Cara membangun keterampilan berpikir kritis Anda dalam 7 langkah (beserta contohnya)

Headshot kontributor Julia MartinsJulia Martins29 September 20217 menit baca
facebooktwitterlinkedin
Gambar banner artikel cara membangun keterampilan berpikir kritis Anda dalam 7 langkah (beserta contohnya)
Coba Asana sekarang

Ringkasan

Berpikir kritis bersifat, sesuai namanya, kritis. Dengan membangun keterampilan ini, Anda meningkatkan kemampuan menganalisis informasi dan mengambil keputusan terbaik. Di artikel ini, kami membahas dasar-dasar berpikir kritis serta tujuh langkah yang dapat Anda gunakan untuk menerapkan proses berpikir kritis sepenuhnya. 

Berpikir kritis bermula dari mengajukan berbagai pertanyaan yang tepat untuk menarik kesimpulan terbaik. Pemikir kritis yang hebat dapat menganalisis informasi dari berbagai sudut pandang untuk mengidentifikasi tindakan terbaik.

Jangan khawatir jika Anda merasa tidak memiliki kemampuan berpikir kritis yang hebat. Di artikel ini, kami akan membantu Anda membangun dasar untuk berpikir kritis sehingga dapat menerima, menganalisis, dan membuat keputusan yang tepat. 

Apa itu berpikir kritis? 

Berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk menarik kesimpulan. Mampu berpikir kritis itu penting di hampir setiap industri dan dapat diterapkan di berbagai posisi jabatan. Ini karena berpikir kritis tidak spesifik subjek. Sebaliknya, ini merupakan kemampuan untuk mengurai informasi, data, statistik, dan detail lain untuk mengidentifikasi solusi yang terbaik. 

Mengembangkan keterampilan berpikir kritis Anda dapat meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah, meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan berbasis data, dan memberi metodologi untuk mengatasi masalah yang kompleks. Pemikir kritis yang baik merasa nyaman dengan ambiguitas dan mau mempertanyakan asumsi mereka untuk menarik kesimpulan terbaik.

8 keterampilan berpikir kritis terbaik

Seperti kebanyakan keterampilan lunak, berpikir kritis bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari di kelas. Sebaliknya, keterampilan ini terdiri dari berbagai keterampilan interpersonal dan analitis. Mengembangkan keterampilan berpikir kritis lebih tentang belajar berpikir terbuka dan menggunakan pemikiran analitis ke dalam proses membingkai masalah

Tanpa urutan khusus, delapan keterampilan berpikir kritis terpenting adalah:

  1. Berpikir analitis: Bagian dari berpikir kritis adalah mengevaluasi data dari berbagai sumber untuk menarik kesimpulan terbaik. Berpikir analitis memungkinkan orang mengesampingkan bias dan berusaha mengumpulkan serta mencerna informasi untuk menarik kesimpulan terbaik. 

  2. Pikiran terbuka: Keterampilan berpikir kritis ini membantu Anda menganalisis dan memproses informasi untuk menarik kesimpulan yang tidak bias. Bagian dari proses berpikir kritis adalah mengesampingkan bias pribadi dan menarik kesimpulan berdasarkan semua informasi. 

  3. Penyelesaian masalah: Karena berpikir kritis menekankan pada menarik kesimpulan terbaik berdasarkan semua informasi yang ada, ini adalah bagian penting dari penyelesaian masalah. Jika digunakan dengan benar, berpikir kritis membantu Anda menyelesaikan masalah apa pun, mulai dari tantangan di tempat kerja hingga kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. 

  4. Regulasi diri: Regulasi diri mengacu pada kemampuan mengatur pikiran Anda dan mengesampingkan semua bias pribadi untuk menarik kesimpulan terbaik. Untuk menjadi pemikir kritis yang efektif, Anda perlu mempertanyakan informasi yang dimiliki dan keputusan yang dipilih. Dengan begitu, Anda dapat menarik kesimpulan terbaik. 

  5. Observasi: Keterampilan observasi membantu para pemikir kritis melihat hal-hal di luar nilai nominal. Untuk menjadi pemikir kritis, Anda harus terbuka dengan banyak sudut pandang dan dapat menggunakan keterampilan observasi untuk mengidentifikasi potensi masalah.

  6. Interpretasi: Tidak semua data dibuat sama, dan para pemikir kritis pun tahu akan hal ini. Selain mengumpulkan informasi, Anda harus mengevaluasi informasi yang penting dan relevan dengan situasi. Dengan begitu, Anda bisa menarik kesimpulan terbaik dari data yang dikumpulkan. 

  7. Evaluasi: Ketika Anda mencoba menjawab pertanyaan sulit, jarang ada jawaban yang jelas. Meskipun berpikir kritis menekankan agar Anda mengesampingkan bias, Anda harus mampu membuat keputusan dengan percaya diri berdasarkan data yang ada. 

  8. Komunikasi: Setelah keputusan dibuat, Anda juga perlu membagikan keputusan ini dengan pemangku kepentingan lainnya. Komunikasi di tempat kerja yang efektif mencakup menyajikan bukti dan mendukung kesimpulan Anda, terutama jika ada berbagai kemungkinan solusi yang berbeda. 

Tingkatkan komunikasi tim dengan Asana

7 langkah untuk berpikir kritis

Berpikir kritis adalah keterampilan yang dapat dibangun dengan mengikuti tujuh langkah ini. Tujuh langkah untuk berpikir kritis membantu memastikan agar Anda mendekati masalah dari sudut yang tepat, mempertimbangkan setiap alternatif, dan menarik kesimpulan yang tidak bias.

Baca: Berpikir konvergen vs. divergen: Menemukan keseimbangan yang tepat

 Hal pertama: Kapan menggunakan 7 langkah proses berpikir kritis

Ada banyak hal dalam proses berpikir kritis penuh, dan tidak setiap keputusan perlu dipikirkan dengan matang. Terkadang cukup dengan mengesampingkan bias, kemudian mendekati proses secara logis. Dalam kasus lain yang lebih kompleks, cara terbaik untuk mengidentifikasi hasil yang ideal yaitu melalui seluruh proses berpikir kritis. 

Tujuh langkah proses berpikir kritis ini berguna untuk keputusan kompleks dalam ranah yang Anda kurang kenal. Atau, tujuh langkah berpikir kritis dapat membantu melihat masalah yang Anda sudah kenal dari sudut yang berbeda tanpa bias. 

Jika Anda harus membuat keputusan yang tidak terlalu kompleks, pertimbangkan strategi penyelesaian masalah lain. Matriks keputusan adalah cara terbaik untuk mengidentifikasi opsi terbaik di antara pilihan yang berbeda. Lihat artikel kami tentang 7 langkah untuk membuat matriks keputusan.

1. Identifikasi masalah

Sebelum menerapkan keterampilan berpikir kritis, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi masalah yang akan diselesaikan. Langkah ini mencakup melihat masalah dari beberapa sudut pandang yang berbeda dan mengajukan pertanyaan, seperti: 

  • Apa yang sedang terjadi? 

  • Kenapa hal ini terjadi? 

  • Apa asumsi yang saya buat? 

  • Secara sekilas, bagaimana saya pikir kita bisa menyelesaikan masalah ini? 

Bagian penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis Anda adalah belajar cara menarik kesimpulan yang tidak bias. Untuk melakukannya, pertama-tama Anda harus tahu bias yang dimiliki saat ini. Apakah seseorang di tim Anda berpikir mereka tahu jawabannya? Apakah Anda membuat asumsi yang belum tentu benar? Mengidentifikasi detail ini membantu Anda dalam prosesnya nanti. 

2. Riset

Pada titik ini, Anda mungkin memiliki gambaran umum tentang masalahnya. Tetapi, untuk menemukan solusi terbaik, Anda perlu mempelajari lebih dalam. 

Selama proses riset, kumpulkan informasi yang berkaitan dengan masalah, termasuk data, statistik, riwayat informasi proyek, input tim, dan lainnya. Pastikan Anda mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, terutama jika sumber tersebut bertentangan dengan gagasan pribadi Anda seputar masalahnya atau cara menyelesaikannya.

Mengumpulkan berbagai informasi itu sangat penting untuk kemampuan Anda menerapkan proses berpikir kritis. Jika tidak mendapatkan informasi yang cukup, kemampuan Anda untuk membuat keputusan akhir akan terpengaruh. Ingat, berpikir kritis berarti membantu Anda mengidentifikasi kesimpulan terbaik yang objektif. Jangan mengikuti firasat Anda, tetapi lakukan riset untuk menemukan opsi terbaik.

3. Tentukan relevansi data

Sama pentingnya dengan mengumpulkan berbagai informasi, Anda harus menentukan seberapa relevan sumber informasi yang berbeda. Bagaimanapun, hanya karena data tersedia, bukan berarti itu relevan. 

Setelah Anda mengumpulkan semua informasi, saring informasi yang tidak diperlukan dan identifikasi informasi yang relevan. Menyatukan semua informasi dan menentukan pentingnya membantu mempertimbangkan berbagai sumber data dan menarik kesimpulan terbaik nantinya dalam proses berpikir kritis. 

Untuk menentukan relevansi data, tanyakan pada diri Anda:

  • Seberapa andal informasi ini? 

  • Seberapa penting informasi ini? 

  • Apakah informasi ini sudah tidak relevan? Apakah itu khusus dalam bidang tertentu? 

4. Ajukan pertanyaan

Salah satu bagian paling berguna dari proses berpikir kritis adalah menarik keputusan tanpa bias. Untuk melakukannya, Anda perlu menghentikan proses sejenak dan mempertanyakan asumsi yang dibuat. 

Kita semua memiliki bias dan itu tidak selalu berarti buruk. Bias bawah sadar (juga dikenal sebagai bias kognitif) sering berfungsi sebagai pintasan mental untuk menyederhanakan penyelesaian masalah dan membantu pengambilan keputusan. Tetapi, bahkan ketika bias itu pada dasarnya tidak buruk, Anda harus tetap menyadari bias Anda untuk mengesampingkannya saat diperlukan. 

Sebelum membuat solusi, tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah saya membuat asumsi tentang informasi ini? 

  • Apakah ada variabel tambahan yang belum saya pertimbangkan? 

  • Sudahkah saya mengevaluasi informasi dari setiap sudut pandang? 

  • Adakah sudut pandang yang saya lewatkan? 

Baca: 19 bias implisit yang harus diatasi untuk membantu mendorong inklusivitas

5. Identifikasi solusi terbaik

Akhirnya, Anda sudah siap untuk menarik kesimpulan. Untuk mengidentifikasi solusi terbaik, buat hubungan antara sebab dan akibat. Gunakan fakta yang sudah Anda kumpulkan untuk mengevaluasi kesimpulan yang paling objektif. 

Ingatlah bahwa mungkin ada lebih dari satu solusi. Seringkali, masalah yang Anda hadapi kompleks dan rumit. Proses berpikir kritis tidak selalu menghasilkan solusi yang jelas. Sebaliknya, proses tersebut membantu Anda memahami berbagai variabel yang berperan sehingga dapat membuat keputusan yang tepat. 

6. Tunjukkan solusi Anda

Komunikasi adalah keterampilan utama bagi para pemikir kritis. Tidak hanya untuk diri sendiri, Anda juga perlu membagikan kesimpulan dengan pemangku kepentingan proyek lainnya. Jika ada banyak solusi, tunjukkan semuanya. Mungkin ada kasus saat Anda menerapkan satu solusi, lalu mengujinya untuk melihat apakah itu berhasil sebelum menerapkan solusi lain. 

7. Analisis keputusan Anda

Tujuh langkah proses berpikir kritis membuahkan hasil, dan kemudian Anda harus menerapkan solusi itu. Setelah Anda menerapkan keputusan, evaluasi apakah keputusan itu efektif atau tidak. Apakah itu menyelesaikan masalah awal? Pelajaran apa, baik positif maupun negatif, yang dapat Anda ambil dari pengalaman ini untuk meningkatkan berpikir kritis Anda ke depannya? 

Tergantung pada cara tim Anda membagikan informasi, pertimbangkan untuk mendokumentasikan pelajaran yang diambil dalam sumber informasi terpusat. Dengan begitu, anggota tim yang membuat keputusan serupa atau terkait di masa depan dapat memahami alasan Anda membuat keputusan itu dan hasilnya. 

Laporkan ke seluruh tim dan proyek dengan Asana

Contoh berpikir kritis di tempat kerja

Bayangkan Anda bekerja di desain pengalaman pengguna (UX). Tim Anda fokus pada penetapan harga dan pengemasan serta memastikan pelanggan memahami dengan jelas berbagai layanan yang ditawarkan perusahaan. Berikut cara menerapkan proses berpikir kritis di tempat kerja dalam tujuh langkah: 

Mulailah dengan mengidentifikasi masalah

Kinerja halaman harga Anda saat ini tidak sebaik yang diinginkan. Anda mendengar dari pelanggan bahwa layanan Anda kurang jelas, dan halaman tersebut tidak menjawab pertanyaan mereka. Halaman ini sangat penting bagi perusahaan Anda karena di situlah pelanggan mendaftar layanan. Anda dan tim memiliki beberapa asumsi tentang mengapa kinerja halaman Anda saat ini tidak baik. Tetapi, Anda memutuskan untuk menerapkan proses berpikir kritis untuk memastikan mengambil keputusan terbaik untuk halaman tersebut. 

Kumpulkan informasi tentang bagaimana masalah itu muncul

Bagian dari mengidentifikasi masalah ini mencakup memahami bagaimana masalah itu muncul. Halaman harga dan pengemasan itu penting. Jadi, ketika tim awalnya mendesain halaman tersebut, mereka pasti sudah banyak memikirkannya. Sebelum Anda mulai meneliti cara meningkatkan halaman, tanyakan pada diri Anda: 

  • Mengapa Anda mendesain halaman harga seperti itu? 

  • Pemangku kepentingan mana yang perlu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan? 

  • Di mana pengguna mengalami masalah di halaman?

  • Adakah fitur yang saat ini berfungsi?

Kemudian, lakukan riset

Selain memahami riwayat halaman harga dan pengemasan, Anda harus memahami hal yang berfungsi dengan baik. Bagian dari riset ini adalah melihat tampilan halaman harga kompetitor Anda. 

Tanyakan pada diri sendiri: 

  • Bagaimana kompetitor kita mengatur halaman harga mereka?

  • Adakah praktik terbaik halaman harga? 

  • Bagaimana warna, penentuan posisi, dan animasi memengaruhi navigasi? 

  • Adakah tata letak halaman standar yang ingin dilihat pelanggan? 

Atur dan analisis informasi

Anda sudah mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan. Sekarang Anda perlu mengatur dan menganalisisnya. Jika ada, tren apa yang Anda lihat? Adakah informasi yang sangat relevan atau penting yang harus dipertimbangkan? 

Ajukan pertanyaan terbuka untuk mengurangi bias

Dalam hal berpikir kritis, Anda harus menemukan dan mengesampingkan bias sebanyak mungkin. Tanyakan pada diri sendiri:

  • Asumsi apa yang saya buat? 

  • Adakah yang saya lewatkan? 

  • Sudahkah saya terhubung dengan pemangku kepentingan yang tepat? 

  • Adakah sudut pandang lain yang harus saya pertimbangkan? 

Tentukan solusi terbaik untuk tim Anda

Anda kini mendesain halaman harga terbaik. Bergantung pada kerumitan desain, Anda mungkin ingin mendesain beberapa opsi untuk ditampilkan kepada sekelompok kecil pelanggan atau tes A/B di situs web langsung.

Tunjukkan solusi Anda kepada pemangku kepentingan

Berpikir kritis dapat membantu Anda dalam setiap elemen kehidupan. Namun, di tempat kerja, Anda juga harus melibatkan pemangku kepentingan proyek utama. Pemangku kepentingan membantu Anda menentukan langkah selanjutnya, seperti apakah menguji A/B halaman terlebih dahulu. Tergantung pada kerumitan masalahnya, pertimbangkan untuk mengadakan rapat atau membagikan laporan status agar semua orang memiliki informasi yang sama. 

Analisis hasil

Tidak ada proses yang lengkap tanpa mengevaluasi hasilnya. Setelah halaman baru ditayangkan untuk jangka waktu tertentu, evaluasi apakah kinerja halaman tersebut lebih baik dari sebelumnya. Apa yang berhasil? Apa yang tidak? Langkah ini juga membantu Anda membuat keputusan kritis yang lebih baik nantinya.

Sukses dengan kritis 

Membangun keterampilan berpikir kritis membutuhkan waktu. Tetapi, dengan upaya dan kesabaran, Anda dapat menerapkan pikiran analitis yang tidak bias pada situasi apa pun. Berpikir kritis merupakan salah satu dari banyak keterampilan lunak yang menjadikan Anda seorang anggota tim, manajer, dan pekerja yang efektif. Jika Anda ingin mengasah keterampilan lebih lanjut, baca artikel kami tentang 25 keterampilan manajemen proyek penting yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan

Sumber daya terkait

Artikel

Persönlichkeitstest: Diese Methoden stehen zur Verfügung!