Siapkan pegawai baru meraih kesuksesan sejak hari pertama dengan templat onboarding yang terstruktur dan mudah disesuaikan.
Daftar untuk menggunakan templat ini.
Templat dibuat oleh Asana
Siapkan pegawai baru meraih kesuksesan sejak hari pertama dengan templat onboarding yang terstruktur dan mudah disesuaikan.
Gunakan templatDaftar untuk menggunakan templat ini.
Onboarding karyawan template adalah fondasi penting untuk memastikan setiap pegawai baru mendapatkan pengalaman awal yang positif dan produktif. Tanpa proses onboarding pegawai yang terstruktur, perusahaan berisiko kehilangan talenta terbaik dalam beberapa bulan pertama. Templat yang dirancang dengan baik membantu tim HR menstandarkan langkah-langkah penting, mulai dari orientasi hingga pelatihan, sehingga tidak ada informasi krusial yang terlewat. Untuk panduan lengkap, lihat daftar periksa dan templat onboarding pegawai baru kami.
Dengan semakin meningkatnya tingkat kelelahan kerja dan tekanan pada pegawai di berbagai industri, investasi pada proses onboarding yang solid menjadi kebutuhan strategis. Onboarding yang efektif tidak hanya mempercepat waktu adaptasi pegawai baru, tetapi juga membangun rasa memiliki dan keterlibatan sejak hari pertama. Ketika pegawai merasa didukung dan diarahkan dengan jelas, mereka lebih cepat memberikan kontribusi nyata bagi tim dan organisasi secara keseluruhan.
Organisasi dengan proses onboarding yang terstruktur mengalami peningkatan retensi pegawai yang signifikan dan mempercepat waktu yang dibutuhkan pegawai baru untuk mencapai produktivitas penuh. Berikut alasan utama mengapa templat onboarding menjadi alat penting bagi tim HR:
Proses onboarding melibatkan banyak langkah yang harus dikoordinasikan oleh berbagai pihak, mulai dari tim HR, manajer langsung, hingga departemen IT. Tanpa sistem yang jelas, tugas-tugas penting sering kali terlewat atau terlambat diselesaikan. Dengan menggunakan alat manajemen proyek seperti Asana, Anda dapat mengubah proses onboarding yang rumit menjadi alur kerja yang terorganisasi dan mudah dilacak.
Templat onboarding memungkinkan Anda membuat daftar tugas standar yang dapat digunakan kembali untuk setiap pegawai baru. Setiap langkah memiliki tenggat waktu, penanggung jawab, dan instruksi yang jelas. Hal ini mengurangi beban administratif tim HR secara signifikan, sekaligus memastikan konsistensi pengalaman onboarding di seluruh organisasi.
Pegawai baru sering kali merasa kewalahan dengan banyaknya informasi yang harus diserap dalam minggu-minggu pertama. Jika informasi penting tidak disampaikan secara terstruktur, hal ini dapat menurunkan kepuasan pegawai dan meningkatkan risiko burnout serta imposter syndrome di tahap awal karier mereka di perusahaan.
Menurut penelitian kami, pegawai yang mendapatkan panduan onboarding yang jelas cenderung lebih cepat memahami peran mereka dan merasa percaya diri dalam menjalankan tanggung jawab. Templat onboarding yang komprehensif menyediakan satu sumber informasi terpusat, mencakup panduan teknis, ekspektasi peran, jadwal pelatihan, serta kontak penting yang perlu diketahui pegawai baru.
Baca: Rencana 30-60-90 hari: Cara melakukan onboarding pegawai baru dengan mudahDengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi model kerja jarak jauh atau hybrid, proses onboarding jarak jauh menjadi tantangan tersendiri. Pegawai baru yang bekerja dari rumah tidak memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan rekan kerja, sehingga risiko merasa terisolasi jauh lebih tinggi dibandingkan pegawai yang bekerja di kantor.
Templat onboarding yang dirancang khusus untuk tim virtualnya membantu menciptakan pengalaman penyambutan yang hangat meskipun dilakukan secara daring. Anda dapat menyertakan sesi perkenalan virtual, jadwal pertemuan satu lawan satu dengan manajer, serta aktivitas membangun hubungan tim yang terstruktur. Dengan pendekatan ini, setiap anggota tim baru merasa menjadi bagian dari organisasi sejak hari pertama, terlepas dari lokasi mereka bekerja.

Onboarding adalah momen krusial dalam membuat pegawai merasa dirangkul sejak hari pertama. Hal ini menentukan pola masa jabatan seseorang di perusahaan, menjadi fondasi untuk pengetahuan dan pengalamannya bekerja di perusahaan Anda. Inilah alasan pentingnya membentuk pengalaman onboarding yang inklusif guna menciptakan budaya inklusif dalam perusahaan.β
Proses onboarding yang sukses dimulai jauh sebelum pegawai baru menginjakkan kaki di kantor atau masuk ke platform kerja virtual. Tahap pre-onboarding bertujuan memastikan segala sesuatu telah siap sehingga hari pertama berjalan lancar. Berikut beberapa langkah yang perlu disiapkan:
Kirimkan surat penawaran dan kontrak kerja resmi beserta dokumen administratif yang perlu ditandatangani.
Siapkan akun email, akses ke perangkat lunak perusahaan, dan peralatan kerja yang dibutuhkan. Gunakan daftar periksa pegawai baru untuk memastikan tidak ada yang terlewat.
Bagikan panduan selamat datang yang berisi informasi umum tentang perusahaan, budaya kerja, dan kebijakan penting.
Informasikan jadwal hari pertama, termasuk lokasi, waktu, dan siapa yang akan menyambut pegawai baru.
Perkenalkan pegawai baru kepada manajer langsung dan buddy yang akan mendampingi selama masa orientasi.
Hari pertama merupakan momen yang menentukan kesan awal pegawai terhadap perusahaan. Pengalaman yang positif di hari pertama membangun kepercayaan dan semangat untuk berkontribusi. Pastikan aktivitas berikut terlaksana:
Sambut pegawai baru secara personal, baik secara langsung maupun melalui panggilan video untuk tim jarak jauh.
Lakukan tur kantor atau tur virtual untuk memperkenalkan lingkungan kerja dan fasilitas yang tersedia.
Perkenalkan pegawai baru kepada anggota tim dan pemangku kepentingan utama yang akan sering berkolaborasi.
Jelaskan struktur organisasi, visi perusahaan, dan bagaimana peran pegawai baru berkontribusi pada tujuan bersama.
Bantu pegawai baru mengatur akun dan alat kerja yang akan digunakan sehari-hari.
Minggu pertama adalah periode kritis untuk membangun fondasi pengetahuan dan hubungan kerja. Fokus utama pada tahap ini adalah memastikan pegawai baru memahami peran mereka dan mulai merasa nyaman dalam lingkungan baru. Prioritas minggu pertama meliputi:
Adakan sesi pelatihan tentang alat dan sistem yang digunakan perusahaan, termasuk Asana untuk manajemen tugas.
Tetapkan tujuan jangka pendek yang realistis agar pegawai baru memiliki arah yang jelas.
Jadwalkan pertemuan satu lawan satu dengan manajer untuk membahas ekspektasi dan menjawab pertanyaan.
Perkenalkan pegawai baru pada proyek atau tugas awal yang sesuai dengan tingkat pengalaman mereka.
Kumpulkan umpan balik awal tentang pengalaman onboarding untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Rencana 30-60-90 hari memberikan kerangka kerja yang terstruktur untuk mengukur kemajuan pegawai baru dalam tiga bulan pertama. Pada 30 hari pertama, fokus utama adalah pembelajaran dan adaptasi, yaitu memahami budaya perusahaan, mengenal tim, serta menguasai alat dan proses kerja. Pada hari ke-31 hingga ke-60, pegawai mulai mengambil tanggung jawab lebih besar dan berkontribusi secara aktif pada proyek tim. Memasuki hari ke-61 hingga ke-90, pegawai diharapkan mampu bekerja secara mandiri, mengidentifikasi peluang perbaikan, dan menunjukkan dampak nyata pada hasil kerja tim. Rencana ini membantu manajer dan pegawai baru memiliki pemahaman yang sama tentang pencapaian yang diharapkan pada setiap tahap. Gunakan templat rencana 30-60-90 hari untuk menyusun kerangka kerja ini secara praktis.
Checklist Ringkasan Tahapan Onboarding
Tahap | Waktu | Tindakan Utama
Pre-onboarding | Sebelum hari pertama | Kirim kontrak, siapkan akun dan peralatan, bagikan panduan selamat datang
Hari pertama | Hari ke-1 | Sambutan personal, tur kantor/virtual, perkenalan tim
Minggu pertama | Hari ke-1 - 7 | Pelatihan alat kerja, tetapkan tujuan awal, pertemuan dengan manajer
30-60-90 hari | Bulan ke-1 - 3 | Pembelajaran β kontribusi aktif β kemandirian penuh
Asana menyediakan templat onboarding pegawai yang dirancang untuk membantu tim HR dan manajer mengelola seluruh proses penerimaan pegawai baru secara efisien. Templat ini mencakup daftar tugas yang telah disusun berdasarkan praktik terbaik, mulai dari persiapan sebelum hari pertama hingga evaluasi setelah 90 hari. Setiap tugas dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda.
Dengan templat Asana, Anda dapat menetapkan penanggung jawab untuk setiap tugas, menambahkan tenggat waktu, dan melampirkan dokumen penting seperti buku pegangan pegawai, panduan IT, serta materi pelatihan. Manajer dapat memantau kemajuan onboarding secara real-time melalui tampilan proyek, sehingga tidak ada langkah yang terlewat. Selain itu, templat ini dapat diduplikasi untuk setiap pegawai baru, menghemat waktu dan memastikan standar onboarding yang konsisten di seluruh departemen.
Buat templat AndaTemplat onboarding Asana dilengkapi dengan fitur-fitur bawaan yang membantu Anda mengelola setiap aspek proses penerimaan pegawai baru secara menyeluruh. Fitur-fitur ini memudahkan kolaborasi antar tim dan memastikan semua item tindakan tercatat dengan jelas.
Tampilan daftar. Lihat seluruh tugas onboarding dalam format daftar yang terorganisasi, sehingga Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi tugas yang sudah selesai, sedang berjalan, atau belum dimulai.
Subtugas. Pecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dikelola. Setiap subtugas dapat memiliki penanggung jawab dan tenggat waktu tersendiri untuk memastikan akuntabilitas.
Bidang kustom. Tambahkan informasi spesifik pada setiap tugas, seperti kategori, prioritas, atau departemen yang bertanggung jawab. Bidang kustom membantu Anda memfilter dan mengurutkan tugas sesuai kebutuhan.
Multihoming. Tempatkan satu tugas di beberapa proyek sekaligus tanpa menduplikasinya. Fitur ini sangat berguna ketika tugas onboarding melibatkan kolaborasi lintas departemen, karena setiap tim dapat melacak kemajuan dari proyek masing-masing.
Asana terintegrasi dengan berbagai aplikasi populer yang kemungkinan besar sudah digunakan oleh tim Anda. Integrasi ini mempermudah koordinasi dan komunikasi selama proses onboarding berlangsung.
Zoom. Jadwalkan dan luncurkan rapat orientasi langsung dari tugas Asana. Integrasi ini memudahkan pengaturan sesi perkenalan, pelatihan, dan pertemuan satu lawan satu dengan pegawai baru.
Gmail. Ubah email menjadi tugas Asana secara langsung dari kotak masuk Anda. Fitur ini membantu memastikan permintaan atau informasi penting terkait onboarding tidak terlewat.
Microsoft Teams. Kelola tugas Asana langsung dari Microsoft Teams tanpa berpindah aplikasi. Tim yang menggunakan Teams sebagai platform komunikasi utama dapat tetap terhubung dengan alur kerja onboarding.
Slack. Terima notifikasi tugas Asana di saluran Slack dan buat tugas baru langsung dari percakapan. Integrasi ini mempercepat respons terhadap kebutuhan pegawai baru selama masa onboarding.
Templat onboarding pegawai adalah kerangka kerja yang telah disusun sebelumnya untuk memandu proses penerimaan pegawai baru secara sistematis. Templat ini mencakup daftar tugas, jadwal, dan sumber daya yang diperlukan agar pegawai baru dapat beradaptasi dengan cepat dan mulai berkontribusi secara efektif. Dengan menggunakan templat, tim HR tidak perlu membuat rencana onboarding dari awal setiap kali ada perekrutan baru.
Templat onboarding memastikan konsistensi pengalaman bagi setiap pegawai baru, terlepas dari departemen atau lokasi mereka. Tanpa templat, proses onboarding cenderung bervariasi tergantung pada individu yang mengelolanya, sehingga beberapa pegawai mungkin melewatkan informasi atau pelatihan penting. Templat juga menghemat waktu tim HR dengan menghilangkan kebutuhan untuk merancang ulang proses setiap kali ada pegawai baru.
Templat onboarding yang komprehensif sebaiknya mencakup tugas administratif seperti pengaturan akun dan penandatanganan dokumen, jadwal orientasi dan pelatihan, perkenalan dengan tim dan pemangku kepentingan, akses ke sumber daya dan alat kerja, serta rencana pencapaian untuk 30, 60, dan 90 hari pertama. Anda juga dapat menyertakan informasi tentang budaya perusahaan, kebijakan internal, dan kontak penting.
Mulailah dengan templat dasar yang mencakup tugas-tugas universal seperti pengaturan akun dan orientasi perusahaan. Kemudian, tambahkan bagian khusus untuk setiap departemen yang mencakup pelatihan teknis, alat spesifik, dan prosedur yang relevan. Di Asana, Anda dapat menggunakan bidang kustom untuk menandai tugas berdasarkan departemen dan memanfaatkan fitur multihoming agar tugas lintas departemen tetap tersinkronisasi.
Meskipun orientasi awal biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu, proses onboarding yang menyeluruh sebaiknya mencakup periode 90 hari pertama. Tiga bulan pertama memberikan waktu yang cukup bagi pegawai baru untuk memahami peran mereka secara mendalam, membangun hubungan kerja yang solid, dan mulai berkontribusi secara mandiri. Beberapa perusahaan bahkan memperpanjang program onboarding hingga enam bulan untuk posisi yang lebih kompleks.
Orientasi adalah kegiatan jangka pendek yang biasanya berlangsung satu hingga dua hari, berfokus pada pengenalan perusahaan, penandatanganan dokumen, dan tur kantor. Onboarding adalah proses jangka panjang yang berlangsung selama 90 hari atau lebih, mencakup pelatihan peran, pembangunan hubungan kerja, penetapan tujuan, dan integrasi penuh ke dalam budaya perusahaan. Singkatnya, orientasi adalah bagian awal dari onboarding, tetapi onboarding mencakup cakupan yang jauh lebih luas.
Kesalahan umum meliputi: tidak menyiapkan peralatan dan akses sebelum hari pertama, membanjiri pegawai baru dengan terlalu banyak informasi sekaligus, tidak menugaskan buddy atau mentor, mengabaikan onboarding untuk pegawai jarak jauh, serta tidak mengumpulkan umpan balik dari pegawai baru. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menganggap onboarding selesai setelah minggu pertama, padahal proses ini sebaiknya berlangsung setidaknya 90 hari untuk hasil yang optimal.
Keberhasilan onboarding dapat diukur melalui beberapa indikator, antara lain tingkat retensi pegawai dalam tahun pertama, waktu yang dibutuhkan pegawai baru untuk mencapai produktivitas penuh, skor kepuasan pegawai dari survei onboarding, serta umpan balik kualitatif dari pegawai baru dan manajer mereka. Dengan melacak metrik ini secara konsisten, Anda dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan terus menyempurnakan proses onboarding.
Proses onboarding yang terstruktur merupakan investasi strategis untuk meningkatkan retensi, produktivitas, dan kepuasan pegawai baru. Dengan memanfaatkan templat onboarding, Anda dapat memastikan setiap pegawai mendapatkan pengalaman penyambutan yang konsisten dan komprehensif, mulai dari persiapan sebelum hari pertama hingga pencapaian di 90 hari pertama. Asana membantu Anda mengotomatisasi dan mengelola seluruh alur kerja onboarding dalam satu platform terpusat, sehingga tim HR dan manajer dapat fokus pada hal yang paling penting, yaitu membangun hubungan dengan anggota tim baru.
Ketahui alasan jutaan orang menggunakan Asana untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik.