Masa depan dunia kerja telah tiba, dan AI merupakan bagian tak terpisahkannya. Sekarang saatnya tim mempelajari dan menguji berbagai alat AIβsehingga mereka dapat mulai menggunakannya untuk mendorong efisiensi, bertukar pikiran terkait solusi kreatif, dan tetap berada di depan pesaing.Β
Namun, bagaimana cara para pemimpin mendorong tim untuk mulai menggunakan AI, terutama ketika beberapa pegawai takut dengan teknologi ini? Menurut riset dari The Work Innovation Lab, jawabannya adalah bereksperimen. Dengan meluangkan waktu beberapa menit setiap hari bereksperimen dengan AI, para pekerja dapat mulai mengatasi rasa takut dan mengadopsi AI dengan lebih mudah.Β
Itulah yang dilakukan tim pemasaran Asana, dalam kemitraan dengan The Work Innovation Lab.
The Work Innovation Lab, bekerja sama dengan Marketing AI Institute, merancang dan melakukan penelitian yang disebut "AI Brain Boost" pada tim pemasaran Asana. Dalam penelitian ini, pemasar diberi tugas untuk bereksperimen dengan AI setidaknya sekali setiap hari.Β Β
Hasilnya? Pemasar tidak hanya menghemat waktu dengan AI. Mereka juga mampu mengatasi ketakutan, menggunakan teknologi dengan cara baru yang kreatif, dan membagikan kasus penggunaan AI baru kepada rekan kerja mereka.Β
Setiap pemimpin dapat menjalankan studi serupa pada Tim mereka. Ikuti kiat dan pedoman ini untuk memulai penggunaan AI di perusahaan Anda, serta kumpulkan wawasan untuk mendorong penggunaan yang lebih luas.Β
The Work Innovation Lab ingin pegawai bereksperimen dengan AI sesuai keinginan mereka, jadi mereka membuat studi AI Brain Boost mereka bersifat sukarela. Untuk mendorong pemasar mengambil risiko dan berpartisipasi, mereka menetapkan tujuan yang jelasβmenyampaikan alasan pentingnya studi ini dan hal yang dapat diperoleh pemasar darinya, seperti penghematan waktu, pelatihan dengan AI, membantu tim mengadopsi alat baru, atau semua hal di atas. Menyampaikan "alasan" di balik penelitian membantu memotivasi pegawai dan menetapkan tahap untuk eksperimen di masa mendatang.
Minta komitmen waktu singkat (5 hingga 10 menit) dari peserta setiap hari. Golnya adalah agar pegawai meluangkan sedikit waktu untuk bereksperimen dengan AI, bukan (belum) untuk sepenuhnya mengubah proses kerja mereka. Memulai dari hal kecil membantu menanamkan benih eksperimen AI tanpa membebani tim Anda.Β
Agar semuanya tetap tertata, buat rencana riset dengan struktur yang jelas. Misalnya, The Work Innovation Lab membagi studi AI Brain Boost mereka menjadi tiga fase:Β
Fase 1: Curah pendapat. Mereka meminta peserta untuk memilih satu kasus penggunaan AI generatif untuk diimplementasikan agar menjadi pemasar yang lebih efektif, dengan fleksibilitas untuk berubah pikiran nantinya. Untuk membantu curah pendapat, The Lab juga memberikan daftar kasus penggunaan pemasaran umum kepada peserta.
Fase 2: Belajar. Selama fase ini, The Lab meminta peserta untuk menerapkan kasus penggunaan yang mereka identifikasi pada fase 1. Mereka membagikan pengingat rutin bagi para pemasar untuk meluangkan sedikit waktu setiap hari bereksperimen dengan AI.Β
Fase 3: Hasil dan berbagi. Di akhir studi, The Lab mengirimkan survei singkat kepada peserta untuk mengumpulkan data dan umpan balik tentang pengalaman mereka. Mereka kemudian menyusun ini ke dalam pembelajaran yang lebih luas untuk dibagikan ke seluruh organisasi pemasaran.Β
Ingat, latihan ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa takut dan mendorong pegawai untuk menggunakan AI dengan cara baru yang kreatif. Pikirkan cara untuk menciptakan suasana santai dan mendorong peserta untuk bersenang-senang dengan AI. Ini bisa berupa menyelenggarakan acara khusus untuk peserta, menawarkan hadiah, atau membagikan kasus penggunaan AI paling kreatif dari studi.Β
Gol dari studi AI Brain Boost adalah untuk memulai penggunaan AI di tim Anda. Setelah pegawai mulai bereksperimen, manfaatkan momentum itu dengan meminta peserta membagikan apa yang mereka pelajari dan cara mereka menggunakan AI untuk melakukan pekerjaan mereka secara lebih efektif. Dengan begitu, tim Anda dapat terus memperdalam pengetahuan mereka bahkan setelah studi berakhir, membuka jalan untuk adopsi yang lebih luas di seluruh perusahaan Anda.Β
Telusuri lebih lanjut wawasan dan penelitian mutakhir dalam buku pedoman lengkap The Work Innovation Lab: Pemasar Takut pada AIβBerikut Cara Mengubah Rasa Takut menjadi Eksekusi Tanpa Rasa Takut.
Jelajahi analisis mendetail tentang sentimen pemasaran saat ini seputar AIβplus strategi untuk mengatasi rasa takut dan membangun kemahiran dalam teknologi AI.