Tiga perubahan strategis yang diterapkan oleh para pemimpin TI pada tahun 2023

Foto wajah kontributor Julia MartinsJulia Martins
28 Februari 2026
2 menit baca
facebookx-twitterlinkedin
Three strategic shifts IT leaders are implementing in 2023 – banner image
Cek Templat
Tonton demo

Lanskap TI berkembang dengan cepat, dipengaruhi oleh kerja jarak jauh, kemajuan AI, dan faktor-faktor penting lainnya. Untuk memahami kondisi saat ini dan mengantisipasi arah perkembangan bidang TI di masa mendatang, The Work Innovation Lab, think tank milik Asana, bermitra dengan Firstbase—penyedia terkemuka manajemen peralatan kerja fleksibel untuk pekerja jarak jauh dan hybrid—dan Sierra Ventures—perusahaan modal ventura tahap awal yang berinvestasi untuk masa depan teknologi perusahaan. Bersama-sama, mereka melakukan survei terhadap 500 profesional TI dan mengajukan pertanyaan kepada para pemimpin dari perusahaan global berkinerja terbaik, termasuk Slack, Okta, Asana, Google, CDW, dan Kleiner Perkins. 

Apa itu The Work Innovation Lab?

Telusuri tren pemasaran terpenting yang akan menentukan tahun 2026, mulai dari automasi berbasis AI dan AI agen hingga perdagangan sosial dan komunitas mikro. Pelajari cara meningkatkan pengalaman pelanggan, membangun koneksi merek yang autentik, dan mengukur keberhasilan di dunia yang mengutamakan privasi.Dapatkan wawasan

Berikut ini tiga kiat yang dapat ditindaklanjuti dan tetap menjadi prioritas utama bagi para pemimpin TI:

1. Sedikit tapi cukup

Dalam lanskap digital saat ini, lebih sedikit memang bisa berarti lebih banyak. Para pemimpin TI menekankan pentingnya menyederhanakan tech stack—tetapi juga berfokus pada alat yang benar-benar memberikan nilai tambah dan meningkatkan produktivitas. The Work Innovation Lab menemukan bahwa 40% profesional TI merasakan stres setidaknya setiap minggu terkait pengurangan pengeluaran TI. Namun, ketika meninjau pengeluaran di masa lalu, 64% pemimpin TI yang kami survei menyesal karena tidak berinvestasi pada teknologi yang tepat.

Dikotomi ini menyoroti kebutuhan untuk mengevaluasi potensi manfaat dan ROI teknologi baru dengan cermat—terutama di bidang AI. Sebagai pemimpin TI, Anda bertanggung jawab untuk membantu organisasi Anda maju menggunakan teknologi—namun, pemimpin yang melakukannya dengan bijaklah yang benar-benar akan menciptakan keunggulan kompetitif.

quotation mark
Kami ingin membantu pegawai kami menjadi lebih efisien dan bekerja sebaik mungkin dengan membekali mereka dengan alat produktivitas yang tepat.”
Cal Henderson, Co-Founder & CTO, Slack

2. Jika Anda belum mempertimbangkan AI, mulailah sekarang

Kecerdasan Buatan (AI) terus menjadi inovasi penting dalam dunia TI. CIO Asana, Saket Srivastava, menganggap AI sebagai taruhan penting untuk hari ini dan masa depan. Dia menyatakan, “Dunia di sekitar kita berubah dengan sangat cepat, dan cara kita mendekati pemecahan masalah akan makin berubah dengan AI generatif. Kita perlu memberdayakan karyawan kita dan mencari cara untuk meningkatkan keterampilan atau memberikan pelatihan lintas fungsi kepada tenaga kerja kita agar mereka dapat memimpin perubahan ini secara efektif.”

Para pemimpin TI harus tetap terdepan dengan mengintegrasikan AI dan automasi ke dalam perencanaan strategis mereka. Faktanya, 35% profesional TI menyebut AI/automasi sebagai investasi terbesar mereka pada 2023. Namun, memanfaatkan AI bukan hanya tentang mengadopsi teknologi terbaru. Ini juga berarti memberdayakan tenaga kerja untuk memanfaatkan potensi AI. 

Untuk melakukan ini, para pemimpin TI harus: 

  • Berinvestasi dalam peningkatan keterampilan Pegawai

  • Menumbuhkan budaya inovasi

  • Menciptakan lingkungan tempat Pegawai didorong untuk bereksperimen dengan ide dan pendekatan baru

3. Menerima peran TI yang terus berkembang

Peran Tim TI tidak lagi terbatas pada back office. Saat ini, para profesional TI memainkan peran strategis dalam membentuk tujuan bisnis dan mendorong pertumbuhan organisasi. Perubahan ini mengharuskan pemimpin TI mengembangkan serangkaian keterampilan yang lebih luas, termasuk perencanaan strategis, ketajaman bisnis, dan Kepemimpinan. Keterampilan ini bukan sekadar keterampilan yang bagus untuk dimiliki—menurut The Work Innovation Lab, perusahaan meminta 49% dari para pemimpin TI untuk memberikan saran perencanaan strategis dan 35% untuk memberikan saran tentang tujuan bisnis lebih sering dibandingkan 6 bulan yang lalu.

Selain itu, seiring semakin terintegrasinya TI dengan operasi bisnis, kebutuhan akan kolaborasi lintas fungsi makin meningkat. Para pemimpin TI menekankan pentingnya bekerja sama secara erat dengan Bagian lain untuk menyelaraskan inisiatif teknologi dengan gol bisnis, dan untuk memastikan bahwa teknologi secara efektif mendukung tujuan strategis organisasi.

Dapatkan gambaran yang lebih mendalam

Unduh laporan Kondisi pemimpin TI untuk mendapatkan banyak wawasan tambahan dan riset mutakhir dari The Work Innovation Lab. Dalam laporan ini, Anda akan menemukan analisis terperinci tentang penyesalan para eksekutif TI, transformasi kolaborasi lintas fungsi, serta peran keamanan dan data dalam lanskap saat ini. 

Dapatkan wawasan

Sumber daya terkait

Laporan

Crossing the 5 AI Chasms