Kepemimpinan situasional: 4 gaya dan karakteristik

Gambar kontributor tim AsanaTeam Asana27 Mei 20226 menit baca
facebooktwitterlinkedin
Gambar banner artikel kepemimpinan situasional
Coba Asana

Ringkasan

Kepemimpinan situasional mendorong pemimpin untuk mempertimbangkan anggota tim yang dilayani dan keunikan setiap situasi saat memilih metode kepemimpinan. Dalam panduan ini, kami membahas empat gaya kepemimpinan situasional dan cara menggunakannya untuk melayani anggota tim dengan lebih baik.

Sambil memimpin tim, Anda mungkin menyadari bahwa berbagai situasi yang ditemui memerlukan tanggapan berbeda. Contohnya, jika tim pemasaran menangani proyek dengan banyak pekerjaan teknis, Anda mungkin perlu melatih tim melalui situasi yang tidak biasa dan bukan sekadar memberikan tugas. Namun, jika tim menangani proyek yang serupa dengan yang dikerjakan sebelumnya, Anda bisa lebih santai dalam peran kepemimpinan Anda.

Menjadi pemimpin situasional berarti Anda harus menyesuaikan gaya kepemimpinan Anda dengan situasi yang ada. Dalam panduan ini, kita akan membahas keempat gaya kepemimpinan situasional dan cara menggunakannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang fleksibel dan adaptif. 

Apa itu kepemimpinan situasional?

Kepemimpinan situasional adalah gaya kepemimpinan di mana pemimpin mempertimbangkan tingkat kesiapan anggota tim yang dilayani dan keunikan setiap situasi. Paul Hersey dan Ken Blanchard mengembangkan model kepemimpinan situasional pada 1969 selagi mengerjakan Manajemen Perilaku Organisasi

Pemimpin situasional membantu memaksimalkan potensi tim dengan menciptakan lingkungan kerja yang demokratis, serta mendorong kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas.

Bagaimana cara kerja kepemimpinan situasional?

Pendekatan kepemimpinan situasional dapat membantu mengembangkan hubungan dengan anggota tim karena Anda akan menyesuaikan gaya kepemimpinan Anda dengan tingkat perkembangan mereka. Setiap anggota tim membutuhkan tingkat keterlibatan langsung yang khusus dan kepemimpinan berbasis komunikasi. Anda berhak menilai keterampilan, kepercayaan diri, dan motivasi anggota tim, serta menentukan jenis gaya kepemimpinan apa yang harus digunakan.

Semua anggota tim memiliki kemampuan, tingkat kepercayaan diri dan motivasi yang berbeda saat bekerja. Jika menggunakan gaya kepemimpinan yang sama untuk semuanya, beberapa anggota tim akan memanfaatkan kepemimpinan Anda, sementara lainnya akan merasa kurang dilayani. Metode kepemimpinan situasional bersifat fleksibel dan memungkinkan Anda menyesuaikan gaya kepemimpinan untuk memenuhi kebutuhan semua anggota.

Baca: Teori Kontingensi Fiedler: Mengapa kepemimpinan tidak seragam

4 gaya kepemimpinan situasional

Ada empat gaya kepemimpinan yang Anda dapat gunakan bergantung pada siapa yang dikelola dan kapan. Anda dapat menempatkan gaya kepemimpinan berbeda ini di sepanjang grafik yang menampilkan tingkat perilaku direktif disandingkan dengan tingkat perilaku suportif. 

jenis gaya kepemimpinan situasional

Perilaku direktif adalah ruang lingkup di mana Anda memberi tahu anggota tim apa yang harus dilakukan, cara melakukannya, di mana itu perlu dilakukan, dan kapan itu perlu diselesaikan. Perilaku suportif adalah ruang lingkup di mana Anda berkomunikasi dengan anggota tim, aktif mendengarkan mereka, dan mengapresiasi progres terkait tugas. 

Mencocokkan tingkat perilaku suportif Anda dengan tingkat perilaku mengarahkan yang sama menentukan jenis gaya kepemimpinan situasional apa yang Anda gunakan. 

1. Mengarahkan

Gaya 1 adalah gaya kepemimpinan situasional yang mengarahkan, dikenal juga sebagai memandu atau menyuruh. Saat mengarahkan, tingkat perilaku mengarahkannya tinggi, sementara tingkat perilaku suportifnya rendah. Gaya kepemimpinan ini paling efektif saat anggota tim membutuhkan pengawasan ketat oleh Anda sebagai pemimpin, baik karena mereka kurang berpengalaman atau berkomitmen pada tugas yang ada. 

Skenario: Anggota tim baru bergabung dengan grup dan kurang berpengalaman mengirim email pemasaran kepada calon klien. Mereka tidak terlihat percaya diri menangani proyek itu sendiri karena merupakan proyek pemasaran pertama mereka, sehingga Anda menggunakan gaya kepemimpinan situasional yang mengarahkan untuk memandu mereka di setiap langkah dan memastikan tidak melakukan kesalahan.

2. Membimbing

Gaya 2 adalah gaya kepemimpinan situasional yang melatih, dikenal juga sebagai meyakinkan atau menjelaskan. Saat melatih, tingkat perilaku mengarahkannya tinggi, begitu juga tingkat perilaku suportifnya. Gaya kepemimpinan situasional ini paling efektif untuk pemula yang antusias karena Anda dapat mengamati dan mendukung mereka tanpa pengawasan ketat.

Skenario: Anggota tim bersemangat memperoleh pengalaman dalam pemasaran media sosial meski belum pernah bekerja di bidang itu. Walaupun mereka memiliki pengalaman terbatas, Anda memperbolehkan mereka mengerjakan proyek media sosial sambil mengamatinya agar bisa memperoleh pengalaman terkait tugas. Lalu, Anda memberi mereka umpan balik kinerja setelah proyek selesai.

Baca: Panduan 6 langkah membuat dan mengelola kalender konten media sosial

3. Mendukung

Gaya 3 adalah gaya kepemimpinan situasional yang mendukung, dikenal juga sebagai berpartisipasi atau memfasilitasi. Gaya ini berbeda dari Gaya 1 dan 2 karena berperilaku suportif tinggi dan berperilaku mengarahkan yang rendah, di mana itu membuat tim bersemangat. Gunakan gaya kepemimpinan ini jika anggota tim memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas yang ada tapi kurang yakin atau termotivasi untuk melakukannya dengan sukses. Sebagai pemimpin, Anda bisa mengajukan pertanyaan terbuka untuk menentukan masalahnya dan membantu mencari solusi. 

Skenario: Salah satu anggota tim paling terampil tiba-tiba kurang baik mengerjakan tugas di tempat kerja. Anda menjadi khawatir karena mengetahui mereka lebih mampu dari yang diberikan saat ini. Anda menetapkan gaya kepemimpinan situasional yang mendukung dan mengatur rapat 1:1 dengan anggota ini. Saat mengetahui bahwa masalahnya bersifat pribadi, Anda mendengarkannya dengan teliti dan memberinya hari libur sebelum kembali bekerja secara maksimal. 

Baca: Panduan manajer mencegah burnout pada tim

4. Mendelegasikan

Gaya 4 adalah gaya kepemimpinan situasional yang mendelegasikan, dikenal juga sebagai memberdayakan atau memantau. Gaya ini mencakup perilaku mengarahkan dan suportif rendah karena ini merupakan gaya yang didorong anggota tim. Jika anggota tim berprestasi dan percaya diri, mereka mungkin perlu Anda tidak terlalu repot sebagai pemimpin. Gaya ini mendorong kebebasan bagi anggota tim dan memelihara kepercayaan di antara tim. 

Skenario: Anggota tim yang bekerja dengan Anda selama beberapa tahun mengutarakan bahwa mereka merasa yakin dapat menyelesaikan sendiri proyek mendatang. Dari pengalaman terdahulu, Anda juga tahu mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Anda memutuskan membebaskan mereka untuk bekerja tanpa pengawasan, karena mengetahui mereka akan mendatangi Anda untuk bertanya dan meminta penilaian akhir.

Karakteristik kepemimpinan situasional

Dibutuhkan individu yang fleksibel untuk berperan sebagai pemimpin situasional. Pemimpin yang lebih memilih berpegang pada satu gaya kepemimpinan tidak menyesuaikan pendekatannya bagi anggota tim. Sebagai pemimpin situasional, Anda harus menyesuaikan pendekatan situasional untuk melayani setiap anggota tim dan bekerja keras memimpin dengan contoh.

Karakteristik kepemimpinan situasional

Berwawasan luas

Pemimpin situasional berwawasan luas dan memahami kebutuhan anggota timnya di situasi apa pun. Saat memiliki wawasan luas, Anda dapat menilai apakah anggota tim merasa percaya diri atau khawatir, termotivasi atau bimbang, serta bisa menangani tugas sendiri atau membutuhkan dukungan tambahan. 

Fleksibel

Pemimpin situasional juga harus fleksibel. Setelah mengetahui apa yang anggota tim butuhkan dari Anda, dengan cepat Anda dapat menyesuaikan gaya manajemen guna memenuhi kebutuhan tersebut. Fleksibilitas itu penting karena kemungkinan ada banyak anggota tim memerlukan gaya kepemimpinan situasional yang berbeda. Anda berhak menyesuaikan diri dengan setiap individu. 

Terpercaya

Kepercayaan adalah salah satu karakteristik kepemimpinan situasional terbaik yang Anda miliki. Saat anggota tim mempercayai Anda, mereka berpeluang besar sukses saat bekerja. Anda bisa mendapatkan kepercayaan anggota tim dengan memelihara komunikasi dan mendorong hubungan yang positif. 

Pemecah masalah

Pemimpin situasional unggul dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dibandingkan lainnya. Menjadi pemikir bijaksana berpandangan luas yang bisa memecahkan berbagai masalah saat itu muncul adalah kemampuan yang tidak ternilai. Dengan berpikir cepat dan menggunakan beragam gaya kepemimpinan, Anda dapat memimpin tim meraih kesuksesan. 

Mentor dan pelatih

Melatih adalah gaya kepemimpinan situasional kedua, tapi pemimpin situasional yang baik harus bertindak sebagai pelatih bagi tim setiap saat. Anda harus bisa menyemangati dan memelihara tim sambil mengarahkan mereka dalam pekerjaan sehari-hari. 

Saat memiliki keterampilan kepemimpinan ini, Anda dapat merasa percaya diri karena mengetahui bahwa Anda merupakan pemimpin efektif dan mendukung tim semampu Anda.  

Baca: Cara memimpin dengan contoh menurut seorang pemimpin Asana

Pro dan kontra kepemimpinan situasional

Setiap gaya kepemimpinan memiliki manfaat dan kekurangan. Menyadari kekurangan terkait peran kepemimpinan dapat membantu Anda menjadi pemimpin luar biasa dan mencegah tantangan apa pun yang mungkin dihadapi sebelum itu terjadi.

Pro dan kontra kepemimpinan situasional

Pro: 

  • Meningkatkan produktivitas: Salah satu manfaat kepemimpinan situasional adalah meningkatkan keseluruhan produktivitas di antara anggota tim. Karena setiap anggota tim memiliki tingkat keterampilan dan motivasi berbeda, menggunakan bentuk kepemimpinan yang adaptif memungkinkan Anda untuk mengevaluasi semua anggota secara terpisah dan memaksimalkan hasil kerja mereka. 

  • Berfokus pada anggota tim: Model kepemimpinan situasional ini berfokus pada anggota tim. Menggunakan satu gaya kepemimpinan untuk semua anggota tim itu layaknya mencoba memasukkan semua orang ke dalam satu kotak. Kepemimpinan situasional berkomitmen tinggi pada setiap anggota tim dan memberi mereka ruang sendiri untuk berkembang.

  • Mendukung fleksibilitas: Kepemimpinan situasional mendukung fleksibilitas karena itu membentuk kepemimpinan sesuai tingkat keterampilan, motivasi, dan kepercayaan diri setiap anggota tim. Model kepemimpinan yang kurang fleksibel mungkin tidak mempertimbangkan tingkat motivasi setiap anggota tim, tapi kepemimpinan situasional harus fleksibel guna menghasilkan produktivitas yang lebih baik.

Kontra:

  • Dapat membingungkan: Satu masalah kepemimpinan situasional yaitu dapat membingungkan. Kurangnya keseragaman gaya kepemimpinan dapat membuat anggota tim bingung apa yang harus dilakukan dan kapan. Contohnya, beberapa anggota tim mungkin kesulitan beralih dari tugas langsung sepenuhnya selama seminggu ke tugas yang sepenuhnya dipercayakan minggu depannya. Anda dapat mencegah adanya kebingungan dengan menanyakan anggota tim gaya kepemimpinan situasional apa yang diinginkan. 

  • Berfokus pada gol jangka pendek: Anggota tim yang memilih berfokus pada gol jangka panjang mungkin tidak memanfaatkan kepemimpinan situasional karena itu berfokus pada gol jangka pendek. Saat beralih gaya kepemimpinan, Anda harus berfokus pada tugas yang ada, daripada tugas atau gol yang direncanakan berbulan-bulan sebelumnya. Anggota tim bisa saja khawatir jika tidak mengetahui gaya kepemimpinan Apa yang akan ditemui minggu atau bulan depan. Jika anggota tim membutuhkan perencanaan jangka panjang, Anda dapat mencari jalan tengahnya dengan merencanakan tugas sebelumnya dan mendiskusikan gaya kepemimpinan apa yang diinginkan untuk setiap tugas mendatang. Memberi tahu tim bahwa Anda bebas mengubah gaya kepemimpinan jika diperlukan dapat menenangkan mereka. 

  • Pemimpin bertanggung jawab: Kepemimpinan situasional memberi Anda tanggung jawab sebagai pemimpin untuk memutuskan jenis gaya apa yang harus ditetapkan dan kapan. Model ini bisa membuat stres karena Anda harus fleksibel dan dapat beradaptasi setiap saat. Anda juga perlu menilai emosi, keterampilan kerja dan sosial orang lain guna menentukan kebutuhan kepemimpinan mereka. 

Untuk meringankan beban Anda, coba kenali masing-masing anggota tim. Setelah mengenal mereka lebih dekat, Anda bisa saja menyadari bahwa gaya kepemimpinan mereka tetap sama. Walaupun sesekali setiap anggota tim mungkin memerlukan perubahan gaya, sebagian besar dari mereka memiliki preferensi gaya komunikasi

Gunakan kepemimpinan situasional untuk memenuhi kebutuhan tim Anda

Kepemimpinan situasional bersifat fleksibel dan adaptif. Anda dapat memotivasi tim untuk bekerja lebih baik dengan menyesuaikan gaya kepemimpinan Anda demi kebutuhan mereka. 

Menggunakan perangkat lunak manajemen proyek bisa menjadi cara terbaik untuk memantau progres anggota tim dan lebih memahami kapabilitas setiap anggota. Anda juga dapat menggunakan alat manajemen proyek untuk memberi umpan balik dan memelihara lingkungan komunikatif.

Coba Asana untuk manajemen proyek

Sumber daya terkait

Artikel

Why 1:1 meetings are crucial to your team’s success