Pemasar biasanya adalah juara teknologi baru, tetapi AI adalah cerita yang berbeda. Menurut riset dari The Work Innovation Lab, hampir setengah (44%) pemasar mengalami ketakutan akibat AI setidaknya sebulan sekali. Ketakutan ini menghambat tim pemasaran untuk mendorong efisiensi dan inovasi dengan AI, pada saat mengadopsi teknologi sangat penting untuk tetap terdepan.
The Work Innovation Lab, bekerja sama dengan Marketing AI Institute, mengambil langkah berani untuk mengubah narasi ini di bagian pemasaran Asana. Kami merancang dan melakukan penelitian yang disebut "AI Brain Boost", di mana sukarelawan ditugaskan untuk bereksperimen dengan AI setidaknya sekali setiap hari.Β
Hasilnya? Hemat waktu, ditambah sesuatu yang jauh lebih penting. Pemasar yang bereksperimen dengan AI mampu mengatasi sebagian ketakutan mereka dan menggunakan teknologi dengan cara baru yang kreatif.Β
Sebagai bagian dari eksperimen AI Brain Boost, kami memberi tugas kepada pemasar untuk menggunakan AI setidaknya sekali setiap hari. Kami juga menginstruksikan peserta untuk mempertimbangkan kasus penggunaan di mana AI akan "meningkatkan" kemampuan mereka sebagai pemasar, mendorong mereka untuk memikirkan cara AI dapat memperkuatβbukan menggantikanβkeahlian mereka.
Setelah studi, peserta mengatakan bahwa mereka memperkirakan akan menghemat 25 menit per hari kerja ke depannya. Perlu dicatat, mereka juga menyatakan lebih bersedia untuk mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan sehari-hari setelah studi selesai. Ini menunjukkan bahwa dengan mendorong pemasar untuk bereksperimen dengan AI, para pemimpin dapat mengurangi rasa takut dan membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas.Β
Berikut adalah poin utama dari studi kami:Β
AI dapat membantu pemasar menghemat waktu. Peserta studi menemukan bahwa AI sangat membantu untuk tugas seperti pembuatan konten, pengeditan konten, penulisan draf pertama, penyesuaian gaya bahasa, dan merangkum teks yang panjang.
Eksperimen dapat membantu pemasar mengatasi rasa takut. Kami menemukan bahwa dengan membangun proses yang terstruktur namun menyenangkanβseperti eksperimenβbagi pemasar untuk melakukan curah pendapat terkait integrasi AI ke dalam pekerjaan mereka secara efektif, hal ini membantu mereka beralih dari rasa takut dan ketidakpastian menjadi eksekusi tanpa rasa takut.Β
Mengubah cara pandang terhadap AI sebagai mitra kreatif, bukan pengganti. Dengan memposisikan AI sebagai alat yang membantu, bukan menggantikan pekerjaan manusia, kita dapat mengurangi ketakutan ini dan mendorong penggunaan teknologi AI yang lebih terbuka.
Produksi konten hanyalah permulaan. Meskipun pemasar pasti akan condong menggunakan AI untuk produksi konten, ini harus berfungsi sebagai batu loncatan, mendorong mereka untuk juga menjelajahi spektrum lengkap kasus penggunaan pemasaran.Β
Wawasan ini hanyalah permulaan. Dapatkan lebih banyak kiat yang didukung riset dalam pedoman lengkap kami: Pemasar takut pada AIβberikut cara beralih dari rasa takut ke eksekusi tanpa rasa takut.
Jelajahi analisis mendetail tentang sentimen pemasaran saat ini seputar AIβplus strategi untuk mengatasi rasa takut dan membangun kemahiran dalam teknologi AI.