Kolaborasi di tempat kerja: 11 cara meningkatkan kinerja tim Anda

Gambar kontributor tim AsanaTeam Asana22 September 202111 menit baca
facebooktwitterlinkedin
Gambar banner artikel kolaborasi di tempat kerja
Coba Asana

Ringkasan

Kolaborasi di tempat kerja dapat mendorong inovasi, menambah produktivitas, dan meningkatkan kepuasan tim. Baca selengkapnya tentang manfaat, tantangan, dan nilai membangun tim kolaboratif di bawah ini.

Di Asana, misi kami adalah membantu manusia berkembang dengan mendorong berbagai tim di dunia untuk bekerja sama dengan mudah. Kolaborasi di tempat kerja meningkatkan kerja tim. Hal ini memungkinkan rekan-rekan tim berbagi keterampilan, talenta, dan ide mereka guna meraih gol bersama. 

Saat dilakukan dengan benar, kolaborasi di tempat kerja dapat memiliki dampak positif pada tim dan organisasi. Kolaborasi dapat meningkatkan efisiensi, inovasi, dan relasi antartim. Dalam artikel ini, kami membahas manfaat dan tantangan ruang kerja kolaboratif, keterampilan apa yang harus dicari dalam tim kolaboratif, dan cara Anda mendukung mereka untuk menciptakan lingkungan kerja yang inovatif dan positif.

Apa itu kolaborasi tim di tempat kerja?

Anda bisa menganggap bahwa kolaborasi adalah pelumas yang membuat kerja tim berjalan. Kolaborasi adalah satu dari tiga strategi yang dibutuhkan untuk mendorong sinergi tim. Dua strategi lainnya yaitu komunikasi dan penetapan norma kelompok.

Kolaborasi di tempat kerja adalah landasan dalam membangun kerja tim yang hebat. Tim kolaboratif bekerja sama untuk bertukar pendapat tentang ide baru, menyelesaikan proyek ambisius, dan meraih gol mereka. Yang jelas, tim kolaboratif adalah tim yang mencapai lebih banyak hal bersama-sama daripada yang dapat dilakukan anggota tim sendiri-sendiri. 

Kolaborasi tim di tempat kerja dapat terlihat sedikit berbeda berdasarkan peran Anda:

  • Untuk pemimpin tim, kolaborasi tim dapat membantu Anda mengalokasikan pekerjaan agar bawahan meraih kesuksesan secara bersamaan, memperluas beragam keterampilan, dan membantu meningkatkan karier mereka.

  • Sebagai kontributor perorangan, kolaborasi tim membantu Anda berkomunikasi dengan tim secara lebih efektif dan bekerja sama untuk menyelesaikan inisiatif hebat.

  • Untuk kolaborator lintas fungsi, kolaborasi tim sangat penting untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar. Tanpa cara bekerja sama dan berkomunikasi yang jelas, pada akhirnya tim bekerja sendiri-sendiri dan pekerjaan menjadi tidak tertangani.

Saat tim berkolaborasi, hal apa pun mungkin terjadi. 

Baca: 12 kiat komunikasi efektif di tempat kerja

Bagaimana gambaran kolaborasi yang efektif?

Bagaimana gambaran kolaborasi yang efektif?

Inilah beberapa contoh gambaran kolaborasi di tempat kerja.

  • Curah pendapat kelompok: Contoh sempurna dari kolaborasi efektif adalah sesi curah pendapat konvensional. Aktivitas ini memungkinkan semua orang dalam tim menyumbang ide dan memberikan manfaat untuk proyek dengan menciptakan solusi inovatif untuk masalah kompleks.

  • Tim yang beragam: Setiap orang dalam tim memiliki perbedaan dan setiap rekan tim menawarkan keunikan. Membangun tim inklusif dengan berbagai macam talenta, tingkat keterampilan, dan latar belakang (pribadi dan profesional) akan mempererat kolaborasi tim.

  • Komunikasi jujur dan diskusi terbuka: Agar tim dapat bekerja sama dengan efektif, Anda harus bersedia mengajukan pertanyaan, menggali poin-poin spesifik, bahkan berbeda pendapat untuk memajukan pekerjaan. Sekalipun komunikasi terbuka dan jujur tidak selalu menjadi yang termudah, atau ternyaman, menjadi tim kolaboratif berarti berkreasi bersama untuk menciptakan solusi yang lebih baik, mendengarkan masukan anggota tim lain, dan bekerja sama untuk mencapai gol. 

"Dalam organisasi yang kompleks, Anda memerlukan cara agar semua orang tetap memiliki pemahaman yang sama. Apabila Anda membiarkan sekat berkembang karena tidak ada gambaran tingkat organisasi tentang hal yang sedang terjadi adalah cara kerja paling buruk. Asana menyediakan platform tunggal di setiap tim untuk membagikan pekerjaan, berkomunikasi, dan menindaklanjuti satu sama lain." –Bill Crim, CEO, United Way of Salt Lake

Nilai-nilai utama tim kolaboratif

Tim kolaboratif yang sukses mengandalkan nilai-nilai berikut:

  • Kejelasan: Komunikasi yang jelas adalah kunci. Sekalipun tim mungkin tidak selalu sepakat, Anda harus mengomunikasikan pendapat, ide, dan prioritas dengan jelas untuk menghindari konflik atau kesalahpahaman yang tidak perlu.

  • Efisiensi: Tingkat kolaboratif tim tidak selalu berkaitan dengan durasi yang mereka habiskan bersama. Efisiensi berarti cara menggunakan waktu. Buat rapat atau laporan selalu singkat dan lugas untuk membantu rekan tim menyelesaikan pekerjaan mereka tepat waktu.

  • Kepositifan: Tidak semua proyek tim akan berjalan lancar. Tim yang dapat mengatasi kegagalan dan memulai proyek baru dengan sikap positif menjadikan kolaborasi sebagai kesuksesan jangka panjang.

  • Kepercayaan: Anggota tim harus merasa nyaman jika Anda ingin mereka menyumbangkan ide dan keterampilan unik. Pastikan tim mengetahui Anda peduli dan percaya akan kemampuan mereka. 

  • Akuntabilitas: Berkomunikasilah dengan tim dan pastikan semua orang bertanggung jawab atas pekerjaan mereka. Jika seseorang melewatkan batas waktu atau tidak memberikan kualitas pekerjaan yang diharapkan, coba temukan masalahnya dan dukung mereka untuk dapat meraih gol pada masa mendatang.

Ingatlah tim yang beragam dapat memperkuat kinerja suatu proyek. Tingkat keterampilan dan kepribadian yang berbeda itu bagus, tapi kolaborasi yang sukses hanya mungkin terjadi saat setiap anggota tim menerima nilai-nilai ini

11 cara meningkatkan kolaborasi tim

Jadi, Anda ingin membangun tim kolaboratif: lalu, apa yang harus dilakukan? Meningkatkan kolaborasi tim tidak sesederhana mengubah tombol "aktif" atau "tidak aktif". Dedikasi dan fokus dibutuhkan untuk mengembangkan keterampilan manajemen proyek. Tetapi, jika Anda siap menuai manfaat dari kolaborasi tim, berikut 11 kiat untuk membantu Anda membangun budaya perusahaan kolaboratif:

1. Pupuk kolaborasi sebagai nilai

Sekalipun terkesan sudah jelas, Anda benar-benar harus menetapkan bahwa kolaborasi penting bagi Anda dan tim. Tidak semua tim menghargai kolaborasi, beberapa tim didorong oleh kompetisi atau kecakapan individu. Luangkan waktu untuk menjelaskan bahwa kolaborasi tim itu penting dan uraikan cara tim mencapainya.

quotation mark
Dengan Asana, seluruh organisasi sangat kolaboratif. Hal itu menghancurkan pemisah antara tim dan proyek, membantu orang menyadari di mana mereka cocok dalam ruang lingkup yang lebih besar.”
Katy Shoemaker, Manajer Hibah, United Way of Salt Lake

2. Tetapkan kesepakatan komunikasi

Salah satu cara membangun dan meningkatkan kolaborasi tim adalah membuat pedoman komunikasi dan kerja sama untuk tim. Ingat: awalnya, kolaborasi itu tidak mudah. Anggota tim yang bekerja sama membutuhkan waktu untuk sepenuhnya merasa nyaman satu sama lain, dan ini bukan masalah. Tapi, dengan berdiskusi dan bersama-sama membuat rencana komunikasi tim, Anda dapat mempermudah proses.

Luangkan waktu untuk menentukan:

  • Apa yang harus dikomunikasikan melalui email?

  • Pesan apa yang harus dikirim melalui sistem olahpesan langsung?

  • Informasi apa yang harus dibagikan melalui alat manajemen proyek?

  • Adakah preferensi hari atau waktu untuk rapat?

  • Jenis pedoman atau aturan komunikasi dan diskusi apa yang harus kita tentukan sebagai tim untuk menciptakan lingkungan yang inklusif?

Mengetahui kapan tidak berkomunikasi juga berguna. Pastikan Anda mengalokasikan waktu untuk pekerjaan dengan fokus tinggi, dan dorong karyawan untuk mengaktifkan mode "Jangan Ganggu" jika perlu atau memblokir kalender mereka untuk menghindari hari-hari rapat yang acak. Di Asana, kami mempraktikkan Rabu Tanpa Rapat yang memberi waktu bagi semua orang, mulai anggota tim terbaru hingga pemimpin eksekutif, untuk fokus bekerja.

quotation mark
Seiring berkembangnya organisasi, komunikasi mulai tersendat. Di Hope for Haiti, kami telah melihat inefisiensi itu menyakiti kami: saat kami tidak dapat berjalan seperti mesin yang diminyaki dengan baik, kami tidak melayani orang sebanyak yang kami bisa, dan berkembang berdasarkan hal itu adalah tanggung jawab kami.”
Skyler Badenoch, CEO, Hope for Haiti

3. Dorong kreasi bersama

Prinsip utama dari kolaborasi tim adalah tim dapat melakukan banyak hal dengan lebih baik secara bersama-sama daripada melakukannya sendirian. Jadi, salah satu cara terbaik untuk mendukung kolaborasi tim adalah mendorong kreasi bersama. Jangan hanya meminta anggota tim bekerja sama dalam suatu proyek. Sebaliknya, adakan sesi curah pendapat, dorong diskusi, dan beri ruang untuk perbedaan pendapat. Kreasi bersama berarti membangun ide bersama, bukan menarik diri untuk mencapai gol sendiri-sendiri.

Kreasi bersama tidak harus langsung. Sesi curah pendapat tidak langsung bisa sangat bermanfaat. Satu cara sederhana untuk berkreasi bersama tim virtual adalah semua orang berkolaborasi di Google Doc. Cukup buka dan jadikan ide satu sama lain sebagai landasan.

quotation mark
Menggunakan Asana berarti berbagi pengetahuan. Semakin banyak fitur yang kami temukan dan perkenalkan ke berbagai tim, semua orang semakin memahami manfaat menggunakan alat ini dan mulai memakainya.”
Usama Khan, Direktur Keuangan, Islamic Relief Canada

4. Dorong komunikasi terbuka…

...dan lakukan dengan sungguh-sungguh. Kolaborasi terjadi saat anggota tim merasa mereka dapat menjadi diri sendiri saat bekerja. Anggota tim harus didorong untuk berpartisipasi, berinovasi, dan berkomunikasi. Alih-alih memendam pendapat atau mengontrol perasaan, mereka dapat menjadi diri sendiri dan menawarkan semua ide hebat yang menyertainya.

Tetapi, komunikasi terbuka juga berarti bahwa, terkadang, orang-orang akan berbeda pendapat. Perbedaan pendapat tidak bertentangan dengan kolaborasi tim. Faktanya, perbedaan pendapat yang sehat dan percakapan terbuka sangat penting untuk menciptakan kolaborasi tim yang sukses.

Baca: Cara memberi dan menerima kritik yang membangun

5. Jadilah teladan

Tanpa pemimpin yang kolaboratif, membangun tim kolaboratif akan sulit. Kolaborasi dimulai dari atas, jadi pastikan Anda selalu menstimulasi kreasi bersama, mendorong komunikasi terbuka, dan meluangkan waktu agar tim berinovasi dan berkolaborasi. Dorong anggota tim untuk menghubungi Anda jika mereka memiliki pertanyaan atau jadwalkan 1:1 untuk waktu rapat tambahan.

quotation mark
Asana memberi saya peluang bekerja bersama orang dalam bisnis ini, mulai dari CEO hingga anggota tim saya dengan cara yang lebih sederhana. Hal itu menjadikan saya pemimpin yang lebih baik.”
Ziv Peled, Direktur Pelanggan, AppsFlyer

6. Alokasikan waktu untuk kebersamaan tim

Kapan terakhir kali tim Anda berkumpul untuk sekadar mengobrol? Aktivitas pembangunan tim bukan hanya cara terbaik mencairkan suasana, tetapi juga kesempatan untuk saling mengenal di luar lingkungan kerja. Apa tujuan hidup kolega Anda? Dari mana asal atasan Anda dan apa pengaruhnya terhadap pengalaman mereka? Apa yang dilakukan rekan tim baru Anda sebelum pekerjaan mereka saat ini? 

Tim yang mengenal satu sama lain di dalam dan di luar lingkungan kerja akan saling memahami dengan lebih baik. Jadi, saat Anda sibuk dengan proyek berikutnya, mereka dapat dengan mudah berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif.

quotation mark
Saya tidak ingin orang merasa burnout. Saya ingin mereka bersikap baik satu sama lain dan menikmati waktu di tempat kerja. Asana membantu kami melakukannya.”
Brett Gurewitz, CEO, Epitaph Records

7. Soroti kerja tim yang sukses

Semua orang sangat suka penghargaan untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik, begitu pula apresiasi bagi anggota tim untuk kerja tim yang sukses. Jika dua anggota tim bekerja sama untuk menghasilkan ide baru atau memimpin inisiatif yang sangat sulit, luangkan waktu untuk memberi mereka pujian. 

Minta anggota tim membagikan kesan tentang pengalaman mereka. Apa yang bekerja dengan baik? Bagaimana mereka berkolaborasi dan bekerja sama untuk mencapai gol? Ini tidak hanya memberi mereka momen atensi yang layak mereka dapatkan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai cetak biru bagi anggota tim lain untuk berkolaborasi di masa mendatang.

quotation mark
Sebelum menggunakan Asana, kami tidak pernah memiliki cara untuk melacak semua pekerjaan lintas fungsi yang berlangsung di sejumlah proyek. Sekarang, kami dapat melihat segala hal secara terperinci dan komitmen sprint kami menjadi sangat jelas.”
Bart Johnston, Manajer Senior Pengembangan Web, Hudl

8. Tawarkan kesempatan bimbingan

Membangun kolaborasi tim adalah keterampilan nonteknis: faktanya, ini adalah kombinasi keterampilan interpersonal dan komunikasi. Setiap anggota tim individu dapat berupaya meningkatkan keterampilan tersebut. Tapi, kadang, sudut pandang eksternal bisa sangat membantu. 

Ada beberapa hal tidak berwujud yang menyertai pengalaman kerja, seperti waktu yang dihabiskan di perusahaan serta pemahaman tentang pasar atau fungsi pekerjaan, dan karyawan baru mungkin ingin belajar lebih banyak hal. Mendorong kesempatan bimbingan dalam perusahaan dapat membantu tim melakukan peningkatan.

quotation mark
Asana memungkinkan kami melihat jumlah keseluruhan pekerjaan yang sebenarnya dilakukan, serta kemudian memprioritaskan dan menyusun ulang strategi untuk jenis pekerjaan yang dilakukan.”
Carla De Ciccio, Ahli Strategi Konten, Telfer School of Management

9. Tetapkan gol secara kolaboratif

Bagaimana tim Anda menetapkan gol? Penetapan gol adalah bagian yang sangat penting dari tim; Ini dapat membantu Anda menyelaraskan apa yang penting dan mengupayakan gol tersebut. Gol kerap ditetapkan dari “top-down”, yang berarti kepemimpinan menetapkan gol dan metrik tentang cara mencapainya. Hal ini dapat membantu tim atau perusahaan mencapai gol bersama, tetapi tidak memberi tim kesempatan untuk berkolaborasi dan berinovasi seputar cara mencapai gol tersebut.

Pertimbangkan untuk menetapkan gol hybrid yang memungkinkan tim atau kepemimpinan perusahaan menentukan tujuan utama, tetapi mendorong anggota tim individu untuk menetapkan hasil utama atau KPI mereka terkait cara mereka meraih tujuan tersebut. Anda dapat mengadakan lokakarya atau curah pendapat untuk metrik ini, tetapi memberi ruang bagi anggota tim untuk dilibatkan dalam gol dapat membuat mereka lebih tertarik mencapai gol tersebut.

quotation mark
Asana telah menjadikan kami manajer proyek yang lebih baik karena ini mendorong pola pikir akuntabilitas untuk setiap pegawai.”
Ryan Conlin, Kepala Staf, EarthEnable

10. Bersikap fleksibel

Sebagai pemimpin tim kolaboratif, Anda harus terus beradaptasi dengan berbagai kebutuhan dan praktik rekan tim. Jangan mengharapkan orang dengan latar belakang berbeda mengikuti proses yang sama. Sebaliknya, akui dan dukung gaya unik mereka. Semakin fleksibel strategi untuk mengimplementasikan pekerjaan kolaboratif, semakin mudah tim bekerja.

11. Gunakan alat bersama

Berkolaborasi dalam satu alat bersama adalah cara bekerja sama terbaik dan termudah bagi tim. Saat memiliki sumber informasi terpusat, semua pekerjaan tim dilakukan di tempat yang sama. Pembaruan terkini, file bersama, atau konteks tambahan mudah ditemukan. Dengan mengurangi hambatan untuk bekerja sama dan berkolaborasi, Anda memberdayakan tim untuk melakukan lebih banyak hal bersama dengan mudah.

quotation mark
Tech stack kolaborasi dan komunikasi tim itu penting, bahkan sekarang makin penting karena COVID-19. Berkat pengaturan Asana dan alat lain yang diterapkan sejak hari pertama, kami dapat memulai dengan cepat saat mulai bekerja dari rumah. Tidak ada gangguan dalam alur kerja atau hasil kami.”
Rossa Shanks, Direktur Pemasaran, Dow Jones

Manfaat kolaborasi

5 manfaat kolaborasi tim

Saat dilakukan dengan benar, kolaborasi di tempat kerja dapat memiliki dampak positif pada tim dan organisasi. Kolaborasi dapat meningkatkan efisiensi, inovasi, dan relasi antartim. 

Peningkatan inovasi

Menyatukan rekan tim dapat memicu ide inovatif dan menciptakan solusi untuk masalah kompleks yang mungkin tidak terjadi jika mereka sendirian. 

Ingatlah kembali sesi curah pendapat terhebat yang Anda lakukan. Saat itu, tim mungkin memiliki begitu banyak ide baru, menggunakan saran satu sama lain sebagai landasan untuk menghasilkan rencana yang sangat penting. Itulah keajaiban kolaborasi tim. Saat sendirian, tim tidak dapat menemukan solusi yang Anda pilih. Untuk meraih hal yang kalian capai, kalian harus terlibat dan saling memberi informasi secara kreatif.

Baca: Cara menggunakan papan ide untuk kolaborasi tim yang efektif

Tim yang lebih bahagia 

Tim yang berkolaborasi dengan baik akan melaporkan tingkat kepuasan tim yang lebih tinggi. Berkolaborasi pada proyek akan membantu anggota tim akrab, menonjolkan kekuatan dan talenta individu mereka, dan membuat mereka merasa dihargai sebagai bagian dari situasi secara keseluruhan. Tim yang lebih bahagia juga dapat secara langsung memengaruhi kualitas kerja mereka, yang pada akhirnya berdampak pada kesuksesan organisasi.

Baca: Bagaimana semangat kerja tim memengaruhi kinerja pegawai

Keselarasan di tim yang tersebar

Meski lebih sulit dilakukan ketika rekan tim tidak berada di ruang kantor yang sama, kolaborasi tetap penting. Alat kolaborasi yang tepat dapat membantu anggota tim merasa tidak terlalu terisolasi dan lebih merasa menjadi bagian dari organisasi. 

Manfaatkan perangkat lunak kolaborasi agar anggota tim dapat saling memberi informasi secara rutin dan berpartisipasi secara aktif dalam keputusan, sesi curah pendapat, dan distribusi pekerjaan. Sekalipun anggota tim tidak berada di ruangan yang sama, pengalaman kolaboratif ini dapat membuat mereka merasa lebih akrab.

Pengetahuan bersama anggota tim 

Saat anggota tim bekerja sama, mereka terus terlibat dalam pekerjaan satu sama lain. Karena berkontribusi dalam inisiatif atau penyelesaian masalah bersama, anggota tim harus berbagi ide dan mendiskusikan pekerjaan, dan ini menghasilkan peningkatan visibilitas di seluruh tim.

Alur kerja optimal

Meski mungkin memiliki reputasi yang agak buruk, assembly line juga terbukti sangat efisien. Saat tim sukses berkolaborasi, proses di level perusahaan dan alur kerja individu dapat menjadi lebih baik. 

Kolaborasi dapat membuat tim lebih produktif dan meluangkan waktu dalam jadwal mereka untuk tugas lain. Ini dapat memengaruhi pengalaman pelanggan karena tim lebih cepat bertindak saat klien membutuhkan mereka.

Tantangan kolaborasi

Kami telah membahas manfaat kolaborasi tim dan cara agar tim Anda dapat berkolaborasi dengan mudah. Dan, sekalipun kolaborasi yang dilakukan dengan benar tidak berdampak negatif, ada beberapa jebakan yang dapat Anda hadapi saat mengimplementasikan strategi ini. 

Pemimpin tim yang menyadari adanya tantangan akan merasa lebih mudah mendukung rekan tim saat mereka mulai kesulitan. Berikut beberapa tantangan yang dihadapi tim:

Penerapan lambat

  • Masalah: Tim Anda lambat dalam menerapkan beberapa kebijakan baru dan menggunakan beberapa alat kolaborasi baru.

  • Solusi: Pastikan Anda memulai dari hal kecil. Anda sebaiknya mengimplementasikan satu alur kerja atau proyek untuk memahami proses dan alat baru. Memiliki pegawai berprestasi yang dapat membimbing pegawai lain dalam proses penerapan juga berguna. Di Asana, kami telah mengembangkan Asana Way of Change untuk membantu tim berhasil mengimplementasikan praktik baru.

Membuat ruang untuk semua orang

  • Masalah: Anggota tim yang pemalu atau kurang percaya diri mungkin kesulitan di lingkungan kerja kolaboratif. Meski masukannya dihargai, mereka mungkin merasa kurang tertarik untuk membagikan atau menyumbangkan ide unik karena takut gagal atau ditolak kelompok. 

  • Solusi: Para pemimpin dapat mengatasinya dengan menetapkan pedoman pertemuan dan percakapan inklusif yang menciptakan ruang bagi mereka yang cenderung lebih pendiam. Tim Anda juga harus tahu bahwa kegagalan bukanlah momok, tetapi peluang untuk berkembang. Hal ini akan cukup melegakan rekan tim yang kurang percaya diri dengan ide, kemampuan, dan talenta mereka.

Baca: 19 bias implisit yang harus diatasi untuk membantu mendorong inklusivitas

Terlalu banyak informasi

  • Masalah: Agar tim bekerja sama dengan efektif, mereka harus mengetahui tempat untuk menemukan banyak hal. Kolaborasi di tempat kerja yang mulus hanya terjadi ketika semua informasi tersedia dan tertata, bukan tersebar di berbagai platform, atau, yang lebih parah, akun pribadi. 

  • Solusi: Gunakan alat manajemen kerja yang menyimpan semua file dan aplikasi lain di satu tempat dan memungkinkan Anda mengetahui secara pasti siapa melakukan apa hingga kapan, misalnya, Asana. Alat manajemen kerja tidak hanya akan mengurangi peralihan aplikasi, tetapi juga lebih memudahkan tim untuk menemukan, mengomentari, dan berkolaborasi untuk informasi atau pada tugas  

Terlalu banyak pemberitahuan

  • Masalah: Setelah semua orang terhubung, kotak masuk Anda terus "berbunyi" karena informasi baru, dan Anda hampir tidak bisa menyelesaikan pekerjaan. 

  • Solusi: Pastikan perangkat lunak kolaborasi Anda menawarkan akses mudah ke kontrol pemberitahuan yang relevan. Pilih solusi yang menawarkan fitur Jangan Ganggu dan "berhenti berlangganan pemberitahuan", jadi tim dapat fokus pada pekerjaan yang penting bagi mereka dengan lebih mudah.

Baca: Komunikasi asinkron tidak seperti yang Anda pikirkan

Pengambilan keputusan kompleks

  • Masalah: Semakin banyak rekan tim yang dilibatkan dalam proyek, semakin banyak masukan yang akan Anda terima yang dapat memperlambat proses pengambilan keputusan. 

  • Solusi: Pemimpin yang tangguh dapat menggunakan keterampilan komunikasi dan wibawanya untuk melalui proses ini dan memimpin timnya guna mencapai solusi yang dapat disepakati semua orang. 

Gesekan antara dua kepribadian yang kuat

  • Masalah: Memiliki rekan tim dengan kepribadian yang kuat di organisasi itu bagus. Tetapi, saat mereka semua ada dalam tim yang sama, gesekan dan pertentangan dapat terjadi. 

  • Solusi: Fokuslah menciptakan tim yang beragam bersama anggota yang saling melengkapi dan bekerja sama dengan baik. Sebagai pemimpin, pastikan semua orang merasa diperlakukan sama dan didukung rekan tim mereka. Berkomunikasilah secara rutin untuk mendapatkan informasi tentang keterampilan kolaboratif rekan tim dan bimbing mereka seiring perkembangan mereka menjadi pekerja tim yang lebih baik.

Hasil lambat

  • Masalah: Kinerja tim belum mengalami peningkatan dan dinamika kelompok terasa seperti tidak berubah. Atau, Anda hanya tidak yakin jika kolaborasi di tempat kerja meningkatkan cara kerja organisasi.

  • Solusi: Ketika meningkatkan kolaborasi tim, Anda mungkin tidak melihat hasilnya dalam semalam. Tetapi, membantu tim mendapatkan kejelasan dan visibilitas itu adalah hal yang baik. Cobalah menetapkan gol yang jelas dan terukur untuk "posisi Anda" saat memulai, jadi Anda dapat melihat kembali dan mengukur progres banyak hal seiring waktu.

Tidak semua tim akan mengalami tantangan yang sama saat bekerja sama. Tetapi, semakin siap Anda sebagai pemimpin, semakin mudah Anda mengatasi tantangan.

Alat kolaborasi tim yang penting

4 alat kolaborasi tim

Aplikasi kolaborasi dapat membantu tim berkomunikasi, membagikan file, dan mengoordinasikan pekerjaan dengan lebih mudah. Cobalah alat-alat ini untuk membantu tim mendorong kolaborasi yang efektif:

Alat berbagi file seperti Google Workspace, Microsoft Office, atau Dropbox

Salah satu hambatan terbesar dalam kolaborasi tim adalah harus mencari dokumen yang tidak ada habisnya atau menunggu balasan email agar dapat mengakses file. Dengan alat berbagi file terpusat, tim memiliki basis pengetahuan dan penyimpanan file bersama yang dapat mereka akses.

Alat komunikasi seperti Slack atau Microsoft Teams

Bagaimana tim Anda berkomunikasi saat ini? Komunikasi cepat untuk tugas sederhana atau momen seru dalam kebersamaan tim bisa sangat penting bagi kolaborasi tim. Tim yang baik selalu berkomunikasi sekalipun tidak terus-menerus. Komunikasi sangat penting jika tim bekerja jarak jauh. Meski rapat atau sesi kumpul adalah cara terbaik untuk berkomunikasi, alat olahpesan memberi akses mudah ke semua anggota tim.

Alat komunikasi video seperti Zoom atau Google Meet

Bagi tim jarak jauh, konferensi video sangat penting untuk kolaborasi tim. Menambah panggilan video dengan tim dapat membantu menciptakan lingkungan kolaboratif, bahkan saat Anda bekerja jarak jauh. Pastikan semua orang di tim memiliki akses untuk membuat pertemuan video dan mengetahui cara menggunakan alat.

Alat manajemen kerja seperti Asana

Manajemen kerja adalah kunci strategi kolaborasi tim. Dengan alat manajemen kerja, Anda dapat dengan mudah menyelaraskan kebutuhan tim, memvisualisasikan pekerjaan secara real-time, dan menjelaskan gol. Perangkat lunak manajemen kerja adalah alat terbaik untuk membantu tim melakukannya. Alat ini membantu tim mengatur pekerjaan, mempertahankan sinkronisasi, dan mencapai gol.

Mengintegrasikan alat kolaborasi itu penting agar Anda dapat membatasi kelelahan beralih alat. Para pegawai rata-rata beralih antara 10 alat per hari. Tetapi, dengan Asana, semua alat favorit Anda dapat diakses di satu tempat.

Kolaborasi membuat kerja tim berjalan sesuai rencana

Saat tim berkolaborasi, Anda dapat melakukan banyak hal hebat. Sekalipun kerja tim tidak selalu mudah, keuntungan dalam inovasi, efisiensi, dan dinamika tim akan sepadan dengan upaya yang diberikan. Jadi, sekarang giliran tim kolaboratif Anda. Kami yakin Anda bisa melakukannya.

Kolaborasi jarah jauh adalah hal yang sama sekali berbeda. Tetapi, dengan pola pikir dan alat online yang tepat, Anda dapat menghubungkan rekan tim di seluruh dunia dengan sukses.

Kelola kerja jarak jauh dengan Asana

Sumber daya terkait

Artikel

Persönlichkeitstest: Diese Methoden stehen zur Verfügung!