Asana mengakuisisi StackAI β kini setiap Alur Kerja agen manusia berjalan di satu tempat.Pelajari selengkapnya
Bayangkan: Tim Anda memulai proyek baru dan memerlukan cara mudah untuk memvisualisasikan pekerjaan - siapa mengerjakan apa, di tahap mana, dan kapan semua harus selesai. Anda bisa memeriksa dokumen proyek, spreadsheet, email, dan pesan satu per satu, atau menampilkan semuanya di satu tempat dengan Papan Kanban.
Jika pernah mencoba manajemen proyek atau mulai mencari cara memvisualisasikan pekerjaan, Anda mungkin pernah mendengar tentang Kanban. Kanban membantu tim menyeimbangkan pekerjaan yang harus dilakukan dengan kapasitas yang tersedia dari setiap anggota tim.
Artikel ini mencakup semua yang perlu Anda ketahui tentang Kanban - mulai dari contoh Kanban di berbagai industri, cara menggunakan Kanban di tempat kerja, hingga praktik terbaik untuk mengelola pekerjaan tim secara efektif.
Kanban adalah metode Agile Management yang menggunakan papan visual untuk membantu tim melacak pekerjaan melalui beberapa tahap penyelesaian. Dibangun di atas filosofi peningkatan berkelanjutan, Kanban "menarik" item pekerjaan dari backlog produk ke dalam alur yang stabil dan mudah dikelola. Sebagai bagian dari kerangka kerja Agile, Kanban menekankan fleksibilitas dan adaptasi - menjadikannya pilihan populer bagi tim yang ingin mengoptimalkan alur kerja tanpa mengubah seluruh proses sekaligus.
Berikut cara kerja Kanban dalam praktik:
Kartu: Setiap tugas direpresentasikan sebagai kartu pada Papan Kanban Anda
Kolom: Kartu berpindah dari satu kolom ke kolom lain yang mewakili tahapan pekerjaan (mis., "Untuk Dikerjakan", "Berlangsung", "Selesai")
Visibilitas real-time: Tim Anda dapat melihat dengan tepat posisi setiap tugas dalam sekejap
Kanban sangat populer di kalangan tim pengembangan produk, teknis, dan perangkat lunak. Namun, setiap tim yang ingin menciptakan alur kerja yang lebih fleksibel dapat menggunakannya - termasuk tim pemasaran, HR, dan operasional.
Templat papan Kanban gratisTaiichi Ohno, seorang insinyur Toyota dari Jepang, menciptakan Kanban pada akhir 1940-an. Ohno menyadari dia dapat menjadikan Sistem Produksi Toyota lebih efisien dengan memasukkan elemen lean manufacturing (produksi ramping), yang juga dikenal sebagai sistem "Just-in-Time" (JIT).
Inovasi utamanya adalah peralihan dari proses "dorong" ke proses "tarik":
Proses dorong: Produk dibuat berdasarkan permintaan yang diprediksi dan didorong ke pasar
Proses tarik: Produk dibuat dan dipasok kembali berdasarkan permintaan konsumen aktual
Pergeseran ini memungkinkan Toyota mempertahankan tingkat inventaris yang lebih rendah sekaligus tetap kompetitif di pasar.
"Kanban" adalah kombinasi dari dua kata dalam bahasa Jepang: η (KΓ n), yang berarti "tanda", dan ζΏ (BΗn), yang berarti "papan".
Meskipun masih digunakan di banyak pengaturan manufaktur, Kanban diadaptasi untuk pengembangan perangkat lunak pada awal 2000-an. Sejak saat itu, penerapan Kanban terus meluas ke berbagai industri, termasuk pemasaran, manajemen SDM, dan layanan pelanggan. Tim pengembangan perangkat lunak juga menemukan bahwa Kanban melengkapi praktik DevOps mereka, menghasilkan siklus pengembangan yang lebih cepat dan mendorong budaya peningkatan berkelanjutan serta efisiensi operasional.
Papan Kanban adalah alat visualisasi yang digunakan tim untuk mengelola beban kerja dan alur tugas mereka. Di Papan Kanban, pekerjaan ditampilkan dalam kolom di papan proyek, dan setiap kolom mewakili tahap pekerjaan. Papan Kanban yang paling sederhana memiliki tiga kolom: "Harus Dikerjakan", "Berlangsung", dan "Selesai".
Setiap kolom diisi dengan kartu visual yang mewakili tugas individu. Tim memindahkan kartu dari satu kolom ke kolom lainnya hingga tugas selesai.
Bayangkan seperti rak di supermarket. Ketika persediaan produk berkurang karena konsumen membeli, staf mengisi kembali rak dengan produk baru. Papan Kanban bekerja dengan cara yang sama - terus diisi dengan tugas baru saat tim Anda menyelesaikan tugas lama.
Anda dapat memasang Papan Kanban fisik di ruang konferensi, atau menyederhanakan proses secara online - solusi yang jauh lebih praktis untuk tim jarak jauh atau virtual.
Saat ini, sebagian besar tim mengelola Papan Kanban mereka secara online. Perangkat lunak dan alat Papan Kanban virtual membantu Anda memvisualisasikan pekerjaan secara fleksibel dan mendapatkan wawasan sekilas mengenai seluruh progres proyek. Tim menggunakan Papan Kanban virtual seperti Tampilan Papan Asana untuk memvisualisasikan progres pekerjaan tahap demi tahap, berkolaborasi secara real-time, dan mengelola tugas dari mana saja.
Kartu Kanban adalah kekuatan pendorong di balik sistem Kanban. Setiap kartu mewakili satu tugas atau item pekerjaan dan memberikan ikhtisar yang jelas tentang apa yang harus dikerjakan.
Kartu Kanban biasanya mencakup detail penting berikut:
Judul tugas: Deskripsi singkat tentang pekerjaan yang harus dilakukan
Penerima tugas: Siapa yang bertanggung jawab mengerjakannya
Tenggat: Kapan tugas harus diselesaikan
Prioritas: Tingkat urgensi tugas (tinggi, sedang, rendah)
Deskripsi: Konteks atau instruksi tambahan yang diperlukan
Banyak tim juga menggunakan kode warna untuk membedakan jenis pekerjaan, sehingga anggota tim dapat dengan cepat memahami persyaratan dan status tugas hanya dengan melihat sekilas pada papan.
Kanban bekerja berdasarkan prinsip "sistem tarik" - pekerjaan baru hanya ditarik ke dalam alur kerja ketika ada kapasitas untuk menanganinya. Ini berbeda dari pendekatan tradisional yang mendorong tugas ke tim tanpa mempertimbangkan beban kerja saat ini.
Papan Kanban memvisualisasikan pekerjaan tim dengan menetapkan tugas perorangan ke kartu yang disusun dalam kolom di papan. Komponen utama yang membuat sistem ini berfungsi meliputi:
Swimlane: Kolom yang mencerminkan alur nilai - tahap yang harus dilalui tugas dari awal hingga akhir
Kartu: Tugas individu ditempatkan ke jalur yang sesuai untuk memetakan alur kerja
Batas WIP (Work in Progress): Batas maksimal jumlah tugas yang boleh berada di satu kolom pada waktu bersamaan. Batas WIP mencegah tim mengerjakan terlalu banyak tugas sekaligus, sehingga pekerjaan mengalir lebih lancar dan selesai lebih cepat
Saat pekerjaan berlangsung, anggota tim memindahkan kartu dari kiri ke kanan melalui setiap tahapan. Ketika satu tugas selesai, slot terbuka di kolom tersebut, dan tugas baru "ditarik" masuk. Siklus tarik-selesai-tarik ini menjaga alur kerja tetap stabil tanpa membebani tim.
Ada empat prinsip inti yang memandu tim dalam menerapkan proses Kanban secara efektif:
Anda dapat menerapkan Kanban ke alur kerja atau proses apa pun yang sudah berjalan. Tidak seperti metode Agile lain dengan struktur yang lebih kaku seperti Scrum, Kanban cukup fleksibel untuk digunakan dalam praktik inti tim tanpa memerlukan perombakan total.
Perubahan besar dapat mengganggu tim, dan jika Anda mencoba mengubah semuanya sekaligus, sistem baru mungkin tidak akan berfungsi. Kerangka Kerja Kanban berfokus pada peningkatan berkelanjutan dan perubahan bertahap. Alih-alih mengubah semuanya sekaligus, mulailah dengan menerapkan perubahan kecil untuk mengembangkan proses tim seiring berjalannya waktu.
Tidak seperti metodologi lean lainnya, Kanban tidak memiliki peran tim bawaan, sehingga Kanban bekerja dalam struktur dan proses tim yang sudah ada. Proses Anda saat ini mungkin memiliki elemen kuat yang akan hilang jika Anda mencoba mentransformasi alur kerja sepenuhnya dalam satu hari.
Didasarkan pada peningkatan berkelanjutan, metode Kanban meyakini bahwa perubahan bisa datang dari mana saja - tidak hanya "dari atas ke bawah." Dengan Kanban, anggota tim didorong untuk berpartisipasi, bertukar pikiran tentang cara baru agar proses berkembang, dan memimpin inisiatif kerja baru.
Prinsip inti Kanban memandu pola pikir tim saat mendekati alur kerja Kanban. Untuk menerapkan proses Kanban secara efektif, ikuti tujuh praktik ini untuk membantu tim terus meningkat dan mencapai pertumbuhan bertahap.
Salah satu keuntungan terbesar dari Kanban adalah kemampuan untuk melihat pekerjaan "berpindah" dari satu tahap ke tahap lainnya. Praktik ini memberikan pemahaman yang luas tentang bagaimana pekerjaan mengalir, sekaligus memungkinkan Anda mendapatkan wawasan real-time tentang tahap pekerjaan saat ini.
Batas Pekerjaan yang Berlangsung, atau batas WIP, adalah jumlah maksimal kartu yang dapat ditampilkan dalam satu kolom pada waktu tertentu.
Sebagai metodologi Agile, Kanban dibuat berdasarkan prinsip penyerahan awal, yang artinya tugas harus berpindah cepat antar kolom daripada mandek dalam status "Berlangsung" yang tidak jelas.
Tidak ada aturan tetap untuk jumlah tugas yang harus "berlangsung" pada waktu tertentu, tetapi umumnya, batas WIP mendorong tim untuk mengurangi multitasking dan berfokus menyelesaikan pekerjaan satu per satu.
Untuk membatasi pekerjaan berlangsung secara efektif, optimalkan alur tugas dalam Papan Kanban Anda. Waktu tunggu adalah waktu antara memulai tugas dan menandainya sebagai "Selesai".
Mengelola alur membantu Anda untuk:
Mengurangi lead time pada tugas
Mengurangi kemacetan dalam alur kerja Anda
Menyelesaikan pekerjaan selagi masih relevan
Karena tugas berpindah begitu cepat di Kanban, pastikan tim telah menetapkan dan mengomunikasikan konvensi dengan jelas. Kebijakan proses Anda harus memandu tim untuk menerapkan metodologi Kanban secara konsisten.
Selain itu, setiap orang dalam tim harus didorong untuk berpartisipasi dan berinovasi pada kebijakan Kanban, sesuai dengan prinsip inti Kanban keempat: mendorong tindakan kepemimpinan pada semua tingkatan.
Templat papan Kanban gratisDi Kanban, Anda perlu mengumpulkan umpan balik dari dua kelompok berbeda: pelanggan dan tim.
Pelanggan: Kumpulkan umpan balik pelanggan dan cerita pengguna tentang kualitas dan efektivitas solusi yang dihasilkan tim. Apakah solusi tersebut sudah tepat? Apakah ada masalah? Jika ada (seperti bug dalam kode atau cacat produk), lihat kembali alur Kanban dan tambahkan lebih banyak waktu untuk peninjauan dan evaluasi.
Tim: Sering-seringlah memeriksa tim Anda terkait proses menjalankan Kanban itu sendiri. Bagaimana perasaan mereka mengenai outputnya? Ini adalah kesempatan untuk mendorong kepemimpinan di semua tingkatan dan meningkatkan kebijakan proses tim.
Umpan balik adalah bagian penting dari peningkatan berkelanjutan dan Kerangka Kerja Kanban.
Melacak metrik kinerja utama - seperti waktu tunggu, waktu siklus, dan throughput - sangat penting untuk menerapkan sistem Kanban secara efektif. Metrik ini memberikan wawasan berharga tentang progres dan efisiensi tim, serta menyoroti area yang perlu diperbaiki.
Tim dapat menggunakan analisis data ini untuk membuat keputusan yang matang dan terus menyempurnakan proses Kanban mereka. Meningkatkan visibilitas proyek mendorong tim untuk mencapai keunggulan operasional dalam lingkungan Agile.
Pada intinya, Kanban adalah tentang peningkatan berkelanjutan. Ini juga berarti metodologi peningkatan proses lain mungkin bekerja dengan baik bersama Kanban. Baik itu Scrum atau yang lainnya, bersedialah selalu untuk berkolaborasi, bereksperimen, dan mengembangkan proses Anda jika perlu.
Kanban bukan hanya untuk tim teknis. Berikut contoh bagaimana berbagai industri menerapkan Kanban di tempat kerja:
Manufaktur: Toyota, pelopor Kanban, menggunakan papan visual untuk mengatur produksi berdasarkan permintaan aktual. Perusahaan seperti Nike juga menerapkan Kanban dalam rantai pasok mereka untuk mengurangi pemborosan dan mengoptimalkan inventaris.
Pengembangan perangkat lunak: Tim teknis menggunakan Papan Kanban untuk mengelola sprint, melacak bug, dan memvisualisasikan backlog. Spotify, misalnya, menggabungkan Kanban dengan struktur "squad" mereka untuk menjaga fleksibilitas dalam pengembangan produk.
Pemasaran: Tim pemasaran konten menggunakan Papan Kanban untuk mengelola kalender editorial - dari ide awal, penulisan, peninjauan, hingga publikasi. Kolom seperti "Ide", "Draf", "Review", dan "Terpublikasi" membantu menjaga alur kerja kreatif tetap terorganisir.
SDM dan rekrutmen: Departemen HR menerapkan Kanban untuk melacak pipeline rekrutmen. Kolom pada papan mewakili tahap seperti "Lamaran Masuk", "Wawancara", "Penawaran", dan "Diterima" - memberikan visibilitas lengkap atas proses perekrutan.
Operasional: Tim operasional menggunakan Kanban untuk mengelola permintaan layanan, pemeliharaan fasilitas, dan proses logistik. Papan Kanban membantu memastikan tidak ada permintaan yang terlewat atau terlupakan.
Sesuai dengan prinsip inti Kanban pertama (mulai dengan hal yang Anda kerjakan sekarang), Anda dapat menerapkan Kanban ke semua alur kerja. Cara terbaik untuk memvisualisasikan Papan Kanban adalah dengan alat manajemen kerja seperti Asana. Di Asana, setiap proyek dapat dilihat dalam empat cara, termasuk Tampilan Papan bergaya Kanban.
Apa pun cara Anda membuat Papan Kanban, ikuti langkah-langkah mudah ini untuk menerapkan Kanban ke salah satu proses yang ada:
Meskipun Papan Kanban pada akhirnya akan menampung semua tugas backlog dan pekerjaan yang sudah selesai, Anda boleh memulai dengan papan kosong. Jika menggunakan alat manajemen kerja seperti Asana, pastikan Anda sudah dalam tampilan Papan.
Umumnya, kolom Papan Kanban mewakili berbagai tahap pekerjaan. Kolom yang Anda buat akan tergantung pada tim, tetapi beberapa kolom umum meliputi:
Backlog, Kotak Masuk, atau Baru: Kolom ini adalah tempat pekerjaan baru akan ditempatkan sebelum Anda menugaskannya ke anggota tim.
Siap atau Prioritas: Pindahkan pekerjaan ke kolom ini jika sudah siap untuk dimulai.
Berlangsung: Pekerjaan yang sedang dikerjakan tim Anda saat ini. Anda dapat membagi kolom "Berlangsung" menjadi beberapa kolom lain - misalnya, tim konten mungkin membuat kolom untuk "Draf", "Peninjauan", dan "Pengeditan", sedangkan tim teknis mungkin memiliki kolom untuk "Pengembangan", "Pengujian", dan "Penyebaran".
Tertahan: Pindahkan pekerjaan ke kolom ini jika Anda harus memblokirnya karena alasan tertentu.
Selesai atau Rampung: Pindahkan tugas ke kolom ini setelah selesai.
Di Papan Kanban, setiap tugas diwakili oleh kartu. Pastikan judul tugas Anda dapat ditindaklanjuti. Kami sarankan untuk memulainya dengan kata kerja sehingga tim tahu persis yang harus dikerjakan.
Jika menggunakan solusi manajemen kerja virtual, Anda juga dapat menambahkan informasi, konteks, dan file tambahan ke kartu tugas Kanban. Kemudian, gunakan tag untuk melacak metadata, seperti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tugas tersebut atau prioritasnya.
Elemen inti manajemen alur kerja dengan Papan Kanban adalah memindahkan pekerjaan dari satu tahap ke tahap lainnya. Anda dapat melakukannya secara manual dengan menyeret dan melepaskan tugas, atau menggunakan solusi manajemen kerja virtual yang mengotomatiskan proses ini. Misalnya, dengan Asana, Anda dapat mengatur aturan untuk secara otomatis mengarahkan pekerjaan ke kolom yang berbeda berdasarkan informasi tugas yang relevan - seperti memindahkan tugas ke kolom "Berlangsung" setelah Anda memberikan tugas tersebut ke anggota tim.
Anda dapat menggunakan Papan Kanban virtual yang sama tanpa batas. Karena Papan Kanban melacak pekerjaan menggunakan proses berkelanjutan, tidak ada alasan kuat untuk menghapus papan saat ini. Tetapi di beberapa sistem seperti Scrum, Anda akan sering membuat Papan Kanban untuk setiap sprint baru. Cukup buat papan baru, kirimkan backlog tugas, dan mulai pekerjaan Anda lagi.
Kanban dan Scrum sama-sama merupakan kerangka kerja Agile, tetapi keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengelola pekerjaan. Memahami perbedaan ini membantu Anda memilih metode yang paling sesuai untuk tim Anda.
Aspek | Kanban | Scrum |
Alur kerja | Berkelanjutan - pekerjaan mengalir tanpa henti | Berbasis sprint - pekerjaan dibagi dalam iterasi tetap (biasanya 2-4 minggu) |
Peran tim | Tidak ada peran khusus yang ditentukan | Peran spesifik: Scrum Master, Product Owner, Tim Pengembang |
Perubahan | Perubahan dapat dilakukan kapan saja | Perubahan umumnya menunggu sprint berikutnya |
Metrik utama | Waktu tunggu, waktu siklus, throughput | Velocity (kecepatan tim per sprint) |
Perencanaan | Perencanaan berkelanjutan berdasarkan kapasitas | Perencanaan sprint di awal setiap iterasi |
Banyak tim menggabungkan elemen dari kedua kerangka kerja ini - pendekatan yang sering disebut "Scrumban." Misalnya, tim mungkin menggunakan sprint dari Scrum tetapi menerapkan batas WIP dari Kanban untuk mengelola alur kerja secara lebih efektif.
Meskipun Papan Kanban tradisional masih merupakan alat manajemen proyek yang efektif, menggunakan alat Kanban digital seperti Asana dapat secara signifikan meningkatkan pendekatan tim Anda terhadap peningkatan berkelanjutan.
Alat Kanban digital adalah platform berbasis web atau aplikasi yang mereplikasi Papan Kanban fisik dalam lingkungan yang fleksibel dan interaktif. Berikut cara alat digital meningkatkan efektivitas tim:
Alur: Alat Kanban digital menawarkan visibilitas terbaik tentang bagaimana tugas bergerak di sepanjang alur kerja. Berkat transparansi ini, tim dapat mengidentifikasi dan mengatasi kemacetan dengan lebih mudah, memastikan alur pekerjaan yang lebih lancar dari awal hingga penyelesaian.
Throughput: Tim dapat mengukur throughput mereka dengan melacak jumlah tugas yang selesai dalam periode tertentu. Alat Kanban digital memudahkan visualisasi metrik ini, menawarkan wawasan tentang tren produktivitas dan memungkinkan keputusan berdasarkan data untuk mengoptimalkan output tim.
Waktu penyelesaian: Memahami durasi suatu tugas dari awal hingga akhir sangat penting untuk memprediksi linimasa proyek dan menetapkan batas waktu yang realistis. Tim dapat melacak waktu penyelesaian secara akurat menggunakan alat manajemen proyek digital, yang menyediakan data berharga untuk meningkatkan proses perencanaan dan pelaksanaan.
Automasi: Alat Kanban digital sering kali menyertakan fitur automasi yang menangani tugas berulang - seperti memindahkan kartu antar kolom berdasarkan pemicu, mengirim pemberitahuan, dan memperbarui status tugas. Tim dapat berfokus pada aktivitas yang lebih bernilai tambah dengan mengurangi upaya manual.
Integrasi: Menggabungkan dengan alat dan platform lain memastikan bahwa Papan Kanban tidak beroperasi secara terpisah. Integrasi menghubungkan penyimpanan dokumen, alat komunikasi, dan lingkungan pengembangan untuk menyederhanakan alur kerja dan menyimpan semua informasi yang relevan di satu tempat yang dapat diakses.
AI dan automasi cerdas: Alat Kanban modern seperti Asana kini dilengkapi fitur AI yang membantu mempercepat alur kerja. Asana AI dapat meringkas status proyek, mengidentifikasi risiko, dan menyarankan langkah selanjutnya. Dengan fitur seperti AI Teammates, tim dapat mengotomatiskan tugas rutin dan berfokus pada pekerjaan strategis yang lebih berdampak.
Analitik dan pelaporan: Alat Kanban digital sering kali menyertakan kemampuan analitik dan pelaporan bawaan. Tim mendapatkan wawasan mendalam tentang pola kerja mereka melalui fitur ini, yang memungkinkan mereka mengidentifikasi tren, memperkirakan kinerja masa depan, dan membuat penyesuaian yang tepat pada proses mereka.
Haruskah tim Anda menggunakan Kanban? Berikut perbandingan singkat untuk membantu Anda memutuskan:
Manfaat | Kekurangan |
Memberikan wawasan sekilas tentang pekerjaan dan alur kerja tim Anda | Kurang umum untuk tim non-teknis, yang dapat memperlambat penerapan |
Meningkatkan kejelasan untuk tim jarak jauh dengan memusatkan visibilitas pekerjaan | Dapat membuat kewalahan jika terlalu banyak tugas yang berlangsung sekaligus |
Mendorong fleksibilitas melalui praktik peningkatan berkelanjutan | Memerlukan disiplin untuk mempertahankan batas WIP dan kebersihan papan |
Meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan dalam alur kerja proyek | Mungkin tidak cocok untuk tim yang membutuhkan batas waktu tetap atau sprint terstruktur |
Kanban adalah alat fleksibel yang dapat membantu tim menyeimbangkan pekerjaan dengan kapasitas. Jika Anda memperkenalkan Kanban ke tim non-teknis, pertimbangkan untuk memindahkan alur kerja satu per satu untuk memudahkan penerapan.
Kanban membantu tim dari berbagai industri memvisualisasikan pekerjaan, membatasi tugas berlangsung, dan meningkatkan alur kerja secara berkelanjutan. Dengan Papan Kanban, setiap anggota tim mendapatkan gambaran yang jelas tentang tugas yang dikerjakan dan statusnya saat ini.
Jika Anda siap menerapkan Kanban untuk tim, mulailah dengan Asana. Anda dapat melihat semua proyek Asana dalam empat cara, termasuk Tampilan Papan - papan bergaya Kanban yang membantu tim memvisualisasikan dan mengarahkan alur kerja dengan lebih mudah.
Coba templat papan Kanban gratis
Templat papan Kanban gratis