# Tujuan SMART: Definisi, Contoh, dan Cara Membuatnya

> Pelajari apa itu tujuan SMART, manfaatnya, dan cara membuatnya. Lihat contoh praktis untuk bisnis, tim, dan karier Anda.

Source: https://asana.com/id/resources/smart-goals

## Tujuan SMART: panduan lengkap dengan contoh praktis

Setiap pencapaian besar dimulai dari tujuan yang jelas. Baik Anda sedang berupaya [menyembuhkan penyakit](/id/case-study/michael-j-fox-foundation), merancang [peralatan](/id/case-study/viessmann) generasi berikutnya, atau melindungi [paus dan lumba-lumba](/id/case-study/whale-dolphin-conservation), langkah pertama yang paling penting adalah menetapkan tujuan dengan tepat. Namun, tidak semua tujuan diciptakan sama. Tujuan yang terlalu umum sering kali sulit diukur dan akhirnya terabaikan. Di sinilah tujuan SMART berperan. Kerangka kerja ini membantu Anda merumuskan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu tujuan SMART, mengapa metode ini efektif, bagaimana cara membuatnya, serta berbagai contoh praktis yang dapat langsung Anda terapkan di tempat kerja maupun kehidupan pribadi.

## Apa itu tujuan SMART?

Tujuan SMART adalah metode penetapan tujuan yang dirancang agar setiap target yang Anda buat memiliki struktur yang jelas dan dapat ditindaklanjuti. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh George T. Doran dalam artikelnya yang diterbitkan pada tahun 1981 di jurnal _Management Review_ berjudul "There's a S.M.A.R.T. Way to Write Management's Goals and Objectives." Sejak saat itu, kerangka kerja SMART telah menjadi standar yang digunakan secara luas di dunia bisnis, pendidikan, dan pengembangan pribadi.

SMART merupakan akronim dari lima kriteria berikut:
- **Specific (Spesifik):** Tujuan harus jelas dan terdefinisi dengan baik.
- **Measurable (Terukur):** Tujuan harus memiliki indikator yang dapat diukur.
- **Achievable (Dapat dicapai):** Tujuan harus realistis dan dapat diwujudkan.
- **Relevant (Relevan):** Tujuan harus selaras dengan prioritas yang lebih besar.
- **Time-bound (Terikat waktu):** Tujuan harus memiliki tenggat waktu yang jelas.

Beberapa praktisi juga menggunakan versi yang diperluas, yaitu SMARTER, yang menambahkan dua elemen tambahan: Evaluate (Evaluasi) dan Readjust (Sesuaikan kembali). Kedua elemen ini menekankan pentingnya meninjau progres secara berkala dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.

### Specific (Spesifik)

Langkah pertama dalam membuat tujuan SMART adalah memastikan tujuan Anda bersifat spesifik. Tujuan yang terlalu umum, seperti "meningkatkan kinerja tim," sulit untuk ditindaklanjuti karena tidak memberikan arah yang jelas. Sebaliknya, tujuan yang spesifik menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar yang membantu Anda memahami apa yang ingin dicapai secara konkret.

Untuk merumuskan tujuan yang spesifik, jawab pertanyaan berikut:
- **Apa yang ingin dicapai?** Definisikan hasil akhir dengan jelas.
- **Siapa yang terlibat?** Tentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
- **Di mana hal ini akan dilakukan?** Identifikasi lokasi atau lingkup pekerjaan.
- **Kapan target ini harus tercapai?** Tetapkan kerangka waktu awal.
- **Mengapa tujuan ini penting?** Pahami alasan dan motivasi di balik tujuan tersebut.

Contoh: Alih-alih menulis "meningkatkan penjualan," tulislah "meningkatkan penjualan produk X sebesar 15% di wilayah Jawa Barat selama kuartal ketiga tahun 2025."

### Measurable (Terukur)

Tujuan yang terukur memungkinkan Anda melacak progres dan mengetahui kapan tujuan tersebut telah tercapai. Tanpa metrik yang jelas, Anda tidak akan memiliki cara objektif untuk mengevaluasi keberhasilan. Elemen "Measurable" memastikan bahwa setiap tujuan disertai dengan indikator kinerja yang dapat dikuantifikasi.

Pertanyaan yang perlu dijawab untuk memastikan tujuan Anda terukur:
- **Berapa banyak?** Tentukan angka atau persentase target.
- **Bagaimana cara mengukurnya?** Pilih [KPI](/id/resources/key-performance-indicator-kpi) atau metrik yang relevan.
- **Bagaimana Anda tahu tujuan sudah tercapai?** Definisikan kriteria keberhasilan.

Misalnya, jika tujuan Anda adalah meningkatkan kepuasan pelanggan, metrik yang terukur bisa berupa "meningkatkan skor NPS dari 45 menjadi 60 dalam enam bulan." Dengan metrik yang jelas, seluruh tim dapat memantau progres secara transparan dan melakukan penyesuaian strategi jika diperlukan.

### Achievable (Dapat dicapai)

Tujuan yang baik harus menantang, tetapi tetap realistis. Elemen "Achievable" memastikan bahwa tujuan yang Anda tetapkan dapat dicapai dengan sumber daya, kemampuan, dan waktu yang tersedia. Menetapkan tujuan yang terlalu ambisius tanpa mempertimbangkan keterbatasan justru dapat menurunkan motivasi tim.

Untuk mengevaluasi apakah tujuan Anda dapat dicapai, pertimbangkan hal-hal berikut:
- Apakah tim memiliki keterampilan dan sumber daya yang diperlukan?
- Apakah tujuan ini realistis berdasarkan data historis dan kondisi saat ini?
- Apa saja kendala yang mungkin dihadapi, dan bagaimana cara mengatasinya?

Penting juga untuk mendefinisikan [ruang lingkup proyek](/id/resources/project-scope) dengan jelas agar tim memahami batasan dan ekspektasi sejak awal. Keseimbangan antara ambisi dan realisme adalah kunci keberhasilan.

#### Bagaimana dengan gol ambisius?

[Gol ambisius](/id/resources/stretch-goals) adalah tujuan yang sengaja ditetapkan melampaui kemampuan yang dianggap mudah dicapai. Meskipun terkesan bertentangan dengan prinsip "Achievable," gol ambisius tetap memiliki tempatnya dalam strategi penetapan tujuan. Kuncinya adalah menggunakannya secara selektif, bukan sebagai standar untuk setiap tujuan. Gol ambisius paling efektif ketika tim sudah memiliki rekam jejak keberhasilan dan ingin mendorong inovasi lebih jauh.

### Relevant (Relevan)

Elemen "Relevant" memastikan bahwa tujuan yang Anda tetapkan selaras dengan prioritas bisnis, visi organisasi, dan strategi jangka panjang. Dalam beberapa interpretasi, huruf "R" dalam SMART juga diartikan sebagai "Realistic" (Realistis). Kedua interpretasi ini saling melengkapi, karena tujuan yang relevan secara inheren juga harus realistis dalam konteks organisasi Anda.

Tujuan yang relevan menjawab pertanyaan penting seperti:
- Apakah tujuan ini selaras dengan prioritas tim dan perusahaan?
- Apakah ini waktu yang tepat untuk mengejar tujuan ini?
- Apakah tujuan ini memberikan dampak signifikan terhadap hasil bisnis?

Dengan memastikan relevansi, Anda dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien. Buatlah [rencana manajemen sumber daya](/id/resources/resource-management-plan) untuk memastikan setiap tujuan didukung oleh alokasi yang memadai. Tujuan yang tidak relevan dengan strategi organisasi, meskipun terdengar menarik, hanya akan mengalihkan fokus dan energi tim dari hal-hal yang benar-benar penting.

### Time-bound (Terikat waktu)

Setiap tujuan SMART membutuhkan tenggat waktu yang jelas. Tanpa batas waktu, tujuan cenderung terus ditunda dan kehilangan urgensinya. Elemen "Time-bound" menciptakan rasa tanggung jawab dan membantu tim memprioritaskan tugas berdasarkan tenggat yang telah ditetapkan.

Untuk menetapkan komponen waktu yang efektif:
- Tentukan tanggal mulai dan tanggal selesai yang spesifik.
- Buat tonggak pencapaian (milestone) untuk melacak progres.
- Gunakan [metrik kesuksesan](/id/resources/success-metrics-examples) untuk mengevaluasi hasil di setiap tahap.

Tenggat waktu yang realistis juga membantu mencegah [scope creep](/id/resources/what-is-scope-creep), yaitu perluasan ruang lingkup proyek yang tidak terkendali. Gunakan [linimasa proyek](/id/resources/create-project-management-timeline-template) untuk memvisualisasikan jadwal dan memastikan seluruh tim memiliki pemahaman yang sama tentang kapan setiap tahap harus diselesaikan.

## Apa manfaat tujuan SMART?

Menggunakan kerangka kerja tujuan SMART memberikan berbagai manfaat signifikan bagi individu maupun organisasi. Berikut adalah manfaat utama yang dapat Anda rasakan:
- **Meningkatkan kejelasan dan fokus.** Tujuan SMART memaksa Anda untuk mendefinisikan secara tepat apa yang ingin dicapai, siapa yang bertanggung jawab, dan kapan target harus terpenuhi. Kejelasan ini menghilangkan ambiguitas dan membantu seluruh tim bergerak ke arah yang sama.
- **Meningkatkan motivasi tim.** Menurut penelitian [2x lipat lebih termotivasi](/id/resources/anatomy-of-work), karyawan yang memahami bagaimana pekerjaan mereka berkontribusi terhadap tujuan perusahaan merasa jauh lebih termotivasi. Tujuan SMART menciptakan koneksi langsung antara tugas harian dan visi organisasi.
- **Memudahkan pelacakan progres.** Dengan metrik yang jelas dan tenggat waktu yang terdefinisi, Anda dapat memantau kemajuan secara real-time. Hal ini memungkinkan tim untuk mengidentifikasi hambatan lebih awal dan melakukan koreksi sebelum terlambat.
- **Meningkatkan akuntabilitas.** Ketika tujuan bersifat spesifik dan terukur, setiap anggota tim memahami peran dan tanggung jawab mereka. Ini menciptakan budaya akuntabilitas yang mendorong setiap orang untuk memberikan kontribusi terbaiknya.
- **Mengoptimalkan alokasi sumber daya.** Tujuan yang relevan dan realistis membantu manajer mengalokasikan waktu, anggaran, dan tenaga kerja secara lebih efisien. Anda dapat memprioritaskan inisiatif yang memberikan dampak terbesar.
- **Memperkuat komunikasi tim.** Tujuan SMART yang terdokumentasi dengan baik menjadi acuan bersama yang mempermudah koordinasi antar departemen. Semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang apa yang sedang dikerjakan dan mengapa.
- **Mendorong peningkatan berkelanjutan.** Dengan elemen waktu dan pengukuran yang jelas, Anda dapat mengevaluasi hasil secara objektif setelah tenggat waktu berakhir. Pembelajaran dari setiap siklus penetapan tujuan membantu Anda menyusun target yang lebih baik di masa mendatang.

## Contoh tujuan SMART di berbagai bidang

Untuk memahami cara kerja kerangka kerja ini secara praktis, berikut adalah contoh tujuan SMART yang dapat diterapkan di berbagai bidang. Setiap contoh tujuan SMART di tempat kerja berikut menunjukkan bagaimana kelima elemen SMART bekerja secara bersama-sama untuk menciptakan target yang jelas dan dapat ditindaklanjuti.

**Elemen**

**Pertanyaan kunci**

**Contoh penerapan**

Specific

Apa yang ingin dicapai?

Meningkatkan penjualan produk X di Jawa Barat

Measurable

Berapa targetnya?

Sebesar 15%

Achievable

Apakah realistis?

Ya, berdasarkan tren kuartal sebelumnya

Relevant

Mengapa ini penting?

Mendukung strategi ekspansi regional

Time-bound

Kapan batas waktunya?

Kuartal ketiga 2025

### 1. Gol bisnis

[Gol Bisnis](/id/resources/business-goals-examples) yang menggunakan kerangka SMART membantu organisasi menerjemahkan visi strategis menjadi target operasional yang konkret.

Contoh: "Meningkatkan pendapatan tahunan perusahaan sebesar 20% pada akhir tahun fiskal 2026 melalui ekspansi ke tiga pasar baru di Asia Tenggara, dengan mengalokasikan anggaran pemasaran tambahan sebesar Rp 2 miliar dan merekrut lima tenaga penjualan regional baru."
- **Specific:** Target pendapatan 20%, ekspansi ke tiga pasar baru.
- **Measurable:** Pertumbuhan pendapatan 20%, tiga pasar, lima tenaga penjualan.
- **Achievable:** Didukung anggaran dan rekrutmen yang jelas.
- **Relevant:** Selaras dengan strategi pertumbuhan perusahaan.
- **Time-bound:** Akhir tahun fiskal 2026.

### 2. Gol tim

Tujuan SMART untuk tim membantu menyelaraskan upaya kolektif menuju hasil yang terukur.

Contoh: "Tim pemasaran konten akan menerbitkan 30 artikel blog berkualitas tinggi dan meningkatkan traffic organik sebesar 25% pada akhir FY26, dengan mengoptimalkan strategi SEO dan berkolaborasi dengan tim produk untuk menghasilkan konten berbasis data."
- **Specific:** 30 artikel blog, peningkatan traffic organik.
- **Measurable:** 30 artikel, 25% peningkatan traffic.
- **Achievable:** Melalui optimasi SEO dan kolaborasi lintas tim.
- **Relevant:** Mendukung strategi akuisisi pelanggan.
- **Time-bound:** Akhir FY26.

### 3. Gol profesional

Tujuan SMART profesional membantu individu mengarahkan pengembangan karier mereka secara strategis.

Contoh: "Menyelesaikan sertifikasi Project Management Professional (PMP) sebelum akhir tahun 2025, dengan mengalokasikan 5 jam per minggu untuk belajar dan bergabung dengan [Grup Sumber Daya Pegawai](/id/diversity-and-inclusion) bidang pengembangan profesional untuk mendapatkan dukungan dan mentoring."
- **Specific:** Sertifikasi PMP.
- **Measurable:** Sertifikasi diperoleh, 5 jam/minggu.
- **Achievable:** Jadwal belajar yang realistis dengan dukungan komunitas.
- **Relevant:** Meningkatkan kompetensi manajemen proyek.
- **Time-bound:** Akhir tahun 2025.

### 4. Gol pribadi

Kerangka kerja SMART tidak hanya berlaku di dunia profesional, tetapi juga sangat efektif untuk tujuan pribadi.

Contoh: "Membaca 24 buku non-fiksi dalam 12 bulan ke depan, dengan membaca minimal 2 buku per bulan dan mencatat ringkasan utama dari setiap buku untuk memperkuat pemahaman."
- **Specific:** 24 buku non-fiksi dengan ringkasan.
- **Measurable:** 2 buku per bulan, catatan ringkasan.
- **Achievable:** Rata-rata 2 buku per bulan adalah target yang realistis.
- **Relevant:** Mendukung pengembangan pengetahuan dan wawasan.
- **Time-bound:** 12 bulan.

### 5. Gol nirlaba

Organisasi nirlaba dapat memanfaatkan tujuan SMART untuk memaksimalkan dampak sosial mereka dengan sumber daya yang terbatas.

Contoh: "Meningkatkan jumlah donatur aktif sebesar 30% dan total donasi sebesar Rp 500 juta dalam 12 bulan ke depan, melalui kampanye penggalangan dana digital dan program donatur bulanan."
- **Specific:** Peningkatan donatur dan total donasi melalui kampanye digital.
- **Measurable:** 30% peningkatan donatur, Rp 500 juta total donasi.
- **Achievable:** Menggunakan strategi digital yang terukur.
- **Relevant:** Mendukung keberlanjutan pendanaan organisasi.
- **Time-bound:** 12 bulan.
- [Baca: Cara membuat rencana strategis untuk organisasi nirlaba Anda (beserta templatnya)](/resources/strategic-plan-for-nonprofit-template)- [Coba Asana untuk badan nirlaba](/nonprofit)

## Cara membuat tujuan SMART

Setelah memahami teori dan contohnya, berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membuat tujuan SMART Anda sendiri. Panduan cara menggunakan tujuan SMART ini dapat diterapkan untuk tujuan bisnis, tim, maupun pribadi.
- **Identifikasi tujuan utama Anda.** Mulailah dengan menuliskan tujuan dalam bentuk kalimat sederhana. Misalnya, "Saya ingin meningkatkan kehadiran merek di media sosial." Pada tahap ini, belum perlu sempurna. Yang penting adalah menangkap ide dasarnya.
- **Buat tujuan menjadi spesifik.** Perhalus kalimat Anda dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, dan mengapa. Contoh: "Tim media sosial akan meningkatkan jumlah pengikut Instagram perusahaan untuk memperluas jangkauan merek di kalangan profesional muda."
- **Tambahkan metrik yang terukur.** Tentukan angka atau persentase yang menjadi tolok ukur keberhasilan. Contoh: "Meningkatkan jumlah pengikut Instagram dari 10.000 menjadi 25.000."
- **Pastikan tujuan dapat dicapai.** Evaluasi apakah target tersebut realistis dengan sumber daya yang ada. Pertimbangkan anggaran, kapasitas tim, dan alat yang tersedia. Jika target terlalu tinggi, sesuaikan agar tetap menantang tetapi dapat diwujudkan.
- **Validasi relevansi tujuan.** Pastikan tujuan ini mendukung strategi yang lebih besar. Tanyakan pada diri sendiri apakah pencapaian tujuan ini akan memberikan dampak nyata bagi organisasi. Tujuan yang relevan selalu terhubung dengan prioritas bisnis utama.
- **Tetapkan tenggat waktu yang jelas.** Berikan batas waktu yang spesifik. Contoh lengkap: "Tim media sosial akan meningkatkan jumlah pengikut Instagram perusahaan dari 10.000 menjadi 25.000 pada akhir FY26, melalui strategi konten harian dan kolaborasi dengan 10 influencer industri."

Dengan mengikuti enam langkah ini, Anda dapat mengubah aspirasi yang samar menjadi rencana aksi yang terstruktur dan dapat ditindaklanjuti.

## Tujuan SMART vs. OKR

Selain tujuan SMART, banyak organisasi juga menggunakan kerangka kerja [OKR (Objectives and Key Results)](/id/resources/okr-meaning) untuk menetapkan dan melacak tujuan. Meskipun keduanya bertujuan meningkatkan kejelasan dan akuntabilitas, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya.

**Aspek**

**Tujuan SMART**

**OKR**

Struktur

Satu tujuan dengan 5 kriteria (S/M/A/R/T)

Satu Objective + 3-5 Key Results

Sifat

Taktis dan spesifik

Strategis dan aspirasional

Standar keberhasilan

Pencapaian 100%

Pencapaian 70% sudah dianggap berhasil

Tingkat penerapan

Individu, tim, atau proyek

Organisasi dan tim

Siklus

Fleksibel (proyek, kuartal, tahun)

Biasanya per kuartal

Untuk perbandingan lebih mendalam, lihat juga [perbedaan OKR dan KPI](/id/resources/okr-vs-kpi). Kedua kerangka kerja ini tidak saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Anda dapat menggunakan OKR untuk menetapkan arah strategis di tingkat organisasi, kemudian menjabarkannya menjadi tujuan SMART di tingkat tim atau individu untuk memastikan eksekusi yang terukur dan terikat waktu.

## Apa yang harus dilakukan setelah membuat tujuan SMART

Membuat tujuan SMART yang baik baru merupakan langkah awal. Keberhasilan sesungguhnya bergantung pada bagaimana Anda mengelola, memantau, dan mengevaluasi tujuan tersebut secara berkelanjutan.

### 1. Bagikan tujuan SMART Anda dengan tim dan pemangku kepentingan

Tujuan yang hanya diketahui oleh satu orang jauh lebih sulit untuk dicapai. Menurut [Laporan Gol Asana](https://resources.asana.com/rs/784-XZD-582/images/Asana_Goals_Infographic_2020.pdf), kurangnya transparansi menjadi salah satu hambatan terbesar dalam pencapaian tujuan organisasi. Bagikan tujuan Anda dengan seluruh tim, atasan, dan pemangku kepentingan terkait agar semua pihak memiliki visibilitas yang sama. Gunakan [alat manajemen kerja](https://resources.asana.com/rs/784-XZD-582/images/Asana_Goals_Infographic_2020.pdf) yang memungkinkan setiap orang melihat progres tujuan secara real-time. Transparansi ini menciptakan rasa kepemilikan bersama dan meningkatkan akuntabilitas seluruh tim.

### 2. Periksa progres secara berkala

Jangan menunggu hingga tenggat waktu tiba untuk memeriksa progres. Jadwalkan tinjauan berkala, baik mingguan maupun bulanan, untuk mengevaluasi kemajuan Anda terhadap target yang telah ditetapkan. Buat [pembaruan status proyek](/id/resources/how-project-status-reports) secara rutin agar seluruh tim mengetahui posisi mereka saat ini. Jika ada hambatan atau penyimpangan dari rencana, identifikasi segera dan lakukan penyesuaian yang diperlukan. Tinjauan berkala memastikan Anda tetap berada di jalur yang tepat dan dapat mengambil tindakan korektif sebelum terlambat.

### 3. Evaluasi kesuksesan Anda

Setelah tenggat waktu berakhir, lakukan evaluasi menyeluruh terhadap pencapaian tujuan Anda. Bandingkan hasil aktual dengan target yang telah ditetapkan. Jika tujuan tercapai, identifikasi faktor-faktor keberhasilan yang dapat direplikasi untuk tujuan berikutnya. Jika tujuan tidak tercapai sepenuhnya, analisis penyebabnya tanpa menyalahkan. Apakah targetnya terlalu ambisius? Apakah ada sumber daya yang kurang? Apakah ada faktor eksternal yang tidak terduga? Pembelajaran dari evaluasi ini menjadi fondasi yang berharga untuk menyusun tujuan SMART yang lebih efektif di siklus berikutnya.

## Pertanyaan umum tentang tujuan SMART

## Tetapkan tujuan yang lebih cerdas dengan Asana

Tujuan SMART adalah fondasi penting untuk setiap strategi yang sukses, baik di tingkat individu, tim, maupun organisasi. Dengan menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu, Anda menciptakan peta jalan yang jelas menuju kesuksesan. Untuk tujuan yang lebih besar lagi, pertimbangkan juga untuk [menetapkan big hairy audacious goals (BHAGs)](/id/resources/bhag-big-hairy-audacious-goal) sebagai visi jangka panjang organisasi Anda. Gunakan Asana untuk mendokumentasikan, melacak, dan mengelola tujuan SMART Anda di satu tempat, sehingga seluruh tim memiliki visibilitas penuh dan dapat bekerja sama menuju hasil yang luar biasa.

- [Gol](/resources/goals)

- [Cara menetapkan OKR](/id/resources/setting-okrs)

Gol

Koleksi Inspirasi &amp; Impresi

#### Penulis

Ketika melihat bisnis yang sukses, seringkali kita menganggap kesuksesan itu disebabkan oleh ide intinya. Intel menemukan microchip, Netflix memelopori streaming video permintaan, ...

- [Cara meraih hal besar dengan gol jangka panjang](/id/resources/long-term-goals)

Gol

Perencanaan proyek

Koleksi Inspirasi &amp; Impresi

#### Penulis Konten

Saat memikirkan masa depan ideal untuk pekerjaan, apa yang Anda bayangkan? Mungkin Anda membayangkan meluncurkan produk global baru, mencetak rekor angka penjualan, atau merekrut ...

- [Lihat cara kerja Gol Asana](https://asana.com/go/goals-demo?utm_medium=web&utm_source=resource-card)

Gol

- [Annual planning template](https://asana.com/templates/annual-planning)

Gol

Strategi bisnis

Kepemimpinan

- [Buat gol SMART yang lebih baik dengan kiat dan contoh ini](/id/resources/smart-goals)

Gol

Perencanaan strategis

Pengelolaan proyek

Perencanaan proyek

- [Penulis](/author/julia-martins)

Setiap pencapaian besar dimulai dari tujuan yang jelas. Baik Anda sedang berupaya menyembuhkan penyakit, merancang peralatan generasi berikutnya, atau melindungi paus dan lumba-lu ...
