan kami pada perhatian, kenyataan, serta memberi dan menerima tanggung jawab. Ketika terjadi kesalahan, kami menggunakan teknik “Lima Mengapa” untuk mengungkap sumber masalahnya.

Setiap perusahaan akan memiliki nilai-nilai dan praktiknya sendiri. Tetapi, bersikap terbuka pada percakapan yang membangun dan jujur dapat membantu meruntuhkan penghalang kepercayaan dan mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan anggota tim dan kolaborator. Jika siap mencobanya, berikut caranya:

11 kiat memberikan kritik yang membangun

Siapa pun dapat memberikan kritik yang membangun, tetapi untuk melakukannya, sesi umpan balik harus dilakukan dengan benar. Jika belum pernah berlatih memberikan kritik yang membangun, cobalah 11 hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ini agar umpan balik Anda selalu bermanfaat, membangun, dan menyenangkan.

1. Lakukan: Gunakan pernyataan “Saya”

Pernyataan "Saya" adalah cara mengutarakan pendapat dengan fokus pada situasi, bukan pada orang yang Anda bicarakan. Pernyataan "Saya" dimulai dengan "Saya rasa..." atau "Saya pikir..." alih-alih "Anda bilang..." atau "Anda melakukan..."

Dengan pernyataan "saya", Anda dapat membuat umpan balik terasa tidak terlalu pribadi dengan memusatkannya pada pengalaman Anda. Dengan memulai setiap kalimat dengan "Saya", Anda terus menjelaskan bahwa Anda membagikan pemikiran dan pendapat Anda, bukan fakta objektif. Ini dapat membantu mengurangi perasaan defensif pribadi yang sering muncul saat menerima segala jenis kritik dan membuat seluruh sesi umpan balik lebih produktif.

Contoh pernyataan “Saya”

“Saya rasa Anda bisa menggunakan lebih banyak gambar di slide. Kadang-kadang, waktu saya habis karena harus membaca teks, jadi perhatian saya teralihkan. Bagaimana jika Anda hanya menyertakan tema utama di setiap slide?”

2. Jangan lakukan: Menggunakan metode sandwich

Anda mungkin mendengar metode sandwich sebelumnya (kadang-kadang disebut "sandwich umpan balik"). Ini mungkin strategi kritik yang paling terkenal. Dalam metode sandwich, Anda memulai dengan masukan yang positif, menyebutkan kritik yang membangun, lalu diakhiri dengan komentar positif lainnya.

Terlepas dari popularitasnya, metode sandwich bukanlah cara yang efektif untuk menyampaikan kritik yang membantu dan membangun. Karena menyematkan kritik yang membangun ini, hanya ada sedikit kesempatan untuk membuat umpan balik tersebut dapat ditindaklanjuti atau untuk bertukar ide terkait langkah berikutnya. Sebaliknya, gunakan waktu Anda untuk membuat agar umpan balik sespesifik dan seberguna mungkin, terlepas dari jumlah umpan balik yang harus Anda berikan.

3. Lakukan: Berikan umpan balik yang dapat ditindaklanjuti

Memberikan umpan balik yang membangun bertujuan memberi orang tersebut sesuatu yang dapat mereka upayakan. Selain menunjukkan hal yang dapat diperbaiki, kritik membangun yang baik mencakup gagasan dan langkah berikutnya yang dapat diambil orang tersebut untuk lebih mengembangkan keterampilannya. Saat memberikan umpan balik, pastikan untuk menjelaskan bahwa Anda terbuka pada diskusi atau curah pendapat lebih lanjut jika itu dapat berguna bagi orang menerima umpan balik Anda.

Jika umpan balik tidak dapat ditindaklanjuti, jangan berikan atau tunggu sampai Anda memiliki sesuatu yang dapat ditindaklanjuti sebelum memberitahukannya kepada orang tersebut. Tanpa saran yang dapat ditindaklanjuti, umpan balik Anda berpotensi menjadi kritik yang merusak, bukan bantuan yang membangun.

Contoh memberikan kritik membangun yang dapat ditindaklanjuti

“Saya sangat menyukai ide yang Anda bagikan selama rapat kampanye pemasaran. Namun, saya rasa, ide itu tidak diterima seperti yang seharusnya karena Anda tidak menghubungkannya kembali ke proses. Jika saya jadi Anda, saya akan menghadirkan beberapa contoh yang relevan untuk mendukung rencana Anda.”

4. Jangan lakukan: Memberikan umpan balik Anda di depan publik

Kritik yang diucapkan dengan sangat baik pun bisa sulit diterima, terutama jika orang menerima umpan balik Anda telah menghabiskan banyak waktu dan energi dalam pekerjaannya. Agar umpan balik membangun dan membantu, Anda harus berdialog tentang cara orang tersebut dapat berkembang.

Jenis dialog seperti ini tidak mungkin dilakukan jika Anda memberikan umpan balik di depan publik. Alih-alih memulai percakapan, orang tersebut mungkin merasa malu atau merasa diserang secara pribadi. Mereka mungkin menanggapi secara defensif atau hanya melanjutkan tanpa mempertimbangkan umpan balik tersebut. Pastikan Anda meluangkan waktu untuk bertemu dan mengobrol guna melakukan percakapan yang paling produktif. Jadwalkan waktu untuk memberikan kritik yang membangun atau gunakan pertemuan 1:1 terjadwal secara rutin untuk melakukannya.

5. Lakukan: Sertakan komentar positif jika memungkinkan

Hanya karena metode sandwich bukan cara terbaik untuk memberikan umpan balik, bukan berarti Anda tidak boleh memberikan umpan balik positif. Kritik yang membangun seharusnya tidak hanya tentang umpan balik negatif. Memberi tahu seseorang tentang hal yang telah mereka lakukan dengan baik sama bagusnya. Dengan begitu, di samping memperbaiki kelemahan, mereka dapat meluangkan waktu untuk mengasah kelebihan.

Contoh kritik membangun yang positif

“Pekerjaan Anda minggu lalu benar-benar inovatif. Saya menghargai cara Anda menanggapi umpan balik pelanggan dari sudut pandang yang baru. Saya rasa Anda menemukan solusi yang mungkin tidak terpikirkan oleh kami.”

6. Jangan lakukan: Memaksakan hal positif

Meskipun demikian, sama halnya saat Anda ingin menghindari metode sandwich, Anda juga harus menghindari umpan balik positif yang dipaksakan. Inti dari umpan balik yang membangun bukanlah untuk memberikan pujian yang tidak bermakna kepada orang tersebut, melainkan membantu mereka maju dan berkembang.

Apa pun jenis umpan balik yang diberikan, pastikan Anda memikirkannya dengan matang dan sungguh-sungguh. Umpan balik yang tidak tulus dapat terasa tidak membantu dan membuat sesi umpan balik di masa mendatang menjadi lebih sulit.

7. Lakukan: Jadikan sebagai percakapan

Kritik yang membangun tidak ada artinya, kecuali ada aspek memberi dan menerima. Salah satu tujuan menggunakan pernyataan "Saya" adalah memberikan umpan balik dari sudut pandang Anda. Namun, orang yang menerima umpan balik mungkin memiliki sudut pandang berbeda. Beri mereka waktu untuk mengajukan pertanyaan tentang alasan Anda memberi umpan balik dan cara mereka dapat meningkatkan diri berdasarkan umpan balik. Ingatlah bahwa umpan balik terbaik adalah yang bersifat kolaboratif, bukan memaksa.

Contoh cara membuat umpan balik yang membangun menjadi percakapan

\“Saya merasa fokus Anda untuk proyek yang terakhir ini tidak setajam biasanya. Bagaimana menurut Anda? Apa ada sesuatu yang mungkin kurang jelas tentang pendekatan kita untuk proyek ini?"

8. Jangan Lakukan: Buat umpan balik menjadi "kejutan"

Memberi umpan balik bisa jadi tidak nyaman. Terkadang, Anda mungkin merasa canggung atau tidak nyaman untuk memberi tahu orang tersebut bahwa Anda ingin memberinya umpan balik. Bagaimana jika mereka memberikan sikap defensif atau memiliki pertanyaan tambahan untuk Anda?

Meskipun sesi umpan balik mungkin tidak nyaman, mencoba untuk "mengejutkan" seseorang dengan umpan balik dapat mengubah momen pertumbuhan potensial menjadi pengalaman yang negatif. Jika diberikan secara tidak terduga, umpan balik bisa membuat frustrasi, kewalahan, dan membuat orang tersebut merasa diserang secara pribadi. Sebaliknya, pastikan Anda memberi tahu orang tersebut bahwa ini akan menjadi sesi umpan balik.

9. Lakukan: Berikan umpan balik tepat waktu

Kritik yang membangun sangat membantu jika segera diberikan setelah tindakan terjadi. Dengan demikian, skenario itu masih segar di benak kalian. Jika menunggu terlalu lama, umpan balik mungkin kurang relevan sehingga kurang membantu. Targetkan untuk memberikan umpan balik dalam waktu 2-7 hari sejak kejadian.

Contoh umpan balik tepat waktu

“Saya ingin menindaklanjuti presentasi yang Anda berikan kepada pemangku kepentingan eksekutif Kamis lalu. Menurut saya, slide Anda sangat jelas, tetapi saya ingin lebih banyak waktu untuk Tanya Jawab. Mungkin, lain kali, Anda bisa mengirimkan gambaran umum sehingga beberapa slide awal bisa dilewati.”

10. Jangan Lakukan: Berikan umpan balik tanpa memikirkannya dengan matang

Meskipun ingin memberikan umpan balik secara tepat waktu, jangan langsung memberikannya tanpa memikirkannya dahulu. Sekalipun tiba-tiba mendapat ide tentang cara orang ini dapat meningkatkan diri, tunggu setidaknya satu hari untuk memastikan umpan balik ini perlu disampaikan dan Anda dapat melakukannya dengan cara yang membangun dan positif. Sebelum menjadwalkan sesi umpan balik, tanyakan kepada diri Anda:

  • Apakah umpan balik ini dapat membantu mereka meningkatkan diri?

  • Apakah mereka perlu mendengar umpan balik ini?

  • Apakah saya siap membantu mereka bertukar pikiran tentang cara meningkatkan diri?

  • Apa, jika ada, langkah berikutnya yang dapat dilakukan orang tersebut?

11. Lakukan: Pertahankan nada dan bahasa tubuh yang ramah

Pada akhirnya, Anda memberikan umpan balik untuk membantu seseorang berkembang. Sekalipun umpan balik sulit diberikan, pastikan agar bahasa tubuh selalu positif dan nada bicara tetap santai.

Anda mungkin awalnya merasa tidak nyaman memberikan kritik yang membangun, jadi pertimbangkan untuk melatih hal yang akan Anda katakan dan cara mengatakannya. Berikan perhatian khusus pada nada bicara dan pastikan Anda tidak mengerutkan kening, melotot, atau bersedekap. Sekalipun tidak benar-benar merasa frustrasi, sinyal tubuh ini dapat membuat orang tersebut defensif dan menyebabkan sesi umpan balik yang tidak produktif. Jika memberikan umpan balik dari jarak jauh, pastikan untuk mengaktifkan video Anda pada panggilan tersebut.

6 langkah menerima kritik yang membangun

Anda telah berlatih memberikan kritik yang membangun, tetapi bagaimana dengan menerima umpan balik alih-alih memberikannya? Menerima kritik yang membangun tanpa bersikap defensif mungkin sangat sulit. Meskipun pada dasarnya Anda tahu bahwa orang tersebut memberikan umpan balik untuk membantu Anda, merasa sedikit defensif ketika menerima kritik itu sifat manusia, sekalipun kritik itu membantu.

Harapannya, orang tersebut memberi tahu Anda di awal bahwa ia akan memberikan umpan balik. Ketika tahu seseorang memiliki umpan balik yang membangun untuk Anda, Anda dapat mempersiapkan diri dan memastikan bahwa Anda akan menerimanya.

Sekalipun menerima kritik yang membangun tanpa pemberitahuan, selama kritik tidak merusak, cobalah enam langkah ini untuk menerima kritik layaknya profesional:

  1. Jangan langsung bereaksi. Umpan balik dapat melibatkan tanggapan "melawan atau menghindar" dan mengubah sesi yang secara teori bermanfaat menjadi tantangan yang penuh adrenalin. Sebelum menanggapi, tarik napas dalam dan tahan keinginan untuk bereaksi, menanggapi, atau mendebat.

  2. Jika perlu, ingatkan diri Anda bahwa kritik membangun dapat membantu meningkatkan diri. Meskipun tidak tahu umpan balik ini akan diberikan, cobalah mengingat bahwa kritik membangun ini disampaikan demi kepentingan Anda.

  3. Dengarkanlah untuk memahami, bukan menanggapi. Saat seseorang memberikan kritik yang membangun, dengarkan tanpa menyusun jawaban atau menanggapi umpan balik tersebut secara defensif. Ingatlah bahwa orang tersebut menawarkan umpan balik untuk mencoba membantu Anda dan cobalah mendengarkan dengan pikiran terbuka.

  4. Hubungkan umpan balik dengan peran Anda, bukan diri Anda. Umpan balik terasa pribadi karena kita mengira orang mengkritik kita. Namun, dalam lingkungan bisnis, kritik yang membangun biasanya didasarkan pada peran Anda. Umpan balik yang baik dapat membantu meningkatkan diri pada pekerjaan Anda dan sering kali tidak bersifat pribadi seperti yang dirasakan.

  5. Ucapkan terima kasih kepada orang yang memberi Anda umpan balik. Memberikan umpan balik yang membangun itu sulit. Ucapkan terima kasih kepada orang tersebut atas upayanya dalam membantu Anda meningkatkan diri.

  6. Ajukan pertanyaan, tetapi jangan menentang umpan baliknya. Meskipun tidak boleh menentang atau menyangkal umpan balik tersebut, tidak jika Anda mengajukan pertanyaan dan bertukar pikiran tentang cara meningkatkan diri. Jika belum siap untuk segera mengajukan pertanyaan setelah menerima umpan balik yang kritis, tidak apa-apa juga. Atur rapat tindak lanjut untuk mengobrol lebih banyak tentang cara meningkatkan diri.

Tingkatkan kolaborasi tim dengan Asana

Umpan balik yang membangun menciptakan tim yang kolaboratif

Jika dilakukan dengan baik, kritik yang efektif dapat menciptakan tim yang lebih sehat dan kolaboratif. Itu karena tim yang kolaboratif akan terbuka dan jujur satu sama lain, dan tidak segan membicarakan hal-hal nyata. Dengan membaca artikel ini, Anda dalam proses menjadi lebih kolaboratif dan bekerja sama dengan lebih efektif.

Untuk terus mengembangkan keterampilan kerja tim Anda, baca artikel kami tentang kolaborasi tim.

Sumber daya terkait

Artikel

Unmasking imposter syndrome: 15 ways to overcome it at work