Buat gol SMART yang lebih baik dengan kiat dan contoh ini

Headshot kontributor Julia MartinsJulia Martins8 Januari 20217 menit baca
facebooktwitterlinkedin
Buat gol SMART yang lebih baik - gambar header
Coba Asana sekarang

Setiap tim yang memiliki pencapaian fenomenal terlebih dahulu harus menetapkan gol untuk meraihnya. Tim yang menetapkan gol dapat melakukan hal hebat seperti menyembuhkan penyakit, membuat  peralatan yang lebih efisien dan berkelanjutan, atau membuat laut lebih aman untuk paus dan lumba-lumba. Ketika menetapkan gol, kita dapat memvisualisasikan tujuan yang diinginkan dan melakukan upaya terbaik untuk meraihnya.

Tetapi, mencapai gol yang ambisius bukan semata meraih hal hebat, Anda juga membutuhkan cara untuk meraihnya. Di sinilah gol SMART berperan. SMART adalah akronim yang dapat membantu Anda menentukan dan menetapkan gol yang hebat. Dengan SMART, Anda dapat memastikan setiap gol, mulai gol proyek hingga tujuan perusahaan yang lebih besar, memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk mencapainya. Begini caranya.

Apa itu gol SMART?

SMART adalah akronim untuk membantu Anda membuat gol yang jelas, dapat difalsifikasi, dan dapat dicapai. SMART singkatan dari:

  • Specific (Spesifik)

  • Measurable (Terukur)

  • Achievable (Dapat dicapai)

  • Realistic (Realistis)

  • Time-bound (Terikat waktu)

Gol SMART

Akronim SMART adalah pintasan untuk menetapkan gol yang hebat karena mencakup segala hal yang Anda butuhkan untuk meraih kesuksesan. Berikut cara membedahnya dan mendekati setiap bagiannya:

Specific (Spesifik)

Ingat, Anda menetapkan gol SMART untuk mencapai tujuan spesifik, bukan tujuan yang luas. Anda tidak ingin sembarang inisiatif yang sukses, Anda ingin proyek spesifik itu sukses. Untuk memastikan Anda dapat mencapainya, pastikan gol itu spesifik bagi pekerjaan yang dilakukan.

Measurable (Terukur)

Huruf "M" di SMART adalah singkatan dari measurable (terukur) yang membantu Anda mengevaluasi kesuksesan atau kegagalan proyek. Gol harus memiliki semacam cara objektif untuk mengukurnya seperti batas waktu, angka, persentase perubahan, atau elemen terukur lainnya.

Achievable (Dapat dicapai)

Anda tidak ingin gol yang mudah dicapai. Namun, pastikan Anda juga menetapkan gol yang dapat dicapai. Achievable (dapat dicapai) artinya tidak menetapkan gol yang tidak memungkinkan untuk dicapai. Tanyakan pada diri sendiri, apakah gol itu berada dalam ruang lingkup proyek? Jika tidak, maka itu tidak dapat dicapai.

Bagaimana dengan gol ambisius?

Gol ambisius adalah gol yang sengaja dibuat menantang. Misalnya, jika Anda biasanya mendapatkan 30.000 pengunjung bulanan di situs web, gol ambisiusnya yakni mendapatkan 50.000 pengunjung bulanan. Itu peningkatan besar! Tapi, gol ambisius ini masih memungkinkan untuk dicapai. Pastikan Anda membuat gol ambisius yang menantang, bukan yang tidak dapat dicapai, seperti misalnya, menetapkan target yang semula 30.000 menjadi 300.000 pengunjung bulanan.

Realistic (Realistis)

Huruf "A" dan "R" dari SMART ini berkaitan erat. Selain menetapkan gol yang Achievable (dapat dicapai), Anda juga harus menetapkan gol yang Realistic (realistis). Misalnya, gol dapat dicapai, tetapi untuk mencapainya, setiap anggota tim harus bekerja lembur selama enam minggu berturut-turut. Meskipun mungkin dapat dicapai, gol itu tidak realistis. Pastikan gol memenuhi keduanya dengan membuat  rencana manajemen sumber daya yang jelas.

Time-bound (Terikat waktu)

Gol SMART Anda harus memiliki tanggal akhir. Tanpa ada batasan waktu, proyek menjadi molor, memiliki metrik kesuksesan yang tidak jelas, dan mengalami scope creep. Jika belum, pastikan Anda menguraikan dengan jelas linimasa proyek.

Apa manfaat gol SMART?

Memastikan gol penting memiliki semua komponen SMART mungkin akan lebih memakan waktu daripada menetapkan gol biasa. Tetapi, manfaat yang Anda dapatkan dari gol SMART lebih besar daripada waktu tambahan yang dihabiskan untuk proses menetapkan gol. Gol seharusnya tidak menjadi sesuatu yang Anda tetapkan dan lupakan begitu saja. Gol adalah bagian penting dari proses perencanaan proyek. Dengan menetapkan gol SMART, Anda dan tim akan memiliki:

  1. Komunikasi yang jelas dan keselarasan.  Ketika tim proyek Anda tahu persis yang dikerjakan, mereka lebih termotivasi dan selaras sebagai tim. Anggota tim yang mengetahui bagaimana pekerjaannya berkontribusi bagi gol perusahaan secara luas akan  2x lipat lebih termotivasi dibandingkan rekan-rekan mereka sehingga menetapkan dan membagikan gol SMART dapat membantu meningkatkan motivasi seluruh tim.

  2. Kejelasan ke arah kesuksesan proyek. Pernahkah Anda menyelesaikan suatu proyek dan tidak begitu tahu apakah gol proyek tercapai atau tidak? Gol SMART membantu menetapkan gol yang jelas sehingga dapat menghindari penggunaan bahasa yang tidak jelas atau membingungkan.

  3. Peta jalan & garis akhir yang jelas. Dengan gol SMART, Anda tahu persis hal yang ingin dicapai dan jangka waktu yang diharapkan untuk mencapainya. Anda telah membuktikan gol ini realistis dan dapat dicapai. Lalu, Anda akan dapat mengukurnya untuk melihat apakah Anda dapat mencapainya atau tidak.

  4. Metrik yang dapat dilacak.  Ketika Anda menyelesaikan proyek, gol SMART membantu mengevaluasi kesuksesannya. Jangan menyalahkan diri sendiri jika Anda tidak mencapainya. Pada kenyataannya, di Asana, kita menargetkan untuk mencapai sekitar 70% dari gol. Dengan begitu, kita tahu bahwa kita sedang menetapkan gol yang menantang, tetapi memungkinkan untuk dicapai. Baik Anda mencapai gol maupun tidak, gol SMART dapat membantu mengevaluasi gol, dan Anda dapat mempelajari dari itu.

5 contoh gol SMART

Siap memulai? Sebelum Anda membuat gol SMART sendiri, berikut lima contoh gol SMART dan cara setiap gol memenuhi kriteria SMART.

1. Gol Bisnis

  • Contoh:  Menghasilkan setidaknya tiga jenis aset pemasaran skala besar yang berbeda (mis., eBook, webinar, video, satu atau dua halaman brosur perjualan) per bulan di Q1.

  • Mengapa ini SMART: Gol ini spesifik (aset pemasaran skala besar), terukur (tiga jenis berbeda), dapat dicapai dan realistis (tergantung pada jumlah anggota tim proyek yang ada, tetapi kita anggap itu cukup untuk menghasilkan tiga aset per bulan), dan terikat waktu (per bulan di Q1).

2. Gol tim

  • Contoh: Tim produk akan bermitra dalam lima proyek lintas fungsi yang berfokus pada pengujian kegunaan, survei pelanggan, pemasaran pelanggan, atau penelitian dan pengembangan selama paruh pertama FY22.

  • Mengapa ini SMART: Gol ini spesifik (proyek yang berfokus pada pengujian kegunaan, survei pelanggan, pemasaran pelanggan, atau penelitian dan pengembangan), terukur (lima proyek lintas fungsi), dapat dicapai (lima proyek dalam enam bulan), realistis (proyek menjangkau seluruh tim produk), dan terikat waktu (selama paruh pertama FY22).

3. Gol profesional

  • Contoh: Selama tahun 2021, saya akan mengembangkan keterampilan manajemen saya melalui mentoring, dengan setidaknya dua peserta dari Grup Sumber Daya Pegawai perusahaan kami atau jaringan alumni saya.

  • Mengapa ini SMART: Gol ini spesifik (keterampilan manajemen melalui mentoring), terukur (setidaknya dua peserta), dapat dicapai dan realistis (orang ini telah memberi dua cara berbeda untuk menemukan peserta mentoring</>), dan terikat waktu (selama 2021).

4. Gol pribadi

  • Contoh: Saya akan berlatih untuk menyelesaikan San Diego Half Marathon pada bulan Maret dalam waktu kurang dari dua jam.

  • Mengapa ini SMART: Gol ini spesifik (San Diego setengah jarak maraton), terukur (selama kurang dari dua jam), dapat dicapai (dua jam adalah langkah yang ambisius, tetapi dapat dilakukan sebagian besar pelari dengan latihan yang tepat), realistis (orang ini telah menetapkan akan berlatih untuk persiapan setengah jarak maraton), dan terikat waktu (Maret).

5. Gol nirlaba

  • Contoh: Kami akan memberikan 100 jam les matematika dan sejarah gratis untuk siswa sekolah menengah selama bulan Februari.

  • Mengapa ini SMART: Gol ini spesifik (mengajarkan matematika dan sejarah kepada siswa-siswi sekolah menengah), terukur (100 jam), dapat dicapai dan realistis (tergantung pada jumlah sukarelawan yang dimiliki organisasi nirlaba), dan terikat waktu (selama bulan Februari).

Baca: Cara membuat rencana strategis untuk organisasi nirlaba Anda (beserta templatnya)Coba Asana untuk organisasi nirlaba

Templat penetapan gol SMART

Saat Anda siap menetapkan gol SMART, mulailah dengan menuliskan gol proyek dalam satu atau dua kalimat. Kemudian terapkan masing-masing dari lima atribut SMART ke gol dan pastikan memenuhi semua kriterianya. Saat Anda siap untuk memulai, gunakan templat ini:

Gol awal: Tuliskan apa pun gol awal Anda. Jangan khawatir bila tidak memenuhi kriteria SMART, kami akan menjelaskannya di templat.

  • Contoh: Saya ingin meningkatkan merek perusahaan kita di media sosial.

Jadikan Spesifik: Apakah gol Anda menjelaskan secara tepat hal yang Anda ingin lakukan? Jika tidak, rangkai ulang kalimatnya agar spesifik untuk proyek khusus Anda.

  • Contoh, lanjutan: Meningkatkan merek perusahaan kita di Instagram dengan tagar khusus perusahaan.

Jadikan Terukur: Sudahkah Anda menetapkan cara mengukur gol setelah proyek selesai? Jika belum, tambahkan cara mengukur kesuksesan atau kegagalan di akhir proyek Anda.

  • Contoh, lanjutan: Mengembangkan tagar khusus perusahaan untuk menghasilkan 1.000 pengikut Instagram baru.

Jadikan Dapat Dicapai: Apakah gol Anda dapat dicapai dengan mempertimbangkan ruang lingkup proyek? Pastikan gol spesifik ini sesuai dengan kemampuan proyek Anda.

  • Contoh, lanjutan: Mengembangkan dan menggunakan tagar khusus perusahaan, beserta tagar populer di industri kita, untuk menarik 1.000 pengikut Instagram baru.

Jadikan Realistis: Dapatkah tim proyek Anda benar-benar meraih gol? Meskipun gol ini ambisius, pastikan gol ini dapat dicapai dengan sumber daya Anda.

  • Contoh, lanjutan: Posting sekali sehari di Instagram, dan pastikan setiap postingan mencantumkan campuran tagar khusus perusahaan dan tagar populer di industri untuk menarik 1.000 pengikut Instagram baru.

Jadikan Terikat Waktu: Kapan Anda akan mencapai gol itu? Pastikan Anda memperjelas tanggal target atau linimasa proyek dalam gol SMART.

  • Contoh, lanjutan: Posting setiap hari kerja di Instagram selama paruh pertama FY22. Pastikan setiap postingan mencantumkan campuran tagar khusus perusahaan dan tagar populer di industri kita untuk menarik 1.000 pengikut Instagram baru pada 30 Juni.

Apa yang harus dilakukan setelah membuat gol SMART

Apakah Anda melacak gol di email, rapat, atau spreadsheet? Jika iya, Anda tidak sendirian. Menurut Laporan Gol Asana, 53% bisnis melacak golnya di email, 36% melacaknya di spreadsheet, dan 31% melacaknya dalam rapat tatap muka.

Tantangan melacak gol adalah menemukan cara menghubungkan gol dengan pekerjaan harian tim. Setelah menghabiskan begitu banyak waktu untuk membuat gol SMART, Anda harus selalu mengingatnya sehingga Anda dapat mencapainya. Di Asana, kami percaya gol harus terkait erat dengan pekerjaan yang terkait dengannya. Berikut cara melakukannya:

1. Bagikan gol SMART Anda dengan pemangku kepentingan proyek dan anggota tim

Pada awal proyek, pastikan Anda membagikan gol SMART ke semua orang yang terlibat dalam pekerjaan tersebut. Gol SMART harus dapat memandu seluruh tim saat mengerjakan hasil akhir proyek sehingga tahu persis apakah Anda sudah mencapai tujuan proyek atau belum.

Cara terbaik melakukannya yakni dengan alat manajemen kerja seperti Asana. Dengan begitu, tim memiliki sumber informasi terpusat dengan semua informasi di tempat yang sama, dari pekerjaan harian hingga gol proyek. Alih-alih menyimpan gol di dokumen, dek, dan tempat lain yang sulit ditemukan, hubungkan gol dengan pekerjaan harian sehingga semua orang termotivasi, fokus, dan memiliki informasi yang sama.

2. Periksa progres secara berkala

Selain membagikan gol SMART dengan tim pada awal proyek, pastikan Anda mengukur progres yang telah dibuat menuju gol secara berkala. Anda tidak ingin mengerjakan proyek dan kemudian mengetahui, pada akhir pekerjaan, Anda telah melewatkan gol. Anda sudah bekerja keras untuk menetapkan gol yang spesifik dan terukur karena suatu alasan. Anda dapat menggunakannya sebagai panduan, dan sesuaikan selama proyek berlangsung jika perlu.

Cara terbaik memeriksa gol SMART Anda secara berkala yakni dengan mengirimkan pembaruan status proyekmingguan. Pembaruan status menjadi cara terbaik bagi Anda untuk menyoroti pekerjaan penting yang dilakukan tim, setiap pencapaian yang akan datang, dan apakah Anda sesuai rencana atau tidak.

3. Evaluasi kesuksesan Anda

Gol SMART memberikan kejelasan proses penetapan gol sehingga Anda dapat mengukur dengan tepat apakah Anda mencapai gol proyek atau tidak. Jika Anda mencapainya, inilah saatnya untuk merayakannya! Bahkan jika Anda tidak mencapainya, memiliki gol yang jelas dan memeriksa gol secara berkala, dapat membantu mengidentifikasi dengan sebaik-baiknya hal yang salah dan hal yang dapat dilakukan secara lebih baik lain kali.

Ingat, tidak mencapai gol tidak berarti proyek gagal total. Anda mungkin telah dengan sengaja menetapkan gol ambisius untuk menantang diri sendiri atau tim. Bahkan jika tidak menetapkan gol ambisius, Anda harus mengevaluasi dengan tenang mengapa melewatkan target itu daripada berpura-pura itu tidak terjadi. Dengan begitu, Anda dapat belajar dari kesalahan dan mengingat pelajaran itu saat menetapkan gol SMART.

Tetapkan gol yang lebih cerdas

Gol SMART dapat membantu tim meraih kesuksesan dengan memberikan kejelasan untuk proses penetapan gol dan manajemen proyek. Ketika tim memiliki kejelasan dan bergerak ke arah yang sama, mereka akan lebih termotivasi dan mengetahui pekerjaan yang harus diprioritaskan.

Ingin menetapkan gol ambisius? Baca tentang caramenetapkan big hairy audacious goals (BHAGs).

Sumber daya terkait

Artikel

7 types of goals to stay organized and focused