Mengetahui cara berkomunikasi secara efektif dengan tim Anda sangat penting. Komunikasi adalah komponen utama dari semua yang kita lakukan di tempat kerja. Menyelesaikan pekerjaan kita sendiri, berkolaborasi dengan anggota tim, mendelegasikan pekerjaan kepada rekan tim, dan membagikan laporan progres, semuanya bergantung pada komunikasi yang efektif. Inilah alasan pentingnya memahami alasan orang berkomunikasi dengan cara tertentu.
Di situlah empat gaya komunikasi berperan. Empat gaya komunikasi mengategorikan cara orang berkomunikasi. Menemukan gaya komunikasi Anda dapat membantu memahami perbedaan Anda dengan rekan kerja, sehingga Anda dapat berkolaborasi secara lebih efektif.
Masalahnya, jika Anda hanya berfokus pada gaya komunikasi seseorang, Anda berisiko melewatkan gambaran besarnya. Memahami hal yang memengaruhi gaya komunikasi seseorang—bukan hanya berfokus pada efeknya—dapat membantu Anda mendukung anggota tim dengan lebih baik dan membantu mereka berkomunikasi secara lebih efektif.
Gaya komunikasi adalah cara orang mengekspresikan diri saat berbicara atau berinteraksi dengan orang lain. Ini mencakup kata-kata yang mereka gunakan dan isyarat non-verbal—seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata—yang menunjukkan perasaan mereka.
Ada empat jenis gaya komunikasi utama, yang akan kita bahas secara detail di bawah ini. Setiap gaya ini menunjukkan cara yang berbeda dalam berbagi ide dan menangani konflik.
Anda dapat melihat gaya ini melalui percakapan langsung, tertulis, atau online melalui media sosial. Memahami berbagai gaya komunikasi ini dapat membantu Anda meningkatkan komunikasi. Ini juga membantu Anda meningkatkan hubungan dan memiliki komunikasi yang lebih efektif dengan orang lain.
Tingkatkan motivasi dengan membantu pegawai memahami alasan pekerjaannya penting. Dalam ebook gratis ini, pelajari cara menciptakan pemahaman tujuan bersama dalam Tim Anda.
Di tempat kerja, komunikasi yang tidak efektif dapat dengan cepat menjadi penghambat, menyebabkan kesalahpahaman, batas waktu terlewat, dan bahkan ketegangan di antara anggota tim. Setiap orang dalam tim memiliki cara sendiri dalam mengekspresikan ide, memberikan umpan balik, dan memproses informasi.
Saat memahami berbagai gaya komunikasi tim, Anda lebih siap untuk menjembatani kesenjangan antara pegawai yang berpikir dan berkomunikasi secara berbeda. Misalnya, komunikator fungsional yang lebih suka instruksi mendetail dan bertahap mungkin merasa frustrasi bekerja dengan komunikator intuitif yang berfokus pada gambaran besar.
Baca: 12 kiat komunikasi efektif di tempat kerjaSelain meningkatkan dinamika tim, mengetahui jenis gaya komunikasi dapat membantu Anda menangani percakapan sulit dengan lebih percaya diri. Baik Anda mengelola konflik, memberikan umpan balik, atau sekadar mencoba meningkatkan moral, pendekatan komunikasi yang tepat dapat membuat perbedaan yang signifikan.
Selain itu, mengetahui gaya seperti komunikasi pasif dan komunikasi agresif membantu Anda melihat potensi masalah kolaborasi sebelum semuanya menjadi serius. Singkatnya, komunikasi yang efektif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.
Secara umum, ada empat gaya komunikasi yang berbeda. Berikut definisi umum masing-masing gaya, serta cara berbagai gaya ini dapat muncul di tempat kerja.
Komunikator pasif jarang berbicara. Sebaliknya, mereka puas beradaptasi dan mendukung kebutuhan orang lain. Komunikator pasif biasanya tidak konfrontatif, dan mereka bahkan mungkin terlihat patuh. Komunikasi nonverbal mereka mungkin mencakup hal-hal seperti menyilangkan tangan sambil menghindari kontak mata.
Orang dengan gaya komunikasi ini sangat yakin dengan sudut pandangnya—sehingga ia mungkin tidak mendengarkan pendapat rekan timnya. Mereka sering menyela percakapan dengan ide mereka sendiri dan terkadang dapat menggunakan bahasa konfrontatif seperti "Anda salah" atau "Anda tidak mengerti." Di tempat kerja, perilaku agresif ini menciptakan ketegangan di antara anggota tim. Komunikasi nonverbal biasanya mencakup kontak mata yang kuat, yang menandakan dominasi.
Orang dengan gaya komunikasi ini tidak merasa nyaman mengungkapkan maksudnya. Komunikasi verbal dan nonverbal mereka mungkin tidak sesuai. Misalnya, mereka mungkin mengatakan bahwa mereka bersemangat, tetapi menampilkan bahasa tubuh yang kontradiktif seperti cemberut atau bahu yang merosot. Di tempat kerja, gaya ini dapat menyebabkan miskomunikasi dan ketegangan yang tidak terselesaikan.
Orang dengan gaya komunikasi ini membela diri. Mereka adalah tipe komunikator yang tahu cara menjelaskan dan mengadvokasi hal yang mereka inginkan, hak orang lain, atau kesejahteraan mereka sendiri. Komunikator yang tegas dapat menggunakan gerakan tangan saat berkomunikasi secara nonverbal, dan mereka mungkin memiliki ekspresi wajah yang tenang atau ceria saat berbicara. Orang sering menganggap ini sebagai gaya komunikasi yang paling efektif di Tempat Kerja.
Tidak ada satu gaya komunikasi yang cocok untuk setiap situasi. Di tempat kerja, ada baiknya menyesuaikan gaya pribadi berdasarkan lawan bicara dan konteksnya. Orang-orang tertentu, seperti komunikator analitis, lebih suka komunikasi yang jelas dan langsung. Orang lain menghargai pendekatan empati yang berfokus pada kecerdasan emosional.
Meskipun demikian, di tempat kerja, gaya komunikasi asertif sering dianggap paling efektif. Gaya ini menyeimbangkan antara mengungkapkan kebutuhan Anda dan menghormati orang lain. Gaya asertif mendorong dialog dan kolaborasi terbuka tanpa menggunakan perilaku agresif atau sikap diam.
Dalam lingkungan kerja yang sehat, gaya asertif membantu orang menyuarakan kebutuhan mereka, berkolaborasi secara efektif, dan merasa percaya diri dalam peran mereka.
Komunikator asertif:
Mengekspresikan perasaan mereka secara efektif saat berkomunikasi dengan orang lain
Memprioritaskan kolaborasi dan koneksi
Meminta umpan balik untuk terus meningkatkan
Melakukan percakapan yang lugas dan penuh hormat
Mengadvokasi hal yang mereka butuhkan di tempat kerja
Karena kemampuan mereka untuk berkomunikasi secara efektif di tempat kerja, komunikator asertif biasanya mendapatkan manfaat dari:
Harga diri yang tinggi
Kesadaran diri yang baik
Saling menghormati di tempat kerja
Gol dan ekspektasi yang jelas
Keterampilan komunikasi yang lebih baik
Untuk meningkatkan cara Anda berkomunikasi di tempat kerja, mulailah dengan memahami gaya komunikasi Anda sendiri. Cara Anda memberikan umpan balik, mengekspresikan diri, dan menangani konflik membentuk interaksi Anda. Jadi, bagaimana Anda bisa mengetahui gaya pribadi Anda?
Apakah Anda menghindari konfrontasi? Jika ya, Anda mungkin menggunakan gaya komunikasi pasif.
Apakah Anda langsung tetapi menghormati kebutuhan orang lain? Ini menunjukkan gaya asertif, yang sering kali paling efektif.
Apakah Anda merasa frustrasi atau berbicara di atas suara orang lain? Anda mungkin menggunakan gaya komunikasi agresif, yang dapat merusak hubungan dengan memaksakan pandangan Anda dengan mengorbankan orang lain.
Apakah Anda menggunakan sarkasme atau menghindari masalah? Ini adalah tanda-tanda gaya komunikasi pasif-agresif.
Untuk lebih memahami gaya Anda, coba kuis gaya komunikasi kami di bawah ini atau minta umpan balik dari kolega. Perhatikan isyarat non-verbal Anda seperti kontak mata, ekspresi wajah, dan cara Anda menggunakan ruang pribadi. Ini dapat mengungkapkan lebih banyak tentang kebiasaan komunikasi Anda.
Baca: 6 gaya kerja dan cara membantu anggota tim menemukan gaya kerja merekaJika Anda tidak yakin tentang gaya komunikasi Anda atau ingin wawasan lebih lanjut tentang cara Anda berkomunikasi di tempat kerja, ikuti kuis singkat tentang gaya komunikasi ini. Kuis ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan Anda terhadap gaya komunikasi pasif, asertif, agresif, atau pasif-agresif.
1. Bagaimana Anda biasanya menangani konflik di tempat kerja?
A) Menghindarinya dengan segala cara (pasif)
B) Mengungkapkan sudut pandang saya, meskipun orang lain merasa tidak nyaman (agresif)
C) Mengatasinya secara langsung, tetapi mendengarkan pendapat orang lain (asertif)
D) Membuat komentar halus tanpa menghadapi masalah secara langsung (pasif-agresif)
2. Saat memberikan umpan balik kepada rekan kerja, Anda biasanya:
A) Menahan diri untuk tidak menyampaikan pendapat agar tidak terjadi konfrontasi (pasif)
B) Memberi tahu mereka apa yang saya pikirkan tanpa basa-basi (agresif)
C) Memberikan umpan balik yang membangun sembari mengakui upaya mereka (tegas)
D) Menggunakan sarkasme atau humor untuk menyampaikan perasaan saya (pasif-agresif)
3. Jika rekan kerja tidak setuju dengan Anda dalam rapat, tanggapan Anda adalah:
A) Tetap diam dan tidak menyuarakan pendapat Anda lebih lanjut (pasif)
B) Menegaskan bahwa Anda benar, terlepas dari sudut pandang mereka (agresif)
C) Terlibat dalam diskusi yang saling menghormati untuk memahami perspektif mereka (asertif)
D) Setuju dalam rapat, tetapi melampiaskan kekesalan kepada orang lain setelah rapat (pasif-agresif)
4. Saat Anda berada dalam diskusi kelompok, Anda cenderung:
A) Tetap diam dan membiarkan orang lain memimpin (pasif)
B) Mendominasi percakapan untuk memastikan ide Anda didengar (agresif)
C) Berbagi pendapat dengan percaya diri sekaligus mendorong orang lain untuk berbicara (asertif)
D) Tetap diam, tetapi menggunakan isyarat non-verbal seperti memutar bola mata atau menghela napas (pasif-agresif)
5. Ketika seseorang membuat keputusan yang tidak Anda setujui, Anda:
A) Menerimanya, meskipun Anda tidak menyukainya (pasif)
B) Menyatakan ketidaksetujuan Anda dengan tegas dan mencoba mengubah pikiran mereka (agresif)
C) Membahas kekhawatiran Anda, tetapi menghormati keputusan akhir (asertif)
D) Menurutinya, tetapi kemudian secara halus merendahkan keputusan tersebut (pasif-agresif)
Sebagian besar A: Anda cenderung menggunakan gaya komunikasi pasif. Anda cenderung menghindari konflik dan memprioritaskan kebutuhan orang lain daripada kebutuhan Anda sendiri. Meskipun ini dapat membuat Anda mudah bergaul, Anda mungkin perlu berupaya menyuarakan pendapat dengan lebih percaya diri.
Sebagian besar B: Anda cenderung menggunakan gaya komunikasi yang agresif. Meskipun Anda langsung dan tegas, orang lain mungkin menganggap ini sebagai perilaku agresif yang tidak diinginkan. Menemukan keseimbangan antara menegaskan kebutuhan Anda dan menghormati orang lain adalah kuncinya.
Sebagian besar C: Anda memiliki gaya komunikasi yang tegas. Anda jelas dan percaya diri tanpa bersikap tidak sopan, yang menjadikan Anda komunikator yang efektif.
Sebagian besar D: Anda cenderung menggunakan gaya komunikasi pasif-agresif. Anda mungkin kesulitan mengatasi masalah secara langsung dan justru mengungkapkan perasaan secara tidak langsung, yang dapat menimbulkan kebingungan dalam interaksi Anda.
Kuis gaya komunikasi ini membantu Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang gaya pribadi Anda dan mengidentifikasi area untuk pengembangan. Ini sering kali merupakan langkah pertama dalam meningkatkan keterampilan komunikasi sehingga Anda dapat menikmati interaksi yang lebih bermakna dan produktif di Tempat Kerja.
Tingkatkan motivasi dengan membantu pegawai memahami alasan pekerjaannya penting. Dalam ebook gratis ini, pelajari cara menciptakan pemahaman tujuan bersama dalam Tim Anda.
Setiap tim terdiri dari orang-orang dengan gaya komunikasi yang berbeda, dari komunikator pribadi hingga mereka yang berfokus pada pemecahan masalah. Berikut beberapa kiat memanfaatkan perbedaan ini untuk meningkatkan kolaborasi tim.
Komunikator pasif mungkin merasa tidak nyaman atau cemas secara sosial di tempat kerja. Karena berbagai alasan, orang ini merasa tidak dapat mengekspresikan diri dengan percaya diri atau menjadi diri mereka sepenuhnya di tempat kerja. Menurut Mayo Clinic, komunikator pasif mungkin mengalami peningkatan stres. Mereka tidak sendiri—menurut Indeks Anatomi Kerja, 42% pekerja intelektual menilai tingkat stres mereka sangat tinggi.
Rencana komunikasi adalah garis besar tentang cara dan tempat tim Anda berkomunikasi tentang pekerjaan. Ini dapat mencakup alat yang harus digunakan anggota tim, kapan harus menggunakan komunikasi langsung vs. offline, dan siapa yang bertanggung jawab atas setiap kanal tim. Ini dapat membantu anggota tim yang cemas atau stres secara sosial dengan menghapus asumsi dari komunikasi kerja.
Saat membagikan rencana komunikasi, pastikan untuk memberikan klarifikasi yang jelas:
Kapan dan kanal apa yang harus digunakan
Kapan anggota tim harus berkomunikasi secara sinkron (langsung) vs. asinkron (pada waktu mereka sendiri)
Frekuensi pembagian pembaruan
Cara anggota tim dapat menunjukkan saat mereka offline atau dalam mode fokus
Komunikator yang agresif mungkin merasa tidak didukung di tempat kerja. Hal ini tentu dapat menyebabkan anggota tim bereaksi secara defensif, yang dapat bermanifestasi sebagai peningkatan agresi. Menurut Mayo Clinic, anggota tim mungkin menggunakan gaya komunikasi yang agresif untuk mendapatkan hal yang diinginkan, tetapi sering kali mengorbankan orang lain. Dengan demikian, mereka berisiko merusak kepercayaan tim, miskomunikasi, dan dianggap merendahkan.
Anggota tim Anda mungkin terlihat agresif karena mereka yakin itu satu-satunya cara untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Cara terbaik untuk mendukungnya—sembari juga memandu mereka ke gaya komunikasi yang lebih efektif—adalah dengan memperjelas siapa yang mengerjakan apa dan apa tanggung jawab setiap anggota tim dalam proyek tertentu.
Untuk melakukannya, pertimbangkan untuk membuat Diagram RACI guna memperjelas berbagai peran yang dimiliki setiap anggota tim proyek. RACI adalah singkatan dari:
Responsible (Bertanggung Jawab): Pihak ini bertanggung jawab langsung atas pekerjaan.
Accountable: Orang ini mengawasi pekerjaan.
Consulted: Individu ini menyetujui pekerjaan sebelum penyelesaian
Informed: Meskipun orang-orang ini terlibat dalam pekerjaan yang sedang berlangsung, mereka tidak perlu disertakan dalam loop tinjauan
Diagram RACI dapat memberikan wawasan yang jelas kepada anggota tim tentang siapa yang secara langsung bertanggung jawab atas peran, pengambilan keputusan, dan pemberian umpan balik untuk proyek Anda. Pembuatan Diagram RACI bermanfaat bagi komunikator agresif dengan dua cara:
Jika mereka adalah bagian dari Diagram RACI, ini menguraikan batas-batas tanggung jawab peran mereka.
Jika tidak termasuk dalam Diagram RACI, ia memahami bahwa ia bukan pemangku kepentingan dalam pekerjaan ini.
Gaya komunikasi pasif-agresif. Orang dengan gaya komunikasi ini tidak merasa nyaman mengungkapkan maksudnya. Komunikasi verbal dan nonverbalnya mungkin tidak sesuai—misalnya, dia mungkin mengatakan antusias, tetapi menampilkan bahasa tubuh yang kontradiktif seperti cemberut atau bahu yang merosot.
Gaya komunikasi asertif. Orang dengan gaya komunikasi ini membela diri. Komunikator ini dapat menjelaskan dan mengadvokasi gol mereka. Komunikator yang tegas dapat menggunakan gerakan tangan saat berkomunikasi secara nonverbal, dan mereka cenderung memiliki ekspresi wajah yang tenang atau bahagia saat berbicara.
Komunikator pasif-agresif mungkin merasa pendapat mereka tidak akan diterima oleh kelompok. Sering kali, mereka kembali ke komunikasi pasif-agresif karena komunikasi langsung tidak pernah berhasil bagi mereka. Menurut Mayo Clinic, orang-orang seperti ini tidak nyaman menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung.
Mendorong komunikator pasif-agresif untuk keluar dari zona nyaman dimulai di tingkat tim. Jika belum, pastikan anggota tim Anda membangun hubungan interpersonal dan saling mengenal di luar konteks proyek atau tugas.
Pertimbangkan untuk menjadwalkan aktivitas pembangunan tim berulang setiap minggu atau bulan. Ini bisa berupa aktivitas yang menyenangkan seperti trivia, atau sekadar waktu bagi tim untuk berkumpul dan mengobrol. Selain rapat khusus ini, luangkan waktu untuk saling mengenal secara rutin. Di Asana, kami menggunakan icebreaker di awal rapat untuk memastikan kami memiliki sedikit keceriaan dan koneksi di setiap rapat.
Baca: 110+ pertanyaan pencair suasana terbaik untuk pembangunan timDorong anggota tim untuk saling mengenal satu sama lain secara individual. Jika memungkinkan, dorong anggota tim untuk menjadwalkan obrolan santai sambil minum kopi atau 1:1 satu sama lain—kami melakukannya setiap minggu di Asana—agar mereka dapat menjalin hubungan yang sehat.
Komunikator yang tegas adalah komunikator yang sangat fungsional. Mereka menyampaikan perasaan mereka dengan cara yang produktif. Karena mereka sudah menjadi komunikator yang efektif, tanggung jawab Anda sebagai manajer adalah melepaskan sebagian kendali, mundur selangkah, dan mengizinkan mereka untuk memimpin. Memberdayakan komunikator asertif akan membantu mereka merasa lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, dan mungkin membantu mereka untuk mengambil peran kepemimpinan atau peran yang berdampak tinggi.
Komunikator yang tegas tidak membutuhkan banyak dukungan seperti gaya komunikasi lainnya, tetapi Anda masih dapat membantu mereka mengekspresikan diri dengan lebih jelas dengan menggunakan mendengarkan secara aktif. Mendengarkan secara aktif adalah cara mendengarkan yang penuh kesadaran dan keterlibatan, di mana satu-satunya fokus Anda adalah memahami apa yang dikatakan orang lain. Ini termasuk menahan diri untuk tidak menghakimi, memparafrasekan tanggapan, dan mengajukan pertanyaan terbuka spesifik yang mendorong percakapan.
Baca: Mendengarkan untuk memahami: Cara mempraktikkan mendengarkan aktif (beserta contohnya)Mengidentifikasi gaya komunikasi anggota tim saja tidak cukup. Beberapa gaya komunikasi menimbulkan konflik di tempat kerja—misalnya, komunikator yang agresif mungkin menyulitkan anggota tim lain untuk menyuarakan pendapat atau menggunakan gaya mereka untuk keuntungan mereka sendiri. Namun, kemungkinan besar, anggota tim ingin menjadi komunikator yang asertif. Bahkan di tim yang kompetitif seperti penjualan atau hukum, komunikasi asertif memberdayakan anggota tim untuk mengekspresikan ide mereka secara efektif dan berkolaborasi dengan orang lain.
Baca: Strategi resolusi konflik terbaik yang tidak Anda gunakanJika anggota tim secara terbuka menunjukkan gaya komunikasi yang negatif atau manipulatif, kemungkinan ada penyebab yang mendasarinya—seperti stres atau kekacauan di tempat kerja. Jika Anda dapat mengidentifikasi gaya komunikasi anggota tim yang terlihat, Anda dapat mengatasi hal yang menghambat mereka untuk berkomunikasi secara asertif.
Sebagai manajer, Anda dapat mengatasinya. Dengan menggali lebih dalam gaya komunikasi setiap rekan tim, Anda dapat mulai mengidentifikasi alasan mereka berkomunikasi dengan cara yang agresif, pasif, atau pasif-agresif—dan hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya. Anda dapat menerapkan proses dan sistem dukungan untuk memastikan anggota tim merasa nyaman menjadi diri sendiri di tempat kerja. Membuka hambatan potensial akan memberdayakan orang untuk berkomunikasi secara asertif dan mengadvokasi kebutuhan mereka sendiri.
Dorong anggota tim untuk saling mengenal satu sama lain secara individu. Jika memungkinkan, dorong anggota tim untuk menjadwalkan obrolan santai sambil minum kopi atau pertemuan 1:1 satu sama lain—kami melakukannya setiap minggu di Asana—agar mereka dapat menjalin ikatan.
Anda akan melihat hasil dari upaya Anda saat anggota tim merasa nyaman membagikan ide, tidak sependapat satu sama lain, dan menyatakan kebutuhan mereka. Setelah itu terjadi, terus berinvestasi dalam pembangunan tim, pembinaan, dan praktik terbaik komunikasi untuk membantu tim mempertahankan gaya komunikasi yang percaya diri dan tegas.
Tingkatkan motivasi dengan membantu pegawai memahami alasan pekerjaannya penting. Dalam ebook gratis ini, pelajari cara menciptakan pemahaman tujuan bersama dalam Tim Anda.
1. Apa saja 7 jenis komunikasi? 7 jenis komunikasi meliputi verbal, non-verbal, tertulis, visual, formal, informal, dan mendengarkan. Masing-masing berperan dalam cara kita mengekspresikan ide dan menafsirkan pesan dalam berbagai situasi, termasuk secara langsung dan melalui platform digital.
2. Apa saja 4 gaya komunikasi? Empat gaya komunikasi utama adalah pasif, agresif, pasif-agresif, dan tegas. Masing-masing gaya mencerminkan berbagai cara orang mengekspresikan diri, menangani konflik, dan berinteraksi dengan orang lain, terutama di lingkungan Tempat Kerja.
3. Apa perbedaan utama antara gaya komunikasi langsung dan tidak langsung? Komunikasi langsung bersifat lugas, dengan ekspresi pikiran dan niat yang jelas. Ini sering kali melibatkan cara mengatakan apa yang Anda maksud secara tepat. Di sisi lain, komunikasi tidak langsung lebih mengandalkan konteks, kehalusan, dan isyarat nonverbal. Perbedaan utamanya adalah komunikator langsung bersikap eksplisit, sedangkan komunikator tidak langsung dapat menyiratkan makna tanpa bersikap terang-terangan.
4. Bagaimana perbedaan budaya memengaruhi gaya komunikasi di tempat kerja yang beragam? Perbedaan budaya dapat sangat memengaruhi gaya komunikasi. Beberapa budaya menghargai komunikasi langsung, sementara yang lain lebih suka komunikasi tidak langsung untuk menjaga keharmonisan. Di tempat kerja yang beragam, preferensi budaya ini dapat memengaruhi cara anggota tim berkolaborasi, memberikan umpan balik, dan mengambil keputusan.
5. Bagaimana Anda dapat bekerja secara efektif dengan komunikator pasif-agresif? Untuk bekerja dengan komunikator pasif-agresif, penting untuk mengatasi masalah secara langsung tetapi bijaksana. Dorong dialog terbuka, fokus pada pemecahan masalah, dan pastikan bahwa ekspektasi jelas. Mengenali perilaku mereka dan menumbuhkan lingkungan transparansi dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan kolaborasi.