Lanskap TI berkembang pesat, dipengaruhi oleh pekerjaan jarak jauh, kemajuan dalam AI, dan faktor penting lainnya. Untuk memahami kondisi saat ini dan mengantisipasi lintasan masa depan bidang TI, The Work Innovation Lab, think tank Asana, bermitra dengan Firstbaseβpenyedia terkemuka manajemen peralatan kerja fleksibel untuk pekerja jarak jauh dan hybridβdan Sierra Ventures βperusahaan modal ventura tahap awal yang berinvestasi untuk masa depan teknologi perusahaan. Bersama-sama, mereka melakukan survei terhadap 500 profesional TI dan bertanya kepada para pemimpin dari perusahaan global berkinerja tinggi, termasuk Slack, Okta, Asana, Google, CDW, dan Kleiner Perkins.Β
Berikut tiga kiat yang dapat ditindaklanjuti yang tetap menjadi prioritas utama bagi para pemimpin TI:
Dalam lanskap digital saat ini, lebih sedikit memang bisa lebih banyak. Pemimpin TI menekankan pentingnya menyederhanakan stack teknologiβtetapi juga berfokus pada alat yang benar-benar memberi nilai tambah dan meningkatkan produktivitas. The Work Innovation Lab menemukan bahwa 40% profesional TI merasa stres setidaknya setiap minggu tentang pengurangan pengeluaran TI. Namun, ketika merefleksikan pengeluaran sebelumnya, 64% pemimpin TI yang kami survei menyesal tidak berinvestasi dalam teknologi yang tepat.
Dikotomi ini menyoroti perlunya mengevaluasi potensi manfaat dan ROI teknologi baru dengan cermatβterutama di ranah AI. Sebagai pemimpin TI, Anda bertanggung jawab membantu organisasi Anda bergerak maju dengan teknologiβtetapi pemimpin yang melakukannya dengan penuh pertimbangan yang benar-benar akan membangun keunggulan kompetitif.

Kami ingin membantu Pegawai menjadi lebih efisien dan melakukan pekerjaan terbaik mereka dengan membekali mereka dengan alat produktivitas yang tepat.β
Kecerdasan Buatan (AI) terus menjadi inovator di lanskap TI. CIO Asana, Saket Srivastava, mengidentifikasi AI sebagai taruhan penting untuk hari ini dan besok. Dia menyatakan, "Dunia di sekitar kita berubah sangat cepat, dan cara kita mendekati pemecahan masalah akan berubah lebih banyak dengan AI generatif. Kita perlu memberdayakan orang-orang dan menemukan cara untuk meningkatkan atau melatih tenaga kerja kita agar mereka dapat memimpin perubahan ini secara efektif."
Pemimpin TI harus tetap terdepan dengan mengintegrasikan AI dan automasi ke dalam perencanaan strategis mereka. Faktanya, 35% profesional TI menyebut AI/automasi sebagai investasi terbesar mereka untuk 2023. Namun, memanfaatkan AI bukan hanya tentang mengadopsi teknologi terbaru. Ini juga tentang memberdayakan tenaga kerja untuk memanfaatkan potensi AI.Β
Untuk melakukan ini, pemimpin TI harus:Β
Berinvestasi dalam peningkatan keterampilan pegawai
Menumbuhkan budaya inovasi
Menciptakan lingkungan tempat pegawai didorong untuk bereksperimen dengan ide dan pendekatan baru
Peran tim TI tidak lagi terbatas pada back office. Saat ini, para profesional TI memegang peran strategis dalam membentuk tujuan bisnis dan mendorong pertumbuhan organisasi. Pergeseran ini mengharuskan para pemimpin TI untuk mengembangkan serangkaian keterampilan yang lebih luas, termasuk perencanaan strategis, ketajaman bisnis, dan kepemimpinan. Keterampilan ini tidak sekadar bagus untuk dimilikiβmenurut The Work Innovation Lab, perusahaan meminta 49% pemimpin TI untuk memberikan saran tentang perencanaan strategis dan 35% tentang tujuan bisnis lebih sering daripada 6 bulan yang lalu.
Selain itu, karena TI menjadi lebih terintegrasi dengan operasi Business, ada kebutuhan yang terus meningkat akan kolaborasi lintas fungsi. Pemimpin TI menekankan pentingnya bekerja sama dengan bagian lain untuk menyelaraskan inisiatif teknologi dengan gol bisnis, dan untuk memastikan bahwa teknologi secara efektif mendukung tujuan strategis organisasi.
Unduh laporan Kondisi pemimpin TI untuk berbagai wawasan tambahan dan riset mutakhir dari The Work Innovation Lab. Dalam laporan tersebut, Anda akan menemukan analisis mendetail tentang penyesalan para eksekutif TI, transformasi kolaborasi lintas fungsi, dan peran keamanan dan data dalam lanskap saat ini.Β
Dapatkan wawasan