Bukan sekadar jargon: Cara membangun sinergi tim

Headshot kontributor Julia MartinsJulia Martins25 Juni 20214 menit baca
facebooktwitterlinkedin
Gambar banner artikel Bukan sekadar jargon: Cara membangun sinergi tim
Coba Asana sekarang

Jargon memiliki reputasi buruk—khususnya jargon bisnis. Mulai freemium hingga hyper local, istilah-istilah ini sangat sering digunakan sampai akhirnya kehilangan makna utuhnya. Penelusuran cepat Google menghasilkan daftar demi daftar berisi “100 jargon bisnis terburuk”—dan hampir semua daftar tersebut berisi istilah sinergi. 

Seperti banyak jargon lain, istilah sinergi terlalu sering digunakan sampai maknanya hampir tidak sehebat dulu. Tetapi, setiap kata memiliki tujuan di balik penciptaannya, tanpa terkecuali sinergi. Dalam artikel ini, kita akan menggali definisi sinergi yang sesungguhnya, dan cara menggunakan istilah ini, bukan sebagai jargon, tapi sebagai penggerak pertumbuhan dan dampak tim. 

Apa itu sinergi?

Sinergi adalah ketika satu entitas atau lebih, misalnya organisasi, departemen, atau bahkan tim, bekerja bersama untuk menghasilkan hal berharga. Jargon yang biasanya salah digunakan ini terinspirasi dari filsafat Yunani Kuno, yakni "satu keseluruhan itu lebih besar daripada gabungan bagian-bagiannya." Sebenarnya, kata sinergi berasal dari bahasa Latin synergia, yang diambil dari kata dalam bahasa Yunani, synergos. Synergos berarti “bekerja bersama” atau “berkolaborasi.”

Pada intinya, sinergi adalah tentang membantu Anda terhubung, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan mitra lintas fungsi secara efektif. Lalu, mengapa kata ini sering diolok-olok?

Tingkatkan kolaborasi tim dengan Asana

Asal usul jargon sinergi

Konsep sinergi dalam bisnis mendapatkan popularitas pada 1990-an, saat para eksekutif perusahaan dan bankir investasi menggunakan sinergi korporasi guna mendapatkan persetujuan untuk usulan merger dan akuisisi (M&A). 

Sinergi korporasi menggambarkan nilai tambah yang diharapkan perusahaan yang dicapai melalui merger. Dengan kata lain, dua perusahaan yang bekerja bersama dalam merger atau akuisisi dapat menghasilkan nilai lebih tinggi dari jumlah hasil masing-masing perusahaan. Pada umumnya, ini karena skala ekonomi. Dua bisnis yang bergabung dan menjadi lebih besar tidak hanya saling mendukung, tetapi juga mencapai penurunan biaya yang akhirnya menghasilkan profitabilitas lebih tinggi.

Terkadang, sinergi korporasi tidak sekadar menggambarkan proses M&A. Ini juga digunakan ketika perusahaan melakukan cross-selling pekerjaan perusahaan lainnya atau, misalnya, meminjamkan anggota tim untuk pengembangan produk lintas bisnis. 

Pada praktiknya, sinergi korporasi, dan khususnya sinergi finansial, yakni ketika dua perusahaan melakukan merger keuangan, sulit diraih. Mengintegrasikan dua bisnis dan keseluruhan hal yang merepresentasikan keduanya, termasuk keuangan, pegawai, produk, budaya, dan praktik, membutuhkan waktu dan upaya. Tanpa proses manajemen perubahan yang tepat, proses M&A bisa gagal meraih manfaat yang diharapkan. Hal ini disebut sinergi negatif. 

Tren sinergi korporasi terkait dengan merger dan akuisisi, digabungkan dengan potensi efek negatif saat tindakan bersama tidak berhasil, berkontribusi pada terciptanya asosiasi zaman modern dengan sinergi sebagai jargon. 

Baca: Apa itu manajemen perubahan? 6 langkah membangun proses manajemen perubahan yang sukses

Hubungan sinergi dengan kerja tim

Pada intinya, sinergi menggambarkan cara bekerja bersama untuk menciptakan hasil terbaik. Meskipun dikooptasi oleh para eksekutif korporasi, istilah ini tidak merujuk ke merger dan akuisisi sebagai aturan. Lagi pula, istilah ini berasal dari bahasa Yunani kuno dan digunakan dalam praktiknya sejak awal 1600-an.

Sinergi tim mengusung ide bahwa keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya dan menerapkannya pada kerja tim. Sinergi positif ini memungkinkan semua anggota tim untuk menjadi diri mereka seutuhnya saat bekerja, dengan pengalaman hidup, perspektif, bakat, dan gaya komunikasi yang unik. Faktanya, dengan perspektif unik setiap individu inilah tim mampu menyelesaikan pekerjaan terbaiknya. Dengan mengandalkan kekuatan setiap anggota tim, sekaligus memberi peluang untuk belajar dari satu sama lain, tim dapat bersama-sama meraih pencapaian lebih besar dari yang dapat dicapai sendiri-sendiri. 

Tingkatkan kolaborasi tim dengan Asana

Perbedaan antara keragaman dan sinergi

Keragaman menggambarkan seberapa mirip atau berbeda tim Anda. Semakin beraneka pengalaman, latar belakang, perspektif, dan keyakinan yang ada dalam tim, semakin beragam tim Anda. 

Tetapi, kita tahu, menghargai keragaman saja tidaklah cukup. Di situlah inisiatif bisnis seperti program Keragaman dan Inklusi (D&I) berperan. Berkomitmen pada tim beragam berarti melakukan pekerjaan untuk membangun lingkungan yang lebih adil dan inklusif.

Sinergi tim fokus pada bagian "melakukan pekerjaan" dari keragaman. Untuk mencapai sinergi tim, Anda tidak bisa hanya memiliki tim yang beragam. Anda juga perlu memberdayakan kolaborasi dan komunikasi antara para anggota tim agar dapat membangun hasil luar biasa bersama. Jika bisa menjadi diri sendiri saat bekerja, para anggota tim dapat membuka potensi kolaborasi dan sinergi yang lebih baik.

Baca: Pendekatan Asana terhadap Keragaman, Inklusi, dan Kesetaraan

Membangun sinergi tim

Efek sinergi tim menghasilkan kerja tim yang efektif dan hasil berdampak tinggi di seluruh tim. Tetapi, seperti semua keterampilan interpersonal, membangun sinergi tim memerlukan waktu dan upaya. Untuk membangun sinergi tim, coba tiga strategi ini:

1. Mulai dengan komunikasi

Inti dari kelompok kerja yang kuat adalah komunikasi. Hal ini terutama berlaku untuk kelompok yang beragam. Nilai dari kelompok yang beragam berasal dari perbedaan opini dan pengalaman yang dihadirkan setiap anggota tim. Namun, anggota tim tetap harus merasa nyaman untuk mengekspresikan diri agar dapat berbagi pengalaman itu. Dengan komunikasi efektif di tempat kerja, anggota tim dapat mengekspresikan diri secara bebas dan akurat, dan dengan lebih mudah mencapai sinergi. 

Untuk mulai membangun keterampilan komunikasi yang baik di tempat kerja: 

  • Tetapkan di mana tim harus berkomunikasi dan topiknya. Saat anggota tim mengetahui tempat berkomunikasi, hambatan berkomunikasi menjadi berkurang. Jika Anda belum memutuskan, tetapkan dan bagikan rencana komunikasi kepada keseluruhan tim.

  • Prioritaskan komunikasi dua arah. Menjadi anggota tim yang kolaboratif, terutama dalam kelompok yang beragam, berarti mendengarkan berbagai ide orang lain, tidak hanya mencoba menuangkan ide Anda sendiri. Untuk membangun keterampilan ini, dorong anggota tim untuk mempraktikkan keterampilan mendengar secara aktif.

  • Bedakan fakta dan cerita. “Fakta vs. cerita” adalah teknik kepemimpinan yang disadari sepenuhnya. “Fakta” adalah detail yang teramati seperti siapa yang hadir dalam rapat. Sedangkan “cerita” adalah penafsiran atas situasi itu. Dengan memisahkan cerita dari fakta, Anda dapat menghindari mengambil tindak lanjut pada cerita hingga dapat memvalidasinya.

Baca: 12 kiat komunikasi efektif di tempat kerja

2. Tumbuhkan kepercayaan dan kolaborasi

Selain mengetahui cara berkomunikasi dengan efektif, para anggota tim juga perlu merasa nyaman berkomunikasi. Pastikan Anda memberi ruang kepada anggota tim untuk menjadi diri mereka sepenuhnya di tempat kerja dengan memberi contoh praktik terbaik kolaborasi tim

Untuk memupuk kolaborasi:

  • Dorong kreasi bersama. Bagian penting dari sinergi tim adalah mengerjakan banyak hal bersama untuk menghasilkan sesuatu yang tidak akan dapat dilakukan sendiri oleh individu. Untuk melakukannya, jangan hanya menyuruh anggota tim untuk bekerja bersama dalam proyek. Sebaliknya, lakukan sesi curah pendapat, undang untuk diskusi, dan beri ruang untuk perbedaan pendapat. Kreasi bersama berarti membangun ide bersama, bukan menarik diri untuk meraih gol sendiri-sendiri.

  • Giatkan komunikasi terbuka. Anggota tim selayaknya merasa nyaman mengungkapkan apa yang dirasakan, memberikan opini tentang proyek, atau berbeda pendapat dengan anggota tim lain. Kita sering kali memperlakukan perbedaan pendapat seperti hal buruk, tapi sebenarnya berselisih pendapat yang sehat adalah kunci kolaborasi tim yang baik. 

  • Berikan contoh. Membangun kolaborasi tim memakan waktu, namun cara terbaik untuk memulai adalah memberikan contoh perilaku yang ingin Anda lihat dalam tim. Pastikan untuk selalu membuka peluang kreasi bersama dan menyambut opini baru, dan Anda akan mulai melihat tim melakukan hal yang sama.

Baca: 10 langkah mudah meningkatkan kolaborasi tim

3. Tetapkan norma kelompok dengan penuh kesadaran 

Norma kelompok adalah aturan tidak tertulis yang memandu cara anggota-anggota tim berinteraksi. Sekalipun Anda tidak menetapkan norma kelompok, norma akan berkembang secara alami ketika tim bekerja bersama. Jika tidak diawasi, norma kelompok dapat mengarah ke berbagai praktik buruk yang menyebabkan anggota tim tidak nyaman, terutama menyebabkan dinamika kelompok menjadi buruk. 

Namun, dengan secara proaktif menetapkan norma kelompok, Anda mempermudah tim untuk berkolaborasi. Menyampaikan “aturan tidak tertulis” ini secara terbuka mengurangi asumsi dan ketidakpastian, jadi anggota tim tidak perlu terlalu lama khawatir dan punya lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kolaboratif yang berdampak besar.

Untuk menghindarinya, tetapkan norma kelompok secara proaktif. Untuk contoh cara pemimpin tim menetapkan norma kelompok, baca artikel kami tentang kiat menciptakan norma kelompok bagi tim berkinerja tinggi beserta contoh dari 7 manajer Asana

Selamat tinggal jargon

Sinergi bukanlah sekadar kosakata hari ini atau jargon membosankan. Dengan sinergi tim yang efektif, Anda bisa memberdayakan tim penuh keragaman untuk bekerja bersama dengan mudah dan menyelesaikan pekerjaan berdampak besar mereka. 

Untuk kiat lainnya seputar cara membangun kerja tim, baca artikel kami tentang 45 permainan pembangunan tim untuk meningkatkan komunikasi dan ikatan tim .

Tingkatkan kolaborasi tim dengan Asana

Sumber daya terkait

Artikel

Improving team effectiveness: 4 models to guide you