Saat Anda menjalankan bisnis maupun bermain dalam pertandingan sepak bola, memahami kompetisi Anda sangat penting untuk meraih kesuksesan. Meskipun tidak mungkin mencetak gol di kantor, gol Anda adalah meraih kesepakatan bisnis dengan klien atau menarik pelanggan dengan produk Anda. Atlet dan pemilik bisnis memiliki metode persiapan yang serupa. Setelah memahami kekuatan dan kelemahan Anda dibandingkan kompetitor, kinerja Anda dapat meningkat.
Analisis kompetitif di tempat kerja membantu Anda memahami posisi perusahaan di pasar dan mengambil keputusan strategis yang lebih cerdas. Dalam panduan ini, kami akan menguraikan cara membuat analisis kompetitif langkah demi langkah dan menjelaskan cara untuk dapat menggunakan strategi pemasaran ini untuk meningkatkan bisnis. Dengan templat gratis untuk analisis kompetitor dari kami, Anda dapat mengidentifikasi siapa yang dihadapi dan membuat rencana bisnis yang lebih kaya wawasan. Anda juga dapat membandingkan metrik keberhasilan di seluruh perusahaan untuk membuat keputusan berdasarkan data.
Analisis kompetitif adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi kompetitor langsung dan tidak langsung, lalu menggunakan riset untuk membandingkan kekuatan dan kelemahan mereka dengan perusahaan Anda. Proses ini memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi bisnis Anda di pasar.
Kompetitor langsung memasarkan produk yang sama kepada audiens yang sama dengan Anda, sedangkan kompetitor tidak langsung memasarkan produk yang sama ke audiens berbeda. Setelah mengidentifikasi kompetitor Anda, Anda dapat menggunakan informasi yang dikumpulkan untuk melihat posisi Anda di lanskap pasar.
Tujuan utama analisis kompetitif adalah mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar sehingga Anda dapat membuat keputusan bisnis yang lebih strategis. Secara spesifik, analisis kompetitif bertujuan untuk:
Memahami posisi perusahaan Anda dibandingkan kompetitor di pasar
Mengidentifikasi peluang bisnis yang belum dimanfaatkan oleh kompetitor
Mengurangi risiko bisnis dengan mengantisipasi pergerakan kompetitor
Menemukan kekuatan unik yang dapat menjadi keunggulan kompetitif
Mengoptimalkan strategi harga, pemasaran, dan pengembangan produk
Tujuan jenis analisis ini adalah mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar dan meningkatkan strategi bisnis. Tanpa analisis kompetitif, sulit untuk mengetahui yang dilakukan orang lain untuk menarik klien atau pelanggan di target pasar Anda. Laporan analisis kompetitif dapat mencakup:
Deskripsi target pasar perusahaan Anda
Detail produk atau layanan Anda versus produk atau layanan kompetitor
Pangsa pasar, penjualan, dan pendapatan saat ini dan yang diproyeksikan
Perbandingan harga
Analisis strategi pemasaran dan media sosial
Perbedaan peringkat pelanggan
Anda akan membandingkan setiap detail produk atau layanan Anda versus kompetitor untuk menilai keampuhan strategi. Dengan membandingkan metrik keberhasilan di seluruh perusahaan, Anda dapat membuat keputusan berdasarkan data.
Baca: Apa itu indikator kinerja utama (IKU)?Sebelum memulai analisis kompetitif, ada baiknya memahami berbagai kerangka kerja yang tersedia. Setiap kerangka kerja memiliki fokus dan kegunaan yang berbeda, tergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Berikut adalah tiga jenis analisis kompetitif yang paling umum digunakan.
Analisis SWOT adalah kerangka kerja yang mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) perusahaan Anda. Metode ini membantu Anda membandingkan posisi internal perusahaan dengan faktor eksternal dari kompetitor. Analisis SWOT cocok digunakan ketika Anda ingin menilai kesiapan perusahaan sebelum meluncurkan produk baru atau memasuki pasar baru. Kami akan membahas penerapan SWOT lebih detail di langkah kelima panduan di bawah ini.
Analisis SWOT adalah salah satu metode di dalam analisis kompetitif, bukan pengganti dari keseluruhan proses. Berikut perbandingannya:
Aspek | Analisis SWOT | Analisis Kompetitif |
Fokus | Faktor internal dan eksternal perusahaan Anda | Perbandingan langsung dengan kompetitor |
Cakupan | Satu perusahaan | Beberapa perusahaan di pasar |
Output | Matriks empat kotak (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) | Laporan perbandingan menyeluruh |
Kapan digunakan | Evaluasi internal sebelum keputusan besar | Memahami posisi di lanskap pasar secara keseluruhan |
Porter's Five Forces adalah salah satu model perencanaan strategis yang menganalisis lima kekuatan kompetitif yang membentuk struktur industri Anda. Kerangka kerja ini membantu Anda memahami apakah suatu industri menguntungkan untuk dimasuki atau dipertahankan. Lima kekuatan tersebut adalah:
Ancaman pendatang baru - seberapa mudah perusahaan baru memasuki industri Anda
Kekuatan tawar-menawar pemasok - seberapa besar pengaruh pemasok terhadap harga dan kualitas
Kekuatan tawar-menawar pembeli - seberapa besar pengaruh pelanggan terhadap harga dan syarat pembelian
Ancaman produk substitusi - seberapa mudah pelanggan beralih ke produk pengganti
Intensitas persaingan antarperusahaan - seberapa ketat kompetisi di antara perusahaan yang sudah ada
Gunakan Porter's Five Forces ketika Anda ingin mengevaluasi daya tarik suatu pasar atau merancang strategi jangka panjang.
Benchmarking kompetitif adalah proses membandingkan metrik kinerja perusahaan Anda secara langsung dengan kompetitor utama. Metrik ini bisa mencakup harga, fitur produk, kepuasan pelanggan, pangsa pasar, atau kinerja pemasaran digital. Tidak seperti SWOT yang berfokus pada faktor internal dan eksternal secara umum, benchmarking memberikan data kuantitatif yang spesifik. Metode ini sangat berguna ketika Anda ingin mengukur kinerja terhadap standar industri atau mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan segera.
Anda dapat menggabungkan beberapa kerangka kerja ini dalam satu proyek analisis kompetitif contoh menggunakan templat perencanaan strategis untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Misalnya, gunakan Porter's Five Forces untuk memahami dinamika industri, lalu SWOT untuk menilai posisi perusahaan Anda, dan benchmarking untuk membandingkan metrik spesifik dengan kompetitor.
Ikuti enam langkah berikut untuk membuat laporan analisis kompetitif dan mendapatkan gambaran luas tentang posisi Anda di pasar. Proses ini dapat membantu Anda menganalisis beberapa kompetitor sekaligus dan mendekati target pelanggan Anda dengan lebih baik.
Langkah pertama, pilih antara lima dan 10 kompetitor untuk dibandingkan dengan perusahaan Anda. Kompetitor yang Anda pilih harus memiliki penawaran produk atau layanan dan model bisnis yang serupa dengan Anda. Anda juga harus menggabungkan kompetitor langsung dan tidak langsung sehingga Anda dapat melihat cara pasar baru dapat memengaruhi perusahaan Anda. Memilih kompetitor pemula dan berpengalaman akan semakin mendiversifikasi analisis Anda.
Kiat: Untuk menemukan kompetitor di industri Anda, gunakan Google atau Amazon untuk mencari produk atau layanan Anda. Hasil teratas yang muncul kemungkinan besar adalah kompetitor Anda. Jika Anda seorang pemula atau melayani pasar khusus, Anda mungkin perlu menganalisis peringkat lebih dalam untuk menemukan kompetitor langsung.
Setelah mengetahui kompetitor yang ingin dianalisis, Anda akan memulai riset pasar yang mendalam. Ini berupa perpaduan antara riset primer dan sekunder. Riset primer berasal langsung dari pelanggan atau produk itu sendiri, sedangkan riset sekunder adalah informasi yang dikumpulkan. Kemudian, lacak data yang Anda kumpulkan dalam templat riset pengguna.
Riset pasar primer dapat mencakup:
Membeli produk atau layanan kompetitor
Mewawancarai pelanggan
Melakukan survei pelanggan online
Mengadakan grup fokus langsung
Riset pasar sekunder dapat mencakup:
Menganalisis situs web kompetitor
Menilai situasi ekonomi saat ini
Mengidentifikasi perkembangan teknologi
Membaca prestasi perusahaan
Kiat: Alat analisis mesin pencarian seperti Ahrefs dan SEMrush dapat membantu Anda menganalisis situs web kompetitor dan mendapatkan informasi SEO penting seperti kata kunci yang ditargetkan, jumlah tautan balik yang dimiliki, dan kinerja situs web secara keseluruhan.
Templat gratis riset penggunaLangkah selanjutnya dalam analisis adalah membandingkan produk Anda dengan produk kompetitor. Perbandingan ini harus menguraikan fitur produk satu per satu. Meskipun setiap produk memiliki fitur uniknya sendiri, sebagian besar produk kemungkinan akan mencakup:
Harga
Layanan yang ditawarkan
Usia audiens yang dilayani
Jumlah fitur
Gaya dan desain
Kemudahan penggunaan
Jenis dan jumlah garansi
Dukungan pelanggan yang ditawarkan
Kualitas produk
Kiat: Jika tabel fitur terlalu panjang, singkatkan langkah ini dengan membuat daftar fitur yang diyakini paling penting untuk analisis Anda. Fitur penting mungkin mencakup biaya, manfaat produk, dan kemudahan penggunaan.
Langkah analisis selanjutnya akan terlihat mirip dengan sebelumnya, kecuali Anda akan membandingkan upaya pemasaran kompetitor alih-alih fitur produk. Tidak seperti matriks fitur produk yang dibuat, Anda harus menganalisis lebih dalam untuk menemukan rencana pemasaran setiap perusahaan.
Area yang ingin Anda analisis meliputi:
Media sosial
Teks iklan situs web
Iklan berbayar
Siaran pers
Teks iklan produk
Saat Anda menganalisis hal di atas, ajukan pertanyaan untuk mempelajari lebih dalam strategi pemasaran setiap perusahaan. Pertanyaan yang harus Anda ajukan dapat bervariasi menurut industri, tetapi mungkin mencakup:
Cerita apa yang mereka coba sampaikan?
Nilai apa yang mereka tawarkan ke pelanggan mereka?
Apa misi perusahaan mereka?
Apa suara merek mereka?
Kiat: Dalam langkah ini, Anda dapat mengidentifikasi target demografi kompetitor Anda dengan merujuk basis pelanggan mereka, baik dari situs web atau testimoni. Informasi ini dapat membantu Anda membuat persona pelanggan. Ketika Anda dapat membayangkan siapa yang secara aktif ditargetkan oleh kompetitor, Anda dapat lebih memahami taktik pemasaran mereka.
Intelijen kompetitif akan menjadi bagian penting dari kerangka analisis kompetitor, tetapi begitu mengumpulkan informasi, Anda dapat mengalihkan fokus kembali ke perusahaan. Analisis SWOT membantu Anda mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan Anda. Analisis ini juga membantu mengubah kelemahan menjadi peluang dan menilai ancaman yang dihadapi berdasarkan kompetisi Anda.
Selama analisis SWOT, tanyakan pada diri Anda:
Apa yang kita lakukan dengan baik?
Apa yang bisa kita tingkatkan?
Adakah kesenjangan pasar dalam layanan kita?
Apa tren pasar yang baru yang mulai muncul?
Kiat: Riset Anda dari langkah-langkah sebelumnya dalam analisis kompetitif akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan mengisi analisis SWOT. Anda dapat mempresentasikan temuan Anda secara visual dalam matriks SWOT, yang merupakan bagan empat kotak yang dibagi berdasarkan kategori.
Langkah terakhir analisis kompetitif adalah memahami posisi Anda dalam lanskap pasar. Untuk melakukan ini, Anda membuat grafik dengan sumbu X dan Y. Kedua sumbu harus mewakili faktor terpenting untuk menjadi kompetitif di pasar Anda.
Misalnya, sumbu X mewakili kepuasan pelanggan, sedangkan sumbu Y mewakili kehadiran di pasar. Kemudian Anda mencantumkan setiap kompetitor pada grafik sesuai dengan koordinat (x,y). Anda juga mencantumkan perusahaan Anda pada bagan ini, yang akan memberi gambaran tentang posisi Anda dengan kompetitor Anda.
Grafik ini dicantumkan untuk tujuan informasi dan tidak mewakili lanskap pasar Asana atau lanskap pasar industri tertentu.
Kiat: Dalam contoh ini, Anda melihat tiga perusahaan yang memiliki kehadiran pasar dan kepuasan pelanggan yang lebih besar daripada perusahaan Anda, sementara dua perusahaan memiliki kehadiran pasar yang serupa tetapi kepuasan pelanggan lebih tinggi. Data ini akan memulai proses pemecahan masalah karena Anda sekarang tahu kompetitor yang merupakan ancaman terbesar dan Anda dapat melihat di mana Anda gagal.
Templat strategi bisnis gratisUntuk menjalankan analisis kompetitif yang efektif, Anda memerlukan alat yang tepat. Berikut adalah beberapa kategori alat yang dapat membantu Anda mengumpulkan dan mengorganisir data kompetitor.
Kategori Alat | Contoh | Kegunaan Utama |
Riset SEO | SEMrush, Ahrefs, Google Trends | Analisis kata kunci, peringkat organik, dan strategi konten kompetitor |
Pemantauan media sosial | Hootsuite, Sprout Social, Brandwatch | Melacak aktivitas sosial, tingkat interaksi, dan sentimen audiens |
Analisis web | SimilarWeb, Google Analytics | Memahami trafik situs web, sumber pengunjung, dan perilaku pengguna |
Manajemen kerja | Asana | Mengorganisir proses analisis, menetapkan tugas, dan melacak kemajuan |
Alat riset SEO seperti SEMrush, Ahrefs, dan Google Trends memungkinkan Anda menganalisis kata kunci yang ditargetkan kompetitor, volume pencarian, dan peringkat organik mereka. Alat ini sangat berguna untuk memahami strategi konten digital kompetitor dan menemukan peluang kata kunci baru.
Alat pemantauan media sosial membantu Anda melacak aktivitas kompetitor di platform sosial, termasuk frekuensi posting, tingkat interaksi, dan sentimen audiens. Informasi ini memberikan wawasan tentang strategi pemasaran digital yang berhasil di industri Anda.
Untuk mengorganisir seluruh proses analisis kompetitif, Anda dapat menggunakan platform manajemen kerja seperti Asana. Dengan Asana, Anda dapat membuat proyek khusus untuk melacak riset kompetitor, menetapkan tugas kepada anggota tim, mengatur tenggat waktu, dan menyimpan semua temuan di satu tempat. Alur kerja otomatis di Asana juga membantu memastikan setiap langkah analisis diselesaikan tepat waktu.
Untuk menganalisis kompetitor secara online, ikuti langkah-langkah berikut:
Analisis situs web kompetitor - pelajari struktur, konten, dan pengalaman pengguna
Riset kata kunci dan SEO - gunakan alat seperti Ahrefs untuk melihat kata kunci yang ditargetkan kompetitor
Pantau media sosial - lacak frekuensi posting, jenis konten, dan tingkat interaksi
Baca ulasan pelanggan - periksa ulasan di Google, marketplace, dan platform review
Lacak iklan digital - gunakan alat seperti Facebook Ad Library untuk melihat strategi iklan kompetitor
Bayangkan Anda bekerja di startup pemasaran yang menyediakan SEO untuk dokter gigi, yang merupakan industri khusus dan hanya memiliki sedikit kompetitor. Anda memutuskan untuk membuat analisis pasar untuk bisnis Anda. Untuk melakukannya, Anda akan:
Langkah 1: Gunakan Google untuk menyusun daftar kompetitor Anda.
Langkah 2, 3, dan 4: Gunakan situs web kompetitor Anda, serta alat analisis SEO seperti Ahrefs, untuk mendalami layanan yang ditawarkan dan strategi pemasaran setiap perusahaan.
Langkah 5: Berfokus kembali pada perusahaan Anda sendiri, Anda melakukan analisis SWOT untuk menilai gol strategis Anda dan mendapatkan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan Anda.
Langkah 6: Terakhir, Anda membuat grafik lanskap pasar dan menyimpulkan bahwa ada dua perusahaan yang mengalahkan perusahaan Anda dalam kepuasan pelanggan dan kehadiran pasar.
Setelah menyusun informasi ini ke dalam tabel seperti di bawah ini, Anda memikirkan strategi yang unik. Untuk mengalahkan kompetitor Anda, Anda dapat menggunakan pelokalan. Alih-alih memasarkan ke dokter gigi secara di seluruh negara seperti yang dilakukan kompetitor, Anda memutuskan untuk memfokuskan strategi pemasaran pada satu daerah, provinsi, atau kota. Setelah Anda menjadi perusahaan SEO terkenal untuk dokter gigi di kota itu, Anda akan menambahkan cabang.
Contoh di atas menunjukkan analisis kompetitif contoh sederhana, tetapi Anda dapat menyesuaikan kerangka kerja ini sesuai kebutuhan industri Anda. Untuk mempermudah proses ini, Anda dapat menggunakan template analisis kompetitif yang sudah menyediakan struktur tabel perbandingan dan kategori evaluasi. Asana menawarkan templat yang membantu Anda mengorganisir seluruh proses analisis kompetitif dalam satu proyek yang terstruktur.
Anda tidak akan tahu kesimpulan yang dapat ditarik dari analisis kompetitif sampai melakukan pekerjaan dan melihat hasilnya. Baik Anda memutuskan strategi penetapan harga baru, cara meningkatkan pemasaran, maupun mengubah produk, memahami kompetitor dapat memberikan wawasan yang penting. Kuncinya adalah menghubungkan temuan analisis dengan gol strategis perusahaan dan menyusun rencana strategis yang jelas untuk mengambil tindakan.
Ada beberapa kekurangan dari analisis kompetitif yang harus dipikirkan sebelum melanjutkan ke laporan. Meskipun kekurangan ini minor, memahaminya dapat membuat Anda menjadi manajer atau pemilik bisnis yang lebih baik.
Anda tidak hanya ingin mengumpulkan informasi dari analisis kompetitif. Anda juga ingin mengambil tindakan untuk informasi tersebut. Data itu sendiri hanya akan menunjukkan kecocokan posisi Anda dengan lanskap pasar. Kunci analisis kompetitif adalah menggunakannya untuk memecahkan masalah dan meningkatkan rencana strategis perusahaan.
Bias konfirmasi berarti menafsirkan informasi berdasarkan keyakinan yang sudah Anda pegang. Ini buruk karena dapat menyebabkan Anda berpegang pada keyakinan yang salah. Untuk menghindari bias, Anda harus mengandalkan semua data yang tersedia untuk mendukung keputusan. Pada contoh di atas, pemilik bisnis mungkin percaya bahwa mereka adalah yang terbaik di pasar gigi SEO di media sosial. Karena keyakinan ini, ketika mereka melakukan riset pasar untuk media sosial, mereka mungkin hanya mengumpulkan informasi yang cukup untuk mengkonfirmasi bias mereka sendiri, sekalipun kompetitor mereka secara statistik lebih baik di media sosial. Namun, jika mengandalkan semua data yang tersedia, mereka dapat menghilangkan bias ini.
Laporan analisis kompetitif mewakili potret lanskap pasar saat ini. Laporan ini membantu Anda mendapatkan informasi yang cukup untuk membuat perubahan perusahaan, tetapi tidak boleh menjadikan dokumen itu referensi lagi kecuali Anda memperbarui informasinya secara berkala. Tren pasar selalu berubah, dan meskipun sulit untuk memperbarui laporan, melakukannya akan memastikan Anda selalu mendapatkan wawasan yang akurat tentang kompetitor.
Lakukan analisis kompetitif secara menyeluruh setidaknya sekali per kuartal. Jadwal triwulanan ini memastikan Anda tetap mengikuti perubahan pasar tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk riset.
Namun, ada situasi tertentu yang memerlukan analisis kompetitif tambahan di luar jadwal rutin. Lakukan analisis ad-hoc ketika:
Kompetitor meluncurkan produk atau fitur baru yang signifikan
Anda berencana memasuki segmen pasar baru
Terjadi perubahan besar dalam industri seperti regulasi baru atau pergeseran tren konsumen
Ada perubahan signifikan dalam pangsa pasar atau peringkat kompetitor
Untuk menjaga konsistensi, buat alur kerja khusus di platform manajemen kerja yang mengingatkan tim Anda tentang jadwal analisis triwulanan. Dengan cara ini, pembaruan analisis kompetitif tidak akan terlewatkan, dan tim Anda selalu memiliki data terkini untuk pengambilan keputusan.
Mempelajari kekuatan dan kelemahan kompetitor Anda akan membuat Anda menjadi pemasar yang lebih baik. Jika tidak tahu persaingan yang dihadapi, Anda tidak bisa mengalahkan mereka. Menggunakan analisis kompetitif di tempat kerja dapat meningkatkan strategi pemasaran Anda dan memungkinkan menarik target audiens Anda lebih cepat.
Analisis kompetitif membantu strategi bisnis dengan memberikan data yang diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih cerdas. Secara spesifik, analisis kompetitif memungkinkan Anda untuk:
Mengidentifikasi keunggulan kompetitif yang membedakan bisnis Anda dari kompetitor
Menemukan celah pasar yang belum dilayani dengan baik oleh kompetitor
Mengoptimalkan strategi harga berdasarkan perbandingan dengan penawaran kompetitor
Memperkuat positioning merek dengan memahami cara kompetitor berkomunikasi
Mengantisipasi ancaman dan peluang pasar sebelum kompetitor bertindak
Analisis kompetitif harus mengarah pada tindakan, yang berarti menindaklanjuti temuan dengan gol bisnis yang jelas dan rencana bisnis yang kuat. Dengan template analisis kompetitif dan platform manajemen kerja seperti Asana, Anda dapat mengorganisir seluruh proses mulai dari riset hingga eksekusi dalam satu tempat. Setelah melakukan analisis kompetitif, gunakan templat di bawah ini untuk mewujudkan rencana Anda.
Templat tujuan perusahaan gratisTemplat strategi bisnis gratis