Struktur perincian kerja

Mulai proyek dengan templat Struktur perincian kerja yang dapat disesuaikan untuk membantu Anda mengatur hasil akhir, menetapkan tugas dan dependensi, serta melacak milestone di satu tempat.

Buat templat Anda

Daftar untuk membuat templat Anda sendiri.

FITUR TERINTEGRASI

field-add iconBidang kustomreporting iconDasbor pelaporancheck-circle iconTugasasana-intelligence iconBantuan cerdas

Recommended apps

logo everhour

Everhour

Dropbox

Dropbox

Microsoft 365

Microsoft 365

Ikon Gmail

Gmail


Bagikan
facebookx-twitterlinkedin

Anda memiliki banyak hal untuk dikerjakan: linimasa untuk dikoordinasikan, tim untuk dikelola, dan hasil akhir proyek yang terus bertambah. Mungkin Anda telah mencoba mengelola semuanya menggunakan spreadsheet atau whiteboard, tetapi ternyata tidak memadai.

Proyek besar dapat dengan cepat menjadi berantakan dengan banyak tim, perubahan linimasa, dan hasil akhir yang tersebar. Templat struktur perincian kerja Asana membantu Anda mengatur proyek yang kompleks menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan mudah dikelola yang dapat Anda lacak dari awal hingga akhir.

Siapa yang mendapat manfaat dari templat struktur perincian kerja ini?

Mengambil alih proyek besar sering kali berarti melangkah ke dalam kekacauan dengan stiker catatan di mana-mana, dokumen yang tersebar, dan tim yang tidak tahu siapa melakukan apa. Ini adalah adegan yang umum dan kami telah merancang templat struktur perincian kerja sederhana untuk mengatasinya.

Di seluruh industri, kami telah melihat manajer proyek, tim operasi, dan perencana konstruksi mengandalkan templat WBS untuk tetap tertata. Templat seperti ini menghemat waktu dengan memberikan awal yang lebih baik dan menghadirkan konsistensi ke proses perencanaan yang kompleks. Jika Anda ingin tahu lebih mendalam tentang cara membuat struktur perincian kerja atau membutuhkan kiat ahli, lihat panduan struktur perincian kerja lengkap kami.

Gunakan templat struktur perincian kerja ini untuk:

  • Membantu manajer produk, koordinator proyek, dan pemimpin tim lintas fungsi menentukan ruang lingkup pekerjaan dan hasil akhir utama yang selesai.

  • Mendukung tim Agile, konsultan, dan manajer teknik dalam membagi pekerjaan menjadi tugas-tugas dan paket kerja yang lebih kecil.

  • Membantu tim operasi, pemimpin TI, dan manajer program dalam memperjelas dependensi tugas proyek dan jalur kritis di seluruh alur kerja.

  • Memungkinkan agensi kreatif, PMO perusahaan, dan tim jarak jauh untuk menyelaraskan anggota tim dan pemangku kepentingan di setiap fase proyek.

Baik Anda mengelola peluncuran produk, sprint Agile, atau proyek konstruksi, templat WBS ini memberikan struktur hierarkis yang jelas untuk merencanakan dan melacak setiap aspek ruang lingkup proyek.

Mengapa menggunakan templat struktur perincian kerja Asana?

Salah satu pelanggan kami menggunakan templat WBS ini untuk mengoordinasikan peluncuran produk baru yang melibatkan desain, teknis, dan pemasaran. Mereka dengan cepat memetakan semua hasil akhir pada linimasa proyek, menjelaskan kepemilikan, dan menepati batas waktu tanpa kekacauan yang biasa terjadi.

Dengan templat bagan WBS ini, Anda dapat:

  • Mengatur pekerjaan secara visual dengan diagram pohon hierarkis, diagram alir, atau tampilan Bagan Gantt.

  • Melacak progres di seluruh milestone dan subtugas secara real time.

  • Menyederhanakan pekerjaan proyek dengan menstrukturkan alur kerja dan dependensi terlebih dahulu.

  • Memperjelas ruang lingkup proyek sejak dini untuk menghindari scope creep dan terlambatnya tenggat.

  • Menyelaraskan tim proyek seputar gol yang jelas, linimasa yang realistis, dan kepemilikan tugas yang ditentukan.

  • Meningkatkan estimasi biaya, upaya, dan durasi dengan menentukan paket kerja.

  • Meningkatkan komunikasi tim dengan menentukan peran dan tanggung jawab secara jelas.

  • Mengidentifikasi risiko dengan memecah pekerjaan dan mengungkap tantangan lebih cepat.

Cara menggunakan templat struktur perincian kerja ini

  1. Duplikatkan proyek templat. Mulailah dengan membuat salinan templat WBS dan mengganti namanya berdasarkan proyek spesifik Anda. Pertimbangkan konvensi penamaan yang mencerminkan kode proyek, bagian, atau linimasa Anda, seperti "WBS Peluncuran Situs Q4" atau "Peta Jalan Pemasaran 2026".

  2. Tentukan hasil akhir tingkat atas. Tambahkan fase atau output proyek utama Anda sebagai bagian. Misalnya: perencanaan, desain, implementasi, pengujian, dan peluncuran. Ini harus mencerminkan milestone atau titik serah terima utama yang menyusun keseluruhan rencana proyek Anda.

  3. Uraikan setiap hasil akhir menjadi paket kerja. Di setiap bagian, tambahkan tugas yang mewakili komponen utama atau tugas yang lebih kecil yang diperlukan. Anggap setiap paket kerja sebagai unit pekerjaan proyek mandiri yang dapat ditugaskan, dilacak, dan dianggarkan secara independen.

  4. Tambahkan subtugas dan dependensi. Buat subtugas untuk item tindakan terperinci yang digabungkan ke dalam paket kerja Anda. Gunakan dependensi untuk menunjukkan tugas yang bergantung pada tugas lainnya. Ini akan membantu tim memahami hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu dan menghindari kemacetan selama siklus proyek.

  5. Tetapkan pemilik dan tenggat. Perjelas tanggung jawab dengan menetapkan setiap tugas ke anggota tim. Gunakan tanggal mulai dan tenggat untuk merefleksikan durasi dan urutan kerja yang sebenarnya secara akurat, terutama saat tugas tumpang tindih atau memerlukan koordinasi di beberapa tim. Ini juga membantu memperjelas kepemilikan selama inisiasi proyek.

  6. Lacak progres proyek. Gunakan Tampilan Linimasa untuk ikhtisar visual bergaya Gantt, atau beralih ke Tampilan Daftar untuk daftar tugas yang mudah. Pantau progres terhadap milestone, sesuaikan linimasa proyek saat muncul hambatan, dan perbarui bidang status agar semua orang tetap selaras dengan gol proyek Anda.

Fitur Asana yang menata manajemen proyek

Fitur yang tepat dapat membuat templat struktur perincian kerja Anda lebih efektif dan jauh lebih mudah dikelola. Ada banyak fitur lain di Asana, tetapi ini adalah alat pilihan kami untuk menyederhanakan pekerjaan dan memperjelas tanggung jawab.

  • Tampilan Proyek: Pilih tampilan terbaik untuk tim Anda: Daftar, Kalender, Bagan Gantt (Linimasa), atau Papan Kanban. Setiap tampilan membantu memvisualisasikan dan mengatur jadwal proyek kerja sesuai keinginan Anda.

  • Tugas, Subtugas, dan dependensi: Bagi pekerjaan proyek menjadi unit-unit yang dapat ditindaklanjuti. Gunakan tugas dan subtugas untuk menentukan setiap langkah dan dependensi guna memetakan urutan pekerjaan. Ini membantu tim melihat alur eksekusi lengkap dan tetap sesuai jadwal.

  • Milestone dan Gol: Identifikasi titik progres penting dan tentukan gol proyek untuk memandu tim Anda selama pekerjaan. Rayakan pencapaian dan tetap fokus pada hal terpenting.

  • Bidang Kustom: Tandai tugas tertentu menurut fase, prioritas, atau status untuk memfilter dan menata pekerjaan Anda. Sesuaikan bidang agar sesuai dengan Alur Kerja Anda.

  • Dasbor Pelaporan: Lacak metrik utama, visualisasikan kinerja, dan bagikan pembaruan real-time kepada pemangku kepentingan. Gunakan bagan dan grafik agar tim proyek dan kepemimpinan selalu selaras.

  • Beban Kerja: Lihat siapa yang sibuk dan siapa yang memiliki bandwidth dengan tampilan visual kapasitas tim. Seimbangkan beban kerja dan cegah burnout dengan mendistribusikan ulang tugas.

Integrasi yang direkomendasikan

Integrasi menghubungkan Asana dengan alat favorit Anda, memungkinkan Anda untuk menghindari peralihan antarplatform, mengotomatiskan proses, dan menyimpan semua pekerjaan di satu tempat. Ingin lebih banyak lagi? Jelajahi pustaka lengkap kami yang berisi 300+ aplikasi.

  • Float: Kelola penjadwalan dan ketersediaan sumber daya secara real time. Float membantu tim mengoordinasikan beban kerja dan linimasa bersama WBS Anda.

  • Agile Effect: Masukkan metodologi agile ke dalam WBS Anda. Gunakan Agile Effect untuk membuat sprint, melacak kecepatan, dan mengintegrasikan story point ke Asana.

  • Kissflow: Otomatiskan persetujuan alur kerja dan serah terima tugas dengan Kissflow. Sederhanakan proses yang terkait dengan WBS Anda dan kurangi tindak lanjut manual.

  • Everhour: Lacak waktu langsung pada tugas Asana. Everhour memudahkan Anda membuat anggaran, membuat faktur, dan mengukur waktu yang dihabiskan untuk hasil akhir WBS.

  • Microsoft Office: Lampirkan dan bagikan dokumen Word dan spreadsheet Excel langsung di Asana. Simpan semua file pendukung yang ditautkan ke templat Struktur perincian kerja Anda di satu tempat.

  • Google Sheets: Sinkronkan tugas Asana dengan Google Sheets untuk membuat laporan terperinci dan memvisualisasikan progres di seluruh hasil akhir.

  • Gmail: Ubah email menjadi Tugas dalam satu klik untuk menyimpan pekerjaan saat masuk. Pertahankan kejelasan proyek tanpa beralih alat.

  • Slack: Buat Tugas Asana langsung dari percakapan Slack. Buat komunikasi tetap dapat ditindaklanjuti dan tertata.

  • Zoom: Rencanakan dan tindak lanjuti rapat proyek dengan Zoom. Sinkronkan rekaman dan item tindakan langsung ke Asana.

  • Dropbox: Lampirkan file proyek dari Dropbox langsung ke tugas Asana. Simpan semua dokumentasi yang ditautkan ke pekerjaan terkait.

Pertanyaan umum tentang templat Struktur perincian kerja

Buat templat dengan Asana

Pelajari cara membuat templat yang dapat disesuaikan di Asana. Mulai sekarang.

Daftar